Kisah Ponsel Pintar dan Kejayaan Sang Kaisar


Coolpad Shine, dengan balutan kuning keemasan, melambangkan kejayaan dan kemakmuran.

Kaisar Song Taizu (960 - 976) dalam sebuah lukisan potret istana. Foto: wikimedia

Kaisar Song Taizu (960 – 976) dalam sebuah lukisan potret istana. Foto: wikimedia

Simbol kejayaan itu berwarna kuning. Melambangkan kekuatan dan keningratan.
Selain warna merah, yang bagi budaya Cina, melambangkan keberuntungan dan semangat, kuning menjadi salah satu warna yang dianggap sakral.

Lihatlah setiap perayaan Imlek, dominasi warna merah dan kuning melekat di hampir setiap pernak-pernik dan ornamen yang ada di masyarakat Cina.

Dinasti pertama di Cina, Song (960 – 1279), konon melapisi seluruh lantai istananya dengan warna kuning keemasan. Begitu pula dinasti sesudahnya, Ming (1368 – 1644) dan Dinasti Qing (1636 – 1911), yang jubah kekaisaran dan bendera negara berwarna kuning keemasan.

Kaisar Song Taizu (960 – 976), yang menyatukan Tiongkok kala itu, mempunyai perhatian besar terhadap karya ilmiah dan perkembangan teknologi.  Diantaranya pembuatan atlas besar tiap provinsi dan ibu kota kerajaan, juga menara jam astronomi yang dibuat oleh Zhang Sixun, insinyur kondang kerajaan pada masa itu.

Itulah yang nampak di sebuah ruang konvensi Hotel Pullman, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (28/9) lalu. Semangat kejayaan dan kemakmuran tampak dari belasan orang dengan kaos warna kuning yang sibuk menyiapkan perhelatan besar: peluncuran sebuah ponsel pintar.

Kuning-kuning di layar ponsel dan latar belakang kamera, saat peluncuran Coolpad Shine, di Hotel Pullman, kawasan Thamrin, Jakarta, Senin petang (28/9)

Kuning-kuning di layar ponsel dan latar belakang kamera, saat peluncuran Coolpad Shine, di Hotel Pullman, kawasan Thamrin, Jakarta, Senin petang (28/9)

Coolpad Group Limited, raksasa industri telekomunikasi asal Shenzen, Provinsi Guangdong, Cina, malam itu tampil percaya diri dengan memperkenalkan ke publik Tanah Air, ponsel pintar Coolpad Shine, dalam balutan warna kuning keemasan yang membalut bagian belakang ponsel. Shine, yang secara harfiah artinya bersinar – bahasa Cina 闪耀 dibaca: shanyao.

Tampilan situs Coolpad di Eropa

Tampilan situs Coolpad di Eropa

Semangat kejayaan dan kemakmuran itulah yang sepertinya membuat Jeeves Jiang, CEO Coolpad Indonesia, optimis dengan masa depan mereknya di Indonesia. “Dalam 2 tahun ke depan, kami yakin menembus tiga besar merek dan penjualan di Indonesia,” kata dia saat peluncuran produk.

Coolpad Indonesia secara bertahap memperluas cakupan penjualan dan layanan produk ke seluruh wilayah Tanah Air. Menurut Jiang, pihaknya akan membangun 25 pusat layanan dan lebih dari 1000 lokasi jaringan pemasaran di Indonesia.

wpid-p_20150928_190908_1_p.jpg

Produsen yang dulunya terkenal dengan merek pendingin laptop, ini, tampak begitu trengginas merangsek pasar ponsel pintar di Indonesia. Pada Juni lalu, di Jakarta, bersamaan dengan perkenalan resmi Coolpad ke Indonesia, mereka merilis tiga produk ponsel: Coolpad F103 Star, E501 Sky, dan F101 Soar.

Sama seperti ketiga pendahulunya itu, Coolpad Shine juga telah mengusung teknologi 4G Long-Term Evolution (LTE). Hanya saja Coolpad Shine, dibekali fitur unik finger print 360o

“Fungsinya agar pengguna dapat mengaktifkan ponsel dari sudut manapun,” ujar Natalie Chan, brand manager PT Coolpad Electronic Indonesia, di acara yang sama.

