P R I D E S


Dia susuri dari selokan ke selokan. Got, kali kecil di pinggir perkantoran, perumahan mewah, kampung, tak luput dari langkahnya. Usianya masih sangat muda. Bisa jadi dia putus sekolah. Namun, yang pasti, dia punya kebanggaan. Prides.

Kenapa? Karena dia tak menjadi peminta-minta, tidak bergaya “polisi” di perempatan jalan, tidak mengacung-acungkan rebana di bus-bus kota sembari mendentingkan besi-besi tajam.  Dia lebih bermartabat. Tak malu, tiada gengsi dengan caranya menghidupi diri. Pengumpul remah ini halal kawan!

Entah sudah berapa ratus kilo pecahan paku, mur-baut, besi, dan sesekali uang logam atau rongsokan ponsel, dia saring dari tengah selokan. Mari kita doakan Si Fulan dan kawan-kawannya ini istiqomah dalam bekerja, dan semoga mereka nantinya mendapat pekerjaan yang lebih baik di masa mendatang. Amiiin!

Iklan

28 responses to “P R I D E S

  1. Ping-balik: PRIDES (3) « Learning To Live·

  2. tapi terkadang, kalau didaerah, saudara kita yang seperti ini, jika melihat kondisi lapangan sepi dan ada barang buruan yang wokeiii, suka berpanjang tangan lhooo, soale dulu pernah kehilangan jeans levi’s 505 pas dijemur yang kata tetangga sekitar diambil oleh saudara kita yang seperti ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s