Riding Honda Revo AT (1) : Ketapang – Negare, Bali


Ok brother, ini rute pertama nyobain Honda Revo AT (automatic/matik) dari depan Hotel Mirah, Jalan Yos Sudarso, Giri, Ketapang, Banyuwangi, Minggu pagi, 25 Juli 2010. Lokasi start berada di depan hotel persis, sebelum pertigaan Klatak dari arah pelabuhan.

Tiga puluh menit sebelumnya, tim HC3 PT Astra Honda Motor (AHM) yang diwakili I Nyoman Kesawa dan Teddy memberikan informasi rombongan turing (saya menyebutnya Rematik akronim Revo matik – saya nemu istilah ini dari komentar tamu di blognya Eyang Edo –  dari Jakarta segera merapat ke hotel.

Safety gear pun segera dikenakan. Terdiri dari 5 helem fullface INK Honda warna merah, 3 helm openface INK Honda warna putih, 5 pasang knee and shinbone protector, 5 pasang glove with knuckle protector, dan jaket AHRS dengan elbow dan shoulder protector. Good job Honda!

Saya dan tiga narablog – Mas Tri, Kang Taufik, Eyang Edo, memilih mengenakan helm fullface dan perlengkapan lain. Sedangkan Bro Stephen SL.com mencomot model open face. Alasannya,”Agar gigi dan kumis saya kelihatan,” kata dia sambil nyengir mesum:mrgreen:

Oh iya, saya membawa sendiri glove kulit protector ditambah back protector FOX yang saya lepas dari jaket bawaannya. Ya, biar nyaman saja dan menambah PD saat riding😀

Tak berapa lama, peturing Rematik Jakarta pun melipir ke halaman hotel. Lima unit Rematik langsung diganti rider narablog. Impresi pertama memang bebek habis karena rangka dan modelnya memang moped (bebek).

Yang membedakan, tanpa tuas persneling alias bebek ompong kata sahibul hikayat. Karena sudah menganut injeksi maka ada indikator engine chek di panel spidometer. Starternya pun mirip matik biasa:tekan rem baru bisa distarter. Jangan lupa naikkan standar samping, karena jika tidak mesin tak akan bisa on. Itu karena Rematik ini dilengkapi side stand swicth untuk safety pengendara.

Hotel – Pelabuhan Ketapang

Hotel Mirah: Panah Hijau

Hotel Mirah-Pelabuhan Ketapang: Track biru.

Etape pertama hotel menuju Pelabuhan Ketapang. Jaraknya hanya 4 kilometer. Lokasi koordinatnya Hotel Mirah (starting point narablog) di: 8° 10′ 21.03″ S 114° 23′ 8.6″ E

Jarak segitu, cukuplah untuk warming up riding position dan habit Si Rematik. Di pelabuhan semua unit Rematik dan rombongan masuk ke lambung kapal dan diboyong melalui Selat Bali menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Pelabuhan Ketapang – Negare

Turun dari kapal, peserta turing bersiap menuju perhentian berikutnya: Negare. Jaraknya dari Pelabuhan Gilimanuk ke Negare sekitar 35 kilometer. Nggak jauh sih, tapi lumayanlah buat betot-betot Rematik:mrgreen:

Jalurnya lurus mengikuti Jalan Raya Gilimanuk – Jalan Baluk Satu Negare – Jalan Udayana – RS Umum Negara – Jalan Sudirman. Lokasi stop point rombongan ada di :  8° 21′ 34.55″ S 114° 38′ 10.62″ E

Stop point narablog di Negare (panah hijau)

Akselerasi Rematik, menurut saya, cukup cepat. Mengail 80 km/jam gampang dicapai. Wajar karena nggak ada jeda waktu pindah gigi dan rpm turun seperti bebek manual. Hanya saja, rute Gilimanuk – Negare ini saya belum sempat menjajal top speed. Pada sebuah kesempatan, ketika beraksi bersama empat narablog lain, saya sempat menyentuh 80 km/jam. Selebihnya kecepatan konstan antara 50 – 60 km/jam, tergantung patwal dan road captain.

Jarak 35 kilometer itu, jika boleh saya katakan 90 persen mulus, sisanya berlubang di pinggir dan tengah jalan. Ya, sekalian jajal shockbreaker Si Rematik. Seperti halnya Revo manual, shockbreaker Rematik pun cukup mampu meredam jalan berlubang. Ketika menikung tajam juga stabil. Rem depan cakram dan belakang tromol terhitung pakem, ya mirip-miriplah dengan motor bebek kebanyakan.

Bagaimana top speed dan akselerasinya akan saya bahas di postingan selanjutnya. Test kedua ini lebih trengginaaaazzzz….!!!:mrgreen: Melibas jalanan sibuk Kota Denpasar menuju bibir pantai Jimbaran. Ada jarak tempuh total, kecepatan rata-rata, dan kecepatan maksimum. City riding kali ini tak lupa saya menghidupkan GPSed di ponsel. Sabar ya, nguli dulu :mrgreen:

***

NOTE : jalur Hotel Mirah-Ketapang-Gilimanuk-Negare saya buat manual, drawing menggunakan software GPSed. Itu karena saya lupa menghidupkan fitur GPS tracking di ponsel saya. 🙂

12 responses to “Riding Honda Revo AT (1) : Ketapang – Negare, Bali

  1. gak abis pikir dach…..kalo liat spesies Revo,
    dah sukses dgn Revo 100 cc ‘n Absolut nye,
    muncul lg neh Revo AT-nya…………
    Booming abis yah bro spesies Revo…….
    di nusantara tercinta kita ini…….

  2. Honda lagi lari kencang ya bro……
    belon abis era Scoopy, dah muncul PCX, eh…….
    nambah lagi neh keluarga matic-nya…….
    Memang Honda buat banyak pilihan neh, jd rakyat Indonesia di-bikin puas tuk milih2 yg cocok yah….

  3. Harusnya pakek sarung atau pakaian adat bali minimal tau impressi united sarunger yang biasa kemasjid bawa matic atau para ustat yang pakek jubah, impresinya gimana gitu, bisa nyantol atau eazygoing aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s