Knee Protector ‘Slip-On’ Lebih Praktis


Komine SK 635 Proriders

“Jeans will do nothing when your knee slams into the pavement at 70 mph.Trust me, I have firsthand experience with that.” Setuju? Yaksip!

Kutipan itu tak sengaja saya temukan waktu berselancar di jagad maya. Saya pun pernah mengalami kejadian “knee slams into tarmac at hi-speed because nabrak asu gede” pada 2006 silam.

Peristiwa itulah yang membuat saya memutuskan memakai knee protector – saya sebut konvensional karena dipasang diluar celana, setiap berangkat dan pulang kerja ataupun bepergian jauh menggunakan motor.

Namun, knee protector yang saya kenakan itu, kadang membuat repot jika harus mampir dan mlipir ke beberapa tempat. Lepasin satu-satu, kiri-kanan, lalu celingak-celinguk nyari penitipan helm. Tak ada penitipan helm? Ya, sudah, pasrah taruh di atas stang motor.

Dari hasil ngintip di google juga, akhirnya, saya mendapat ide untuk memodifikasi celana jeans agar mampu disusupi knee protector Komine SK-635 yang saya beli di Proridershop STC Senayan.

Komine PK 715 Kevlar Denim

* Gambar dari : rakuten

Intinya meniru konstruksi celana denim Komine PK 715 yang harganya sekitar Rp 1,3 juta itu. Maklum ada pelapis kevlar dari DuPont. Sementara modifikasi jeans ke tukang permak cukup modal Rp 30 ribu plus potongan kain furing doang:mrgreen:

Knee Protector Slip-On2

Walau begitu, knee protector ini sudah CE Approved (lulus uji kelayakan produk di Eropa) dengan standar European Norm EN-1621-1.

Apa arti EN-1621-1 ? Ini dia dari wikipedia :

In Europe there are two standards covering “motorcyclists’ protective clothing against mechanical impact” – EN 1621-1:1997[1] and EN 1621-2:2003.[2] Both standards assess the performance of protective devices by measuring the force transmitted through it when impacted by a falling mass.

EN 1621-1:1997 assesses devices that are designed to protect the shoulder, elbow and forearm, hip, knee and lower leg regions. The test apparatus consists of a mass of 5 kg with a 40 mm x 30 mm striking face, dropped onto the sample mounted on top of a 50 mm radius hemispherical dome. The anvil is further mounted onto a load cell, allowing a measurement to be made of the force transmitted through the protector. The kinetic energy of the falling mass at impact is required to be 50J.

A protector subjected to this test method is deemed to conform to this standard if the average transmitted force of nine tests is less than 35 kN, with no single test result exceeding 50 kN.

OK? Bawa celana ke tukang bubut tukang permak jeans. Sodorin sketsa kantong protektornya, ukur, dan tunggu 1-2 hari. Maka celana jeans pun siap dipakai riding harian atau turing.

Knee Protector Slip-On

Mlipir ke toilet umum atau mampir salat di masjid pinggir jalan pun tak perlu lagi lepas knee protector.

Praktis bukan?🙂

29 responses to “Knee Protector ‘Slip-On’ Lebih Praktis

  1. Ping-balik: Knee Protector (Bagi Saya) Tidak Cuma Melindungi Dengkul | Learning To Live·

  2. Minta foto detail jahitannya dong Mas, kali aja nanti sewaktu2 niat bikin beginian…

    Tapi tetep enakan di luar sih. Selain bisa mencegah cipratan lumpur langsung ke celana, bisa juga iseng2 buat kneedown😀

    • Lhaah itu ada contohnya. Konstruksinya mirip kantong celana. Hanya saja dijahit di dalam. Lagi pula enakan di dalam mas bro. Anget:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s