Power Commander V untuk V-Ixion dan KLX 250


Gara-gara isu swap engine N250R ke N500R/EX500/GPZ500 di milis Komunitas Blogger Otomotif Indonesia (Koboi), lalu nyasar ke forum Ninja. Mlipir sebentar ke webnya Sportisi dan akhirnya terdampar di kaskus. Yang terakhir ini infonya sangat menggembirakan. Terutama bagi pengguna motor injeksi seperti Yamaha V-Ixion, dan Kawasaki KLX250 (D-Tracker 250).

Itu karena Sportisi menyediakan produk Power Commander buatan Dynojet (terutama) untuk V-Ixion dan KLX 250. Bahkan sudah ditest melalui dyno. Hasilnya, bagi saya, cukup signifikan. Dalam kondisi standar terjadi kenaikan 0,7 DK setelah memasang Power Commander versi 5 ini. Vixion standar powernya 14,22 DK pada 8000 RPM dengan torsi 12,68. Setelah dipasang Power Commander V meningkat menjadi 14,90 pada 8000 RPM dan torsi 13,14. Lihat gambar (klik untuk memperbesar).

Kabarnya bebek injeksi seperti Honda Supra PGM-Fi maupun Suzuki Shogun Fi dapat diinstal Power Commander ini. Jadi siapa bilang sistem injeksi merepotkan? Cuma harga Power Commandernya yang lumayan mahal.😀

Di Amerika Power Commander V dipasarkan sekitar 350 dolar, atau sekitar Rp 3,5 juta. Pengguna V-Ixion dan KLX 250 yang tertarik memasang Power Commander terbaru ini di Sportisi dikenakan harga Rp 3,5 juta. “Termasuk software,  setting menggunakan dyno, dan mapping sesuai keinginan,” kata Mas Prayogo dari Sportisi yang saya telepon semalam.

Ayo bebek injeksi, jangan kalah sama sport injeksi. Biar nggak di usilin sama Kang Benny:mrgreen:

Sumber foto :

motorcycle-superstore.com

kaskus

53 responses to “Power Commander V untuk V-Ixion dan KLX 250

  1. 3,5 jeti…muahal euy..
    mending buat beli bore up kit 60 + sendalpot + AI.
    Power dah pasti lebih gede drpd skedar pasang power comander ajah.

    • iya bang,,mahal amadt,,kalo buat vixi di beli’in mesin yg sport ajah,cuma 850rb,upgrade CC.y udah naik dr 150 jd 190,trus d kasi knalpot yg sebp udah mantebp . . . . .

  2. tekhnologi berkembang nanti nya semua kendaraan bermotor roda dua memakai tekhnologi injektion, karena ramah lingkungan seperti klx 250 yg menganut pada euro 4 standar dari dunia. di indonesia baru euro2. power comannder itu merubah mapping . dari mapping standar ke yg kita mau . sehingga membuat motor lebih responsif dan irit bahan bakar .

  3. yg punya fi max ato tbs,mohon dipinjemkan ke om nadi irama,pak taufik tmc,ato bukan jomblo lagi buat ditest dan direviyu…lumayan lo,promosi gratis…

    Btw,pak yudibatang niku domisili di cikarang ya?

  4. dah ga usah ngarepin orang luar negri untuk mengupgrade performa motor injeksi… bisa-bisa jual motornya buat beli produknya…

    mendingan bersabar dikit untuk menunggu hasil kreasi anak negri sendiri untuk menciptakan produk sejenis, dan yang pasti harganya juga harga dalam negri , yang murah…. meriah…. dan ga bikin naik kolesterol.( lho opo hubungane ? )😀

    dalam proses pembuatan :
    FI-Max by vj racing
    TBS Piggyback by dark_stream

    Tunggu tanggal mainnya di bengkel2 kesayangan anda …!!

