TomTom Blusukan di Kranggan


Tampaknya TomTom sedang memetakan dan memperbarui data-data jalanan di Indonesia.

wpid-photo-0355.jpg

Mobil dengan cat dominan hijau muda itu berjalan pelan di pertigaan Jalan Raya Hankam – Kranggan. Terjebak kemacetan yang biasa terjadi di wilayah pinggiran jakarta, terutama di akhir pekan.

Jendela penumpang kiri-kanan tertutup rapat window blind warna hijau terang. Hanya jendela supir dan penumpang depan yang menyisakan ruang pandang dari dalam kabin.

Dari jendela itulah saya sempat mengintip jeroan mobil sejuta umat itu. Untuk beberapa saat, saya sempat mengira, mobil dengan tulisan TomTom di bodi kanan-kiri mobil itu merupakan mobil salesman. Soalnya warna catnya yang cerah ceria menyolok mata hati:mrgreen:

Namun, setelah motor saya berhasil mendekat, lihat mobil bermesin 1.500 cc ini di sekujur badannya ditempel aneka kamera berbagai jenis. Mirip mobil Google Street View yang memetakan jalanan di Indonesia.

Foto: iotomotif.com

Foto: iotomotif.com

Hanya saja, Google Street View menggunakan Subaru Impreza Hatchback bermesin 2.000 cc, sedangkan TomTom cukup Toyota Avanza saja:mrgreen:

Tampaknya, Avanza hijau permen inilah yang digunakan TomTom untuk memetakan dan memperbarui data-data jalanan di Indonesia. Kebetulan saja, saya memergokinya di kawasan Hankam – Kranggan hingga Jalan Transyogi Cibubur – Cileungsi, November tahun lalu.

Oiya, di dalam kabin yang sempat saya intip dalemannya, penuh dengan aneka perangkat keras. Hanya ada dua penumpang di dalamnya. Satu bertugas sebagai sopir, sedangkan satunya lagi terlihat sedang sibuk mengoperasikan laptop yang terhubung dengan tumpukan perkakas elektronik yang saya tak tahu jenisnya di kursi baris kedua dan ketiga.

Seperti yang pernah saya tulis di sini, TomTom, penyedia layanan peta global yang berpusat di Amsterdam, Belanda, merupakan penyuplai data peta di seluruh dunia, salah satunya untuk Sygic, pengembang perangkat lunak peta navigasi asal Slovakia.

Setelah Waze, pengembang peta navigasi berbasis komunitas yang didirikan Uri Levine di Israel pada 2008, dibeli raksasa Internet Google pada Juni 2013, tampaknya persaingan ‘memetakan dunia’ semakin seru saja.

Bagi konsumen pengguna peta navigasi digital tentu ini menggembirakan, karena update peta yang dilakukan akan semakin melengkapi data yang ada di gawai atau ponsel pengguna.

Tapi ada juga yang memandang, pemetaan semacam itu melanggar privacy, menyenggol kedaulatan negara, atau sedang diperalat ‘wahyudi’ dan ‘aseng’:mrgreen:

Ngomongin paragraf terakhir tentu tak ada habisnya dan #orauwisuwisπŸ˜€

Mendingan kita nikmati teknologi secara bijak dan waspada. Eh, ponsel sampeyan sudah berapa tahun tidak ganti?

10 responses to “TomTom Blusukan di Kranggan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s