Ampas Teh Tubruk Jadi Pupuk


Teh tubruk, bagi saya, memang istimewa. Soal rasa dan baunya, meski ini subyektif, sangat sulit ditandingi teh instan manapun yang dikemas cantik mirip pocong liliput itu. :mrgreen:


Pesonanya tak hanya sampai di soal bau dan rasa. Teh tubruk juga ramah lingkungan. Bungkusnya yang dari kertas dapat didaur ulang. Selembar kertas pun dapat terurai dalam waktu sebulan. Ampas teh juga dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.

Bandingkan dengan kemasan teh instan yang berlapis-lapis: plastik, kertas, aluminium foil, kain pocong, dan benang. Tentu perlu biaya tinggi dan energi besar untuk memproduksinya. Lagi pula plastik butuh 1000 tahun untuk terurai. 😦

Itulah yang membuat saya lebih menyukai teh tubruk dibanding “teh artifisial”. For me, no doubt about it! 🙂
Bagaimana dengan sobat semua?

Iklan

21 responses to “Ampas Teh Tubruk Jadi Pupuk

  1. tolong artikel ini dihapus saja, karena kalo semua orang pupuk tanamannya pake pupuk teh, jualan pupuk urea bisa macet… dan pabrik pupuk kaltim bisa tidak beroperasi… terus karyawan dirumahkan…. aku juga ikut dirumahkan….. tragis… xi.xi.xi.xi.xi…..

  2. wah saiki nulise tentang makanan dan minuman…….
    teruskan……
    wah mumpung liburan neng omah..nubruk sik aaahhh….
    lha nulis motore neng endi?
    baca tempointeraktif dong

  3. Habis makan kalau tak ditemeni teh rasanya ada yang kurang, ibarat wis mangan ra udud neg, tapi betul kata bro rozi kata kebanyakan dokter kalau makan jangan sambil minum teh karena melarutkan kandungan gizi dalam makanan, mungkin beberapa pakar mengatakan teh tertentu tidak demikian, namun secara umum teh menetralisir gizi sebelum diserap tubuh sehingga asupan gizi ke tubuh kita jadi berkurang. Kalau sudah asupan gizi berkurang kekebalan tubuh akan terganggu, badan akan lebih gampang terkena penyakit, gigi akan lebih gampang ditumbuhi karang gigi, dan juga bisa memperlambat pertumbuhan akar gigi.

    Hah aku selalu ngabisin teh tubruk segelas sebelum makan, segelas setelah makan.

    sek ngeyel tak bandem wajn sisan

  4. ampasnya juga berkhasiat lho,konon bisa bikin tambah gede “senjata” pria xixixixi……, pagi2 bangun tidur ampasnya dipakai buat rendem “senjata”. ini mitos kali yak

  5. Ping-balik: Tweets that mention Ampas Teh Tubruk Jadi Pupuk « alonrider -- Topsy.com·

  6. kok sama seleranya bro….itu menu wajbku abis makan kalo di rumah. istri dah hapal itu jd gak ush dibilangin, sepiring nasi + teh tubruk dah 1 paket itu…hehehe

  7. Habis i orang minum teh tubruk, pam minta tambah lagi..you know..yeaaaahh…. (tomylee.com)

    btw, jadi teh tubruk itu yang murni teh cuma dijemur dan ga dibungkus yang aneh2 ya…..kirain spesial mana gitu…
    berarti ada teh hitam tubruk..
    teh hijau tubruk…

    kalo ane mah teh Shendy forever hihihi……..

    • :mrgreen:

      kang Nadhi, numpang share yaa…

      cerita bro, teh kudu difermentasi dulu. tujuannya untuk inaktivasi enzim polifenol oksidase. kenapa harus diinaktifkan? soalnya untuk menghindari kerusakan enzimatis pada teh itu sendiri… 😛
      sebab, polifenol oksidase kalau tidak diinaktifkan akan merusak katekin [senyawa gizi, antioksidan, aroma, rasa = khas pada teh]. naah ini disebut teh hitam… seperti Gardoe, Gopek, Pendawa Lima, Tang, Tjatut… sayang, yang merck WAJAN gak ada… 😳

      ada juga teh hijau, naah teh ini gak difermentasi dulu bro… cuma dipanasin dengan suhu <100C atau di steam sehingga terjadi inaktivasi enzim. inilah teh hijau, tapi klon teh hijau berbda dengan teh hitam lho… banyakan di Jepang kalau teh hijau… sbenernya sama antara teh hijau dna teh hitam, cuman populasi teh hijau dikiit banget…

      kalo di Indonesia, paling banyak teh hitam dan ditambah melati. jadinya teh melati… 😛

  8. teh tubruk pancen oyeee…..
    sebagian orang nyebutnya teh item, teh tubruk itu yg disaring trus dikocok pake telur ayam kampung + madu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s