After The Pray


Koran bekas bertebaran di depan sebuah masjid kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat siang.

17 responses to “After The Pray

  1. Like this Posting….:D
    Setuju mas, bahkan khotib wajib menghimbau ke jamaah kalau memang sudah jadi kebiasaan seperti ini.

    • lagi ngetrend kata “mirip” nih…
      mirip AP
      mirip LM
      mirip CT
      emoh ah mirip ndorokakung, dia sudah kisut, aku masih kinyis-kinyis:mrgreen:

  2. lama2 blog ini jadi blog gado-gado,kemarin mirip blognya arie slight..lha yg ni mirip memo-nya pak paman tyo,kadang mirip blognya ndoro kakung..xixixi..tapi gapapa om.lanjutken.

    • Ehm, pembiaran dong? Bukankah ini awal dari kebiasaan buruk yang diwariskan? Alangkah lebih baiknya, kertas koran bekas alas sholat itu dikumpulkan oleh jemaah sendiri atau pengurus masjid agar tidak berantakan dan kumuh seperti itu. Bisa dengan mengumumkan sebelum khotbah jumat, atau sesudahnya. Islam yang mengajarkan kebersihan dan keindahan tak nampak di masjid-masjid. Memprihatinkan bukan?
      COntoh lain, usai solat hari raya di lapangan, pasti banyak sampah kertas koran dan semacamnya bertebaran.
      Tak ada yang mengingatkan. Solusinya ya bawa sendiri tikar buat alas atau sajadah. Malas? No Pain No GainπŸ˜€ . Masa mau masuk surga nggak mau usaha?πŸ˜€

      • solusi yg lbh tepat disediakan tempat2 sampah khusus spy jamaah sholat bisa mengumpulkan alas koran di tempat tsb, persis klo selesai sholat ied, terserah selanjutnya mau dibuang atau jd rebutan pemulung, sing penting lingkungan rapi & bersih kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s