  5. power comander kenaikan cuman 0,7 DK lagi, gak worth dengan harganya… apalagi gak video top speednya..xixixii…

    • 0,7 DK itu dalam kondisi standar habis lho. Mesin standar, knalpot standar. Pokoknya factory out lah. Saya memang nggak begitu paham soal speed dan power. But, 0,7 DK itu cukup besar karena motor kondisi standar.😀

  6. Harganya kemahalan 3,5 jeti, uang segitu bisa dapat motor bebek sekon saglondong. Mending nungguin anak forum Vixion dari Cikarang yang lagi riset ECU Racing bwat vixion “progress :
    TBS PIGGYBACK , masih dalam proses desain skematik , berusaha utk me minimalisasi banyaknya komponen y digunakan (all sudah 70%)
    IGC PIGGYBACK , masih di “sket” alogaritma nya , berusaha nge “draw” flowchart programingnya (nge jelimet bgt bro)
    INVERTER , masih nunggu “koil” utk di ukur di kantor (umpet2an ama kerjaan kantor dahh)”
    .. Info lengkap dimari.. http://www.forum-vixion.com/forum/viewtopic.php?f=3&t=2782&st=0&sk=t&sd=a&start=120

    • Harga segitu saya rasa wajar. Lha harga di AS saja sudah dikisaran 350 dolar. Belum shipping costnya, terus biaya dyno test, mapping, etc.
      Tanpa mengecilkan hasil karya anak bangsa, saya kira, untuk saat ini, Power Commander masih yang terbaik.😀

    • Wiiiiiiiwwwwwww…….. TBS PIGGYBACK itu seperti MALOSSI MODULE yah bro….? wah musti riset on dynotest engine terus tuh di semua spek mesin vixi biar ketauan AFR nya seperti Fi-MAX….

      • Waaahhh, asyik nih, semakin banyak persaingan dan riset, semakin menguntungkan buat konsumen motor injeksi. Para konsumen pun semakin terbuka wawasannya, tak lagi phobia injeksi😀

        • benar brooo…. soalnya selama ini org pada phobia dgn sistem injeksi pd motor… kalau bisa lebih banyak lagi yang riset ttg vixion yg injeksi bro…

          • Dan lebih banyak lagi orang yang meriset injeksi bebek seperti supra dan shogun. Eh, tapi mugkin daya tarik riset bebek injeksi kurang kali ya?:mrgreen:

    • Kalau paka PC V, kata Mas Prayogo, selain power nambah bahan bakar juga lebih irit. Bagaimana dengan Fi-Max bro? Soalnya Fi-Max khan ditest di Vixion yang udah mengalami bedah caesar😀
      Eh, harga Fi-Max berapaan tuh?

    • yup muahal kalo cuma dapet 0.7 dk….
      mendingan 3.5jt buat bore up 165cc , air injection, port n polish, protec air filter, busi irridium, 9 power, knalpot racing = 4dk🙂

      • Nggak ah kalau modif mesin ampe segitunya. Bukan buat balap or else. Pengen pakai yang colok, kembali ke standar tinggal copot.😀

        • tapi kalo dipikir-pikir lagi… sayang duit 3,5jt dibuang-buang kalo akhirnya balik ke standar yo mas….

          mendingan dari awalnya memang motor standar ga usah diapa-apain kalo memang cuma buat harian.

          atau kalo mau bisa balik ke standar lagi dan tetap dapat tambahan performa 0,7 dk tanpa 3,5jt mungkin lebih cocok ganti knalpot free flow aja ya mas… pastinya jauh lebih murah.. dan tetap bisa balik ke standar..😀

          • Males ah, copot-copot knalpot. Buka mur-baut segala macam. Kalau ada yang mudah kenapa susah? Jika ada yangharganya terjangkau dan mudah kenapa nggak?
            Kepuasan itu nggak bisa dinilai dengan uang.😀

  7. lha berarti luwih murah pake karbu->CDI to..?? paling jg 500k, xixixi…😆

    gak perlu modal leptop maning buat atur timingnya, tinggal putar switch buat milih mappingnya:mrgreen:

    • Ya repot karbu dong mas. Masih nyari-nyari ukuran yang cocok untuk main jet, pilot jet, setting udara (AFR) manual, dan semacamnya. Malah soyo mumet. Belum nanti ngetesnya di dyno. Nggak cocok, bongkar karbu lagi, nyari ukuran spuyer lagi. Test dyno lagi, test jalan. Ora pas, bongkar lagi, nganti kapalan.:mrgreen: Padahal untuk sekali test dyno dan mapping saja biayanya sudah Rp 1 jutaan.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s