Syahwat Nyoblos pun Menguat


Dari 6000 caleg, hanya 11 orang yang tergolong ‘baik’😦

wpid-photo-0063.jpg

Berapa orang calon legislatif (caleg) yang mas bro kenal di sekitar daerah tinggal? Apakah kawan karib? Kerabat? Atau teman sejawat? Atau justru tidak kenal sama sekali?

Saya pun begitu. Tak kenal dan tahu sama sekali tempelan poster caleg di pagar, dinding pabrik, tiang listrik, atau dipantek di pohon-pohon pinggir jalan. Juga aneka baliho yang menutup pandangan di perempatan jalan. Sekedar melirik, kalau ada poster dengan pose-pose aneh dan tulisan normatif nan berbunga-bunga.

wpid-wp-1396944201094.jpeg

Berapa jumlah caleg yang terdaftar? Disebutkan di sini terdapat sekitar 200 ribu caleg yang berebut 19 ribuan kursi di tingkat nasional. Begitu banyaknya caleg hingga publik pun puyeng menentukan pilihan.

Daripada pening, beberapa kawan memilih untuk tidak memilih alias golput. Rata-rata mereka apatis terhadap para caleg yang berlaga di arena pemilu legislatif yang bakal berlangsung Rabu, 9 April besok. Apatis, karena mungkin saja teman-teman saya itu belum tersentuh informasi apa dan bagaimana profil si caleg.

Saya pun sempat apatis pesimis melankolis.

Tapi, entah kenapa, syahwat memilih saya bergejolak. Itu karena ada media dan situs yang menyediakan informasi signifikan profil-profil caleg berkualitas. Majalah Tempo misalnya, edisi 24 Maret menerbitkan tulisan utama ‘Bukan Caleg dalam Karung’. Informasinya dapat diakses juga di Tempo.co dengan tagline ‘Dicari: Caleg Jujur’.

Caleg Karung Tempo

Namun, miris juga membaca paragraf pertama Opini laporan utama tersebut, yang menyatakan dari 6000an caleg yang diseleksi tim independen majalah Tempo, hanya terdapat 11 caleg yang tergolong oke untuk dipilih.

Disinilah tantangannya: bagaimana membuat jumlah caleg berkualitas itu bertambah secara sistematis di tengah masyarakat yang semakin apatasis klimis ini?

Saya sendiri mengatasi kecuekan politis ini dengan tetap menaruh harapan kepada mereka yang berkualitas baik. Dengan cara memilihnya. Apapun partai yang menyokongnya. Saya berkeyakinan, masih banyak caleg baik dan berkualitas yang layak pilih. Hanya saja, kita harus lebih hati-hati dalam menentukan pilihan.

Situs jariungu.com misalnya, menyediakan data 154.956 caleg DPR-RI, DPD-RI, 31 DPRD Provinsi, dan 313 DPRD Kabupaten/Kota. Di situs tersebut, masyarakat dapat menemukan teman sekolah, kerabat, kawan kerja yang mendaftarkan peruntungan menjadi caleg periode 2014 – 2019.

Bahkan, dengan filter ‘caleg rekomendasi’ publik dapat menyortir para caleg berdasar informasi, pilihan, maupun kriteria dari beberapa pihak.

jari ungu

Di Playstore pun terdapat aplikasi ‘Orang Baik’ yang dapat digunakan sebagai panduan memilih. Hanya saja filter profil caleg, menurut saya, masih kurang oke, karena hanya menyaring berdasar tingkat pendidikan. Semakin bergelar banyak, maka poin si caleg akan meninggi.

orang baik1

Bagi saya sendiri, salah satu filternya adalah tidak memilih anggota legislatif (aleg) yang mendaftar kembali menjadi caleg. Apalagi jika rekam jejaknya impoten, ngowoz, atau malah #nggilani.

Setidaknya saya sudah menentukan pilihan dan harapan bagi republik ini.

 

 

10 responses to “Syahwat Nyoblos pun Menguat

  1. sayangnya sebagian besar mungkin 90% lebih pemilih belum luwes berinternet.
    kemarin iseng liat di jari ungu, ada juga mahasiswa abadi aktor sinetron wingi sore nyaleg. padahal lulus kuliah juga belom. ngurusin kuliahnya aja belum becus mau ngurus rakyat. hadeeeuh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s