Iman Sebatang Duri


”Hai Abu Hurairah! Singkirkanlah duri dari jalan yang akan dilalui orang yang lebih mulia darimu, lebih kecil darimu, lebih baik darimu,
dan bahkan orang yang lebih buruk darimu.

Jika engkau berbuat demikian, niscaya Allah membanggakan engkau kepada para malaikat-Nya.

Dan barangsiapa dibanggakan Allah kepada para malaikat-Nya, niscaya ia muncul pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala yang buruk.”  (Hadits Nabi Muhammad SAW).

Duri bisa berarti paku, beling, patahan ranting, atau benda-benda yang dapat mencelakai orang lain. Menyingkirkan duri atau paku dari jalan sangat sangat gampang sekali. Namun, siapakah dari kita, di jaman ini yang ringan hati melakukannya?

Adakah yang berhenti sebentar, jika ada paku di jalan komplek, pecahan beling di gang kampung, lalu membuangnya atau menyingkirkannya di tempat yang aman?

Jarang. Langka sekali kita melihat orang menyingkirkan duri di jalan. Bahkan ketika banyak paku bertebaran di bawah sandal-sandal para jemaah yang menuju masjid.

Lebih luas lagi, menyingkirkan duri, esensinya juga dapat berarti ikhtiar untuk menyelamatkan mahluk lain dari kemungkinan bencana.

Saya menemukan tulisan menarik di sini tentang perbuatan baik yang terlihat remeh ini. Saya cuplik sebagian :

Rasul SAW bersabda , “Ketika seseorang melihat ada batang duri yang menghalang di jalan seraya menyingkirkannya”. “Fasyakarallahu lahu faghafara lahu” Allah berterimakasih kepada hamba (maka