Ketika Harus Mengutip


Dunia maya yang renyah ini semuanya dapat terjadi. Termasuk soal copy-paste, yang selanjutnya, agar mudah, saya singkat menjadi copas. Baik copas tulisan, terlebih gambar atau foto. Copas pun macam-macam. Ada yang utuh-tuh copas. Ada pula yang mengutip sebagian, besar atau kecil.

Saya pun sering mengutip, jika postingan yang saya tulis memerlukan sumber atau referensi lain. Atau justru, tulisan saya diilhami oleh berita atau foto dari situs lain. Dan kutip-mengutip ini sangat wajar terjadi, karena internet menyediakan jutaan informasi bagi pengaksesnya.


Pada dasarnya, lebih baik kita meminta ijin terlebih dahulu kepada yang empunya foto atau tulisan, jika akan mengutip sedikit, sebagian, atau seluruhnya. Apalagi jika di situs atau blog tersebut tercantum alamat kontak yang dapat dihubungi.

Seperti ketika saya menulis soal Barry Sheene, pembalap legendaris asal Inggris. Ternyata ada seorang penggemar beratnya yang mengoleksi foto-foto bekas pembalap Suzuki itu secara lengkap. Hebatnya lagi, Gerard Kampen, si kolektor foto itu, membuat situs dedicated Barry Sheene.

Saya hubungi melalui email Gerard Kampen yang tinggal di Belanda itu, isinya begini :

Eh, tak sampai lima menit, datang email balasan dari Mr KampenΒ  :

Esoknya, ketika postingan terbit, saya email kembali Mr Kampen. Isinya begini :

Gampang banget bukan?

Lalu bagaimana jika si empunya tulisan atau gambar susah dihubungi? Menurut saya, tinggalkan pesan di situs atau blognya itu. Atau berilah tautan (link) tulisan, gambar, foto, dan semacamnya. “Jejak” maya ini, setidaknya semacam ucapan permisi kepada si pemilik properti.

Lalu bagaimana jika tulisan kita atau foto-foto yang sudah kita buat dengan susah payah dicopas tanpa ijin? Saya teringat dengan nasihat narablog senior ketika ditanya persoalan yang sama. Intinya seleblog itu menasehati begini. “Dijawil (dibecandain) saja itu yang copas tulisan. Eh, tulisanku bagus ya? Jadi malu diambil sampeyan.”

Lha, kalau nggak mempan gimana? “Ya, itung-itung itu amal sampeyan. Toh, kita sudah mengambil banyak di jagad maya.”

***

NOTE * : Terinspirasi postingan ini yang fotonya “dikutip” media otomotif terkemuka.

NOTE** : Foto Srimulat diambil dari Jawa Pos dan Kompas.

Jika ingin tahu rambu-rambu cyberjournalist dapat dibaca di sini.

29 responses to “Ketika Harus Mengutip

  1. eh mbah… ini sudah lama jadi draft tulisan, tapi sampean nyolong start, yo wiss…

    saya juga sering nyulik foto dari beberapa site atpm luar negeri dan motogp, tapi yah karena foto mereka ada watermarknya, selesai sudah. Kalo gak ada, tinggal tulis foto: bla…bla…bla…

    Nah beberapa minggu lalu, eh ada site multiply yang abis motokopi tuh tulisan tentang helm dari si bodats. Memang sih mereka jelas-jelas menyebutkan sumber tulisan dan foto sudah di watermark. Tapi kok yang gak ngomong yo? Yah cuma bisa senyum aje sih.

  2. wah….
    ane sudah praktekan sih bos, kalo ada gambar saya minta dengan orangnya. kadangkala kalo ada artikel yang saya kutip, saya cantumkan sumbernya atau kasi backlink ke blog atau situsnya…makasih bos atas tambahan infonya
    oiya, silakan berkunjung ya….ada bonus browser baru dari Microsoft, GRATISSS!!!
    http://engeldvh.wordpress.com/2010/02/28/pivot-suksesor-atau-mempelai-ie/

    lapak saya yang lain:
    http://engeldvh.wordpress.com/2010/04/20/rocket-dock-aplikasi-launcher-di-windows/
    http://engeldvh.wordpress.com/2010/04/18/editlah-file-pdf-dengan-pdf-ocr/

  3. betul betul betul…
    alhamdulillah saya selama ini berusaha minta ijin kalo ada artikel menarik yg mau saya co-pasπŸ˜€
    kalo tulisan saya, kayaknya gak bakal di co-pas deh..lha wong gak jelas blas..πŸ˜›

    • Kalau diperhatikan, semua persoalan yang ditampilkan Srimulat itu selalu happy ending. Meski di beberapa scene ada konflik, tapi dapat diselesaikan dengan semangat humor khas Srimulat.πŸ˜€
      *sok filosofis*

  4. Hidup konten lokal!hehehe,mendingan njepret sendiri aja deh…
    Ternyata agak repot juga ya jadi wartawan yg baik itu om..

    • Betooool Lik, memang paling afdol itu njepret sendiri, apapun hasilnya. Eh, menjadi yang baik itu tidak hanya profesi ternetu saja lho? Semua profesi pasti ada kode etiknya. Bahkan, manusia yang “tidak punya profesi” pun musti tunduk pada “kode etik” bernama agama dan sunah rasul yang menyebarkannya. Bukan begitu?πŸ™‚

  5. Beberapa artikel dan foto blog SL.com ada yg dicopas habis utk forum website. Umumnya mereka tak melakukan ijin. Artikel yg dicopas kadang ada sebutan sumbernya “dari sini”. Nyeebelin.. mangkanya foto2 baiknya harus pake watermark.

    • Hmmm… yang dimaksud komersil itu opo ya mas? Apakah untuk ilustrasi berita? Atau untuk iklan? Tentu, keduanya beda peruntukan dan lain “penanganan”.

      Terlepas dari kredibilitas si jurnalis ataupun perusahaan tempatnya bernaung, menurutku, jika sebatas “hanya” untuk ilustrasi tulisan, saya masih bisa menoleransi. Toh, media yang bersangkutan sudah mencantumkan sumbernya di kredit foto.
      Kecuali, tak ada kredit fotonya. Itu yang, bagi saya, sedikit mengganjal. Dan, mungkin, dalam situasi tertentu perlu “dijawil”.

      Lain halnya, jika foto yang diambil itu untuk keperluan iklan yang jelas komersil. Nah, soal ini, saya kira Mas Taufik dan rekan-rekan lawyernya lebih faham.πŸ˜€

  6. wah juragane TI ini memang jurnalis sejatiπŸ™‚
    β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘
    β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–ˆβ–€β–ˆβ–€β–ˆβ–‘β–ˆβ–€β–ˆβ–‘β–ˆβ–€β–ˆβ–‘β–€β–ˆβ–€β–‘β–ˆβ–€β–ˆβ–‘β–ˆβ–€β–ˆβ–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘
    β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–ˆβ–‘β–ˆβ–‘β–ˆβ–‘β–ˆβ–„β–ˆβ–‘β–ˆβ–‘β–ˆβ–‘β–‘β–ˆβ–‘β–‘β–ˆβ–„β–ˆβ–‘β–ˆβ–€β–€β–ˆβ–‘β–‘β–‘β–‘β–‘
    β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–ˆβ–‘β–‘β–‘β–ˆβ–‘β–ˆβ–‘β–ˆβ–‘β–ˆβ–‘β–ˆβ–‘β–‘β–ˆβ–‘β–‘β–ˆβ–‘β–ˆβ–‘β–ˆβ–„β–„β–ˆβ–‘β–‘β–‘β–‘β–‘
    β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘β–‘

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s