Preeet…Bengkel Ini Lebih Motorsiawi Dibanding Bengkel Resmi


Sebenarnya ini ritual biasa:ganti oli. Namun saya takjub, karena mekaniknya memperlakukan motor saya dengan penuh rasa motorsiawi. Padahal cuma ganti oli, yang di bengkel resmi yang biasa saya sambangi, mengurasnya hanya disemprot-semprot pakai kompresor. Preeet…preeet…preeet…. begitu bunyinya:mrgreen:

Kejadian ini hikmah dari pindahnya toko oli langganan di Pasar Motor, Kebayoran Baru. Karena sudah waktunya ganti pelumas, saya iseng mencari oli yang selama ini saya gunakan – Motul 5100 15W50, di bengkel ternama sekitar rumah. Ternyata ada, harganya memang lebih mahal beberapa ribu rupiah dibanding toko di Pasar Motor. Tak apa, toh efisien waktu dan lokasi.

Lalu motorsiawinya seperti apa? Lha wong cuma ganti oli?

Ini dia, goyang kanan cuuurrrr….

Goyang kiri ciiiirrrr….

Ho ho ho, cara menguras oli di dalam mesin yang berbeda. Setelah oli dikuras, motor digoyang perlahan kiri-kanan. Maksudnya agar oli yang ada di mesin bagian bawah dapat dikuras lebih banyak. Mungkin sekitar 10 kali si mekanik menggoyang bodi Dewi Persik, eh bodi motor. :mrgreen:ย  Setelah benar-benar tiris, tandas, tuntas-tas, barulah disemprot menggunakan angin kompresor.

Sepele bukan? Tapi bagi saya, perlakuan si mekanik ini patut diapresiasi walau hanya melakukan pekerjaan remeh seperti itu. Bagaimana di bengkel resmi? Sejauh penglaman saya, nggak ada itu upacara goyang kiri-kanan secara perlahan. Yang ada sebatas disemprot angin bertekanan preeeet….preeet…. preeet….ย :mrgreen:

Oh iya, pompa bannya pakai alat ukur digital bro! Mantap to?

Bagaimana di bengkel resmi kawan semua? Apa menggunakan ajian jarang goyang atau merapal angin pret-pretan?๐Ÿ˜€

…….

…….

…….

Eh, eh, eh… bengkelnya opo Pak Koplak?

Nih….

32 responses to “Preeet…Bengkel Ini Lebih Motorsiawi Dibanding Bengkel Resmi

  1. kepercayaan pd “beres” sudah mulai menurun….yg ke beres kebanyakan cuma motor2 yg masih garansi saja, setelah kecewa dan ga puas…pindah ke bengkel biasa.

  2. akan lebih motorsiawi lagi kalo olinya dikuras, di lubang buang gantungin kawat ke bawah agar oli netes, diamkan semalaman agar oli netes habis tuntas, baru besoknya masukan oli yang baru….mantaf!

  3. bener mas, aku juga selalu ganti oli sendiri buka baut bawah dan biarkan oli ngalir dan goyang-goyang dan paginya baru kuisi oli baru , kelamaan ya:mrgreen:

    keep brotherhood,

    salam,

  4. alangkah baiknya juga diselah beberapa kali dengan starter tendang supaya oli lama yang masih ada disekitar saluran oli juga ikut turun kang…..kalo acara semprot-semprotan menurutku malah ga baik, masalahnya kadang angin yang dikeluarkan dari tabung kompressor juga mengandung uap air…kalo sampe masuk kedalam mesin apa ga berabe tuh…

  5. oh…inti ceritanya pengin di goyang nih………
    “goyang muter mbokne!!!” mas..angin kompresor yang tidak disaring bikin air kompresor masuk dan karatan lho……..
    salam komstir oblak!!

  6. kalo mau bengkel resmi sih, cari aja bengkel yang lebih kecil. biasanya, mekaniknya lebih telaten. kalo beres model gede, cuma ngejar waktu. Yah mereka gak salah juga sih, itu kan kebijakan manajemen.

  7. Trik yang saya dapet dengan cara flushing.. agak lama sih tapi lumayan bersih.

    buang olinya pas motor udah ga di pake lagi kalo malem. trus dibiarin semaleman. besok pagi baru masukin oli baru, lumayan bos…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s