Test Ride Byson: Handling Mantap!


Ada yang bilang “Nunggu Byson sampe Bosen.” Suara dari bilik sebelah terdengar santun bijaksana,” Byson motornya orang sabar.” Saya sendiri menyebutnya motor hantu. Penampakannya sudah berseliweran nyaris 2 tahun silam di dunia maya dan jalan raya. Muncul resmi baru pada Kamis sore, di Sentul International Kart Race Circuit, Bogor, Jawa Barat. Asyiknya lagi, begitu nongol perdana, Si “Hantu” Byson ngajak test ride! OK!

Begitu kunci kontak on, panel speedometer digital menyala. Indikator engine check – mengetahui kondisi trothle position sensor (TPS) normal atau bermasalah – menyala. Bunyi mesin pun mendesing halus keluar dari knalpot berdesain midship muffler yang sudah dilengkapi catalyctic converter. Sistem elektrik mirip V-ixion: lampu depan belakang menganut sistem DC. Langsung ON jika saklar dinyalakan.

Oh ya, bobot Byson cukup ringan dibandingkan V-ixion. Naik ke sadelnya aura street fighter pun kuat terasa. Kok jadi ingat waktu jajal M1000nya Bro Jade :mrgreen: Masukan gigi dan masuk ke sirkuit. Akselerasi enteng.

Handycap pertama: super bowl dari papan berjumlah tiga buah. Shockbreaker depan (41mm) dan monoshock belakang (adjustable) berguncang sempurna. Cukup empuk dibanding (lagi-lagi) V-ixion 😀 . Selanjutnya manuver zig-zag diantara deretan cone. Surprise! Handlingnya enteng banget. Saya tak kesulitan meliuk-liuk diantara jejeran cone.

Masuk ke track lurus geber habis. Mesin meraung pendek. Gigi 2, 3, dan 4 track kebuur habis karena pendek. Sempat melirik ke speedometer, top speed track pendek itu sebesar 80 km/jam. Menikung ke kanan sambil jaga RPM, handling stabil. Sempat jajal rem depan (dua piston dan diameter cakram 267 mm) terhitung pakem. Rem belakang teromol cukuplah membantu menghentika laju. Soalnya, sehari-hari saya jarang menggunakan rem belakang. Jadi teromol atau bukan, bagi saya tak berpengaruh.

Begitu seterusnya di sirkuit kecil Sentul. Meliuk, mencoba rebah, down shifting cepat, dan semacamnya. Saya mencoba pindah gigi rendah secra ekstrem untuk mengetahui engine brake dan suara mesinnya. Ada yang bilang suaranya kasar ketika RPM meninggi (akselerasi dan deselerasi), tapi saya merasa itu normal.

Yang paling saya kagumi dari Byson, selain tampangnya yang muscle itu, adalah handlingnya yang mantap. Enteng. Jauh lebih ringan dibanding V-ixion saya. Namun, soal responsif dan tarikan ehm… Byson inferior dibanding kakak kandungnya itu. Walau begitu, bagi yang seneng gaya, alonrider, dan pengen terlihat macho Byson patut dipertimbangkan. 😀

Iklan

27 responses to “Test Ride Byson: Handling Mantap!

  1. gan… pengalaman dan comment shockbreaker bysonnya kok berbanding terbalik dengan yang saya punya ya? Shock byson saya keras. Jauh lebih keras dibandingkan shock Tiger yang pernah saya miliki. Saya ganti YSS, ternyata jauh lebih keras.
    Ada solusi enggak?

  2. Ping-balik: RACUN YAMAHA BYSON : stop lamp di buntut yamaha byson « PERTAMAX GAN____________________________________________________tapi belinya cuma premiun·

  3. ini dia daya jualnya byson..jangan cuma dibilang jual style, masih banyak yang bisa dijual…gimana sih petinggi ymki???!!!
    *kaboooor ah….
    (siap2 jualan paket bore up 250cc Byson)

  4. he he he…tuku byson trus mesine di make up sedikit biar ngacir….he he he…tampang garang powernya masih bisa di up…mantap

    • Mas, crankchase Byson = V-ixion. Ada kemungkinan para modifikator bakal swap engine. Soale, kata salah satu manajer servis Yamaha, engine mountingnya sama persis dengan V-ixion. Bisa dibayangkan Byson bermesin V-ixion bukan? 😀

  5. dalam hati pasti ngedumel: semprul tenan,kok lg njedul..tiwas tuku vixion ki…bejone wae,tenagane ra pati kuat tinimbang vixion..xixixi..

  6. Ngiler pas nyobak pertama x di daerah Raden Inten Jaktim. Sayang ga bisa maksimal nyobanya 😦
    Meski kudu jingkek cuz postur gw yg mungil, tapi gw penasaran ma Byson 🙂
    Pen indent, tapi lagi2 ragu dengan gosip kehadiran adeknnya si Pio, nu facelift Scorpio…
    So mendingan nunggu aja x yaahh… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s