Balaclava Respiro vs 7Gear: Siapa Pemenangnya?


Kebutuhan pengguna: nyaman, cepat kering, menyaring udara, serta mengurangi bau helm.

Balaclava Respiro dan 7Gear di antara duo KBC dan Zeus open face helm.

Balaclava Respiro dan 7Gear di antara duo KBC dan Zeus open face helm.

Balaclava, bagi saya, sudah menjadi perlengkapan wajib ketika berkendara menggunakan motor. Terutama untuk jarak jauh dan menengah. Khusus soal jarak ini, bagi saya memang relatif. Tapi, saya kira, tiap orang punya ukuran masing-masing.

Kenapa balaclava begitu penting? Setidaknya ada tiga hal yang membuat benda ini dibutuhkan, yaitu:

  • sebagai penyerap keringat dan mencegah helm berbau tengik akibat keringat campur debu dan kotoran lain.
  • menyaring udara.
  • menahan angin di sekitar leher.

Oleh sebab itulah, balaclava yang bagus, menurut saya, harus mampu memenuhi ketiga unsur di atas. Artinya balaclava yang digunakan setidaknya memenuhi unsur sebagai berikut:

  • bahan mudah menyerap keringat namun cepat kering.
  • dirasa efektif menyaring udara.
  • mampu menahan terpaan angin di antara sela-sela leher yang tak tertutup helm.

Di pasaran tersedia balaclava buatan lokal maupun impor yang menggendong nama besar seperti Alpinestar, Dainese, Rev’It!, Schampa, dan sebagainya. Sedangkan merek lokal yang populer diantaranya Respiro yang sudah tahunan menyediakan balaclava dan 7Gear yang baru beberapa bulan ini mengeluarkan produk sejenis.

Dulu, di tahun 2010, ketika Respiro dan 7Gear belum memproduksi balaclava, saya sempat menggunakan Buff, semacam balaclava produk Spanyol. Jenis bahan yang digunakan microfiber, mampu menahan angin, menyaring udara, dan cepat kering ketika terkena keringat atau air.

Buff, buatan Spanyol. Berbahan microfiber yang mampu menahan angin, debu, dan cepat kering ketika menyerap keringat. Hanya saja menyisakan red line pressure di wajah ketika digunakan sebagai 'pelapis' helm.

Buff, buatan Spanyol. Berbahan microfiber yang mampu menahan angin, debu, dan cepat kering ketika menyerap keringat. Hanya saja menyisakan red line pressure di wajah ketika digunakan sebagai ‘pelapis’ helm.

Hanya saja, Buff ini, agak repot ketika difungsikan sebagai balaclava, karena musti diatur sedemikian rupa agar berubah menjadi ‘topeng ninja’. Disamping itu, ketika melepas helm, di bagian kulit muka dan pipi banyak membekas red pressure line atau nyiplak (pingget – bahasa Jawa).

Sempat menjajal beberapa balaclava ‘antah berantah’ yang dijual di toko-toko aksesoris motor, namun ya gitu deh, selain tak nyaman karena jahitan asal-asalan, jenis bahan yang digunakan malah membuat helm bau tengik😦

Sampai akhirnya Respiro mengeluarkan produk balaclava beragam model – dari yang kupluk penutup helm hingga ‘ninja’. Saya membelinya sekitar tahun 2012 dan masih saya gunakan hingga saat ini.

Balaclava Respiro, jika tak salah, menggunakan kain jenis polyester, katun, dan spandex. Saya tak tahu berapa porsi campuran keduanya. Balaclava ini mampu memenuhi kebutuhan pemotor akan ke tiga unsur di atas. Kekurangannya, masih menciptakan cukup banyak red pressure line di wajah, terutama di kening, pipi, dan dahi.

Balaclava 7Gear (kiri) dan Respiro (kanan).

Balaclava 7Gear (kiri) dan Respiro (kanan).

Nah, beberapa minggu sebelum lebaran lalu, ketika membeli toe slider sepatu boot saya di kantor pusat 7Gear di daerah Cijantung, saya mendapatkan balaclava 7Gear model terbaru.

Bentuknya mirip dengan Respiro namun menggunakan bahan yang berbeda. Balaclava 7Gear ini sepertinya tidak menggunakan katun sebagai campurannya, jadi terasa lebih lentur, dan mudah untuk memasang helm di kepala. Mak zlub!

Menurut Kang Adet, bos 7Gear, balaclava buatannya menggunakan bahan polyester dan spandex yang dirasa lebih mampu mempercepat penguapan cairan. Dan ini yang penting, red pressure line di wajah berkurang drastis. Hanya menyisakan ciplakan di pipi bagian bawah dekat rahang. Lumayan.

Saran saya sih, jahitan di bagian muka lipatannya lebih diperkecil lagi, atau memakai teknik flat seams seperti balaclava Rev’It! untuk menghilangkan red pressure line di wajah.

Harganya juga tak jauh berbeda dengan balaclava Respiro, yaitu berkisar di Rp 80 ribu. Walau begitu, balaclava 7Gear ini tak luput dari kekurangan, meski terhitung minor. Yaitu soal cetakan logo 7Gear warna putih di bagian depan yang terlalu menyolok dan gampang terkikis akibat pemakaian atau proses pencucian.

Logo 7Gear di bagian depan balaclava rontok dan perlahan lenyap dalam waktu 4 bulan

Logo 7Gear di bagian depan balaclava rontok dan perlahan lenyap dalam waktu 4 bulan

Berbeda dengan Respiro, yang cetakan logonya di bagian depan balaclava bertahan sejak 2012 hingga akhir 2015 ini. Sementara cetakan logo 7Gear ‘lenyap’ dalam waktu 4 bulan, menyisakan garis-garis tipis bekas logo di bagian depan.

Logo Respiro di bagian depan balaclava tahan hingga 3 tahun berjalan.

Logo Respiro di bagian depan balaclava tahan hingga 3 tahun berjalan.

Sebenarnya 7Gear sudah menjahit emblem produknya di bagian bawah balaclava, dan saya kira itu sudah cukup sebagai pengenal produk. Namun, jika bersikeras memasang logo di bagian depan balaclava, harus dicari sablon atau cetakan yang jauh lebih kuat daya tahannya.

Ini kesimpulan saya setelah menggunakan kedua merek balaclava tersebut:

  • Fungsional, kedua merek balaclava itu sudah memenuhi ketiga syarat yang saya butuhkan.
  • Kenyamanan, saya lebih memilih 7Gear, karena jenis kain yang digunakan memudahkan ketika menggunakan helm fullface.
  • Estetika pemakaian, saya memilih 7Gear karena minim red pressure line di wajah.
  • Estetika produk, Respiro menang karena desain logo yang simpel dan sablon logo tahan lama.
  • Harga, kisaran sama, saya lebih memilih 7Gear karena dirasa lebih nyaman dipakai dan memenuhi estetika pemakaian.

8 responses to “Balaclava Respiro vs 7Gear: Siapa Pemenangnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s