Artinya, dalam kondisi apapun – ponsel miring kiri-kanan, terbalik – pengguna dapat menghidupkan atau mengaktifkan ponsel dan aplikasi tertentu yang sudah diseting dengan finger print (sidik jari).

Natalie Chan, Brand Manager PT Coolpad Indonesia, sedang menjelaskan perkembangan teknologi sidik jari di sejumlah gawai.

Natalie Chan, Brand Manager PT Coolpad Indonesia, sedang menjelaskan perkembangan teknologi sidik jari di sejumlah gawai.

Selain untuk mengaktifkan, sensor sidik jari itu juga mampu merekam 5 sidik jari yang berbeda untuk aplikasi yang berlainan pula. Misal; jari telunjuk untuk membuka kamera, jari tengah membuka aplikasi, jari manis untuk menerima panggilan telepon, dan sejenisnya.

Membuka layar dengan sidik jari, Coolpad Shine mengklaim tergolong cepat dibanding ponsel sekelasnya: hanya butuh 0,5 detik. Sepertinya cocok untuk pengguna mobilephone photographer yang butuh akses kamera cepat.

wpid-p_20150928_184258.jpg

Oiya, kamera utama resolusinya cukup besar, yaitu 13 MP dengan bukaan F2.0. Sementara kamera belakang 5 MP dibagian depan cukup untuk sekadar selfie atau groufie (foto diri ramai-ramai).

Bagaimanapun, sebuah ponsel yang akan dibeli setidaknya menyesuaikan dengan kebutuhan si pengguna. Begitulah yang ada di benak saya selaku konsumen. Nah, ini dia pandangan sekilas saya tentang ponsel beraura kerajaan Cina kuno ini:

PRO:

  • Sensor sidik jari360o
  • Kamera utama 13 MP dan kamera depan 5 MP
  • Prosesor Octa-core 1,5 GHz Qualcomm 8939 Snapdragon
  • RAM 2 GB – cukuplah, asal tak instal macam-macam aplikasi yang tidak begitu dibutuhkan.
  • GPU Andreno 405
  • GSM, WCDMA, LTE – walau LTE belum populer di negeri fakir sinyal kencang ini, saya kira ‘fitur’ ini menjadi investasi ‘gaya’ bagi konsumen tertentu :mrgren:
  • Harga Rp 2,99 juta – dengan performa yang dipandang sedikit inferior dibanding ponsel pintar Cina lainnya, tapi dilengkapi fitur sidik jari yang unik.

KONTRA:

  • Layar 5,5 inci HD (1280×720) – bagi saya terlalu besar untuk dipegang, walau ada fitur untuk mengoperasikan di satu tangan. Untuk diletakkan di saku celana atau kemeja, juga kegedean. Lagi pula sarung GPS yang banyak tersedia di pasaran berukuran 5 inci. Dan rasanya memang agak wagu menjadikan ponsel dengan layar lebih dari 5 inci sebagai GPS🙂
  • Memori 8GB – wah, bagi penggemar fotografi ponsel seperti saya, kapasitas internal 8GB ini terhitung kurang. Walau tersedia slot kartu memori luar, namun perlu tambahan biaya pembelian bukan?
  • Baterai 2500mAh – penggunaan beragam sensor di dalam ponsel pintar dirasa akan menguras banyak energi. Saya belum tahu, seberapa ‘hemat’ dan ‘boros’ baterai dengan kapasitas sebesar itu. Sepertinya perlu power bank dengan kemampuan lebih dari 3 kali isi ulang ke ponsel untuk mendampingi Coolpad Shine ini🙂

Akankah merek ini mampu mewarisi aura kejayaan para pendahulunya? Waktu yang akan membuktikannya.

Oiya, Coolpad Shine baru tersedia di pasar mulai 15 Oktober 2015 nanti. Jadi ya harap sabar dikit untuk menjajal dan memilikinya🙂

8 responses to “Kisah Ponsel Pintar dan Kejayaan Sang Kaisar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s