Menepis Selfie di Jalur Wonosari


Hasrat mengambil stok foto sirna karena kenikmatan berkendara.

Jalur Sala - Kutoarjo melalui Wonosari, Gunung Kidul, sebagian kecil jalur Selatan, dan Jalan Daendels, Juli 2015.

Jalur Sala – Kutoarjo melalui Wonosari, Gunung Kidul, sebagian kecil jalur Selatan, dan Jalan Daendels, Juli 2015.

Libur panjang di Kota Jogja atau Sala ibarat neraka jalanan. Simpul kemacetan terserak berarak di dalam maupun sekitar kota yang keduanya berjarak lebih kurang 60 kilometer itu.

Itulah kenapa saya memutuskan untuk mengambil jalur melingkar lebih jauh dari Sala menuju Kutoarjo, yang jika melalui Jogja berjarak sekitar 125 kilometer.

Usai menimbang, memperhitungkan waktu tempuh, jarak, dan rasa penasaran akan sekelumit jalur selatan yang kabarnya apik itu, saya pun memutuskan mengambil jalur Wonosari, Gunung Kidul, Imogiri, Kulonprogo, Jalan Daendels, hingga berhenti di Stasiun Kutoarjo.

Tergambar di Google Maps, jaraknya mencapai 199 km dengan waktu tempuh – tentu saja titik macet yang kemungkinan ada di beberapa lokasi, atau ketika berhenti untuk isi BBM, dan sebagainya, tak diitung – sekitar 5 jam.

Jalur Google Maps itu pun saya ‘pindahkan’ ke perangkat lunak GPS Sygic yang terinstal di ponsel Asus yang terpasang di setang, dan terbungkus sarung Peripower.

Oh iya, kenapa Stasiun Kutoarjo? Itu karena motor saya musti dikirim balik ke Jakarta melalui stasiun tersebut, dan maksimal loading pukul 17.00 WIB.

Packing motor di Stasiun Kutoarjo, Jawa Tengah, Juli 2015.

Packing motor di Stasiun Kutoarjo, Jawa Tengah, Juli 2015.

Kenapa tidak dikirim dari Sala saja? Hal itu karena saya kehabisan tiket kereta api (KA) jatah mudik gratis pengguna motor dari Kemenhub pada 2015 tujuan Jakarta – Sala pergi pulang. Tiket yang tersedia kala itu Jakarta – Semarang atau Jakarta – Kutoarjo. Saya memilih Kutoarjo karena Semarang – Sala numpak motor itu terlalu populer😀

***

Selasa, 21 Juli 2015, cuaca cerah menyambut pagi. Alhamdulillah. Usai sarapan, jam menunjukan pukul 08.45 WIB. Praktis saya punya waktu maksimal 8 jam untuk mencapai Stasiun Kutoarjo. Dengan perkiraan waktu tempuh 5 jam, saya hanya punya waktu sekitar 3 jam untuk aktivitas selain berkendara: isi BBM, makan siang, salat dhuhur, ashar, dan sejenisnya.

Awalnya, saya memang berniat untuk mengambil stok foto selama di jalan. Tapi ternyata nasib memilih jalannya sendiri. Terutama selepas Candi Prambanan menuju arah Wonosari, Gunung Kidul. Di sanalah GPS Sygic mulai saya nyalakan. Dan demi menghemat baterai – walau saya membawa power bank berkapasitas besar yang mampu mengisi ponsel hingga tiga kali – ponsel saya set flight mode.

Masuk ke jalanan Piyungan yang terlihat teratur, bersih, dan tenang. Kontras dengan akun sosial media ‘Mas Payung’ itu yang berisik luar binasa berusaha memecah nalar dan mengadu sesama wedus gimbal:mrgreen: . Sayang sekali ya, daerah ini ‘ternodai’ oleh ulah para oknum itu🙂

Menuju Wonosari, Gunung Kidul, jalannya lumayan enak, sedikit meliuk, lurus, dan tentu saja semakin panas. Berhenti di mini market pertigaan Jalan Manthous untuk istirahat dan melepas dahaga dengan air mineral.

Nemu foto jalur Gunung Kidul yang sepertinya pernah saya lalui. Foto: dok. Mas Hadiyanta.

Nemu foto jalur Gunung Kidul yang sepertinya pernah saya lalui. Foto: dok. Mas Hadiyanta.

Selanjutnya menelusuri jalan penyanyi campur sari kondang itu melalui Jalan Playen – Paliyan. Saya sengaja tidak mengambil arah Pantai Baron, karena banyak sekali rombongan motor yang menuju ke arah sana.

Lanjut ke Jalan Paliyan – Panggang. Mulailah pemandangan kiri-kanan jalan menampakkan pesonanya di musim kemarau yang kontras dengan warna aspal yang abu-abu pekat itu. Ditambah jalanan yang halus dan meliuk-liuk membuat saya begitu menikmati meter demi meter perjalanan. Secuilpun tak ada niat untuk berhenti dan foto-foto pemandangan ataupun selfie. Hasrat mengambil stok foto sirna karena kenikmatan berkendara.

Nemu foto jalur Selatan yang pernah saya lewati. Foto: dok. NB Susanto.

Nemu foto jalur Selatan yang pernah saya lewati. Foto: dok. Mas NB Susanto.

Sebenarnya saya ingin mengambil arah ke Parang Tritis, namun dengan pertimbangan tangki bensin yang saya kira tidak cukup untuk sampai ke Kutoarjo, dan SPBU Pertamax yang langka, saya pun mengambil arah Imogiri. Disana saya mengisi BBM secukupnya sehingga nanti di Stasiun Kutoarjo, ketika tangki dikuras sebelum loading KA, tak terlalu banyak BBM yang dikeluarkan oleh petugas pengiriman.

Isi bensin di Imogiri lanjut ke arah Srandakan melalui Jalan Sultan Agung. Terbersit untuk ziarah ke makam raja-raja Mataram seperti yang biasa dilakukan juragan Triatmono. Tapi kok malu sendiri karena tak punya akta ‘garis biru’ hahaha….

Akhirnya sampailah ke jalan legendaris itu: Daendels. Entah berapa kilometer jalan yang lurus ini saya tempuh. Pokoknya sampai bosan melintir gas hingga mentok. Udah gitu, kok ya mendadak njedul Z-800 dari belakang dan menghilang dengan cepat dari pandangan di depan. Menyisakan dengungan exhaust yang menyesak dada daaaa…daaa..daaa..daa…

Saya akhiri jalan buatan Gubernur Jenderal Hindia Belanda bernama lengkap Herman Willem Daendels (memerintah 5 Januari 1808 – 15 Mei 1811), itu, dengan masuk ke jalan Grabag – Kutoarjo. Masuk ke Stasiun Kutoarjo jam 16.30 WIB dan motor dipacking 15 menit kemudian.

Test ride becak motor di Kutoarjo :)

Test ride becak motor di Kutoarjo🙂

Selanjutnya saya menuju hotel Puri Mandiri milik bank daerah Purworejo menggunakan becak motor, istirahat semalam, dan esok paginya numpak kereta menuju Jakarta. Tentu saja sambil nenteng ‘perabotan tanjidor’ khas pengendara rempong🙂

8 responses to “Menepis Selfie di Jalur Wonosari

    • Maaf, baru sempat posting 9 bulan kemudian. Namanya juga alon-alon asal ngeblog:mrgreen: Jadi baru tahu kalo njenengan lokasinya dekat stasiun🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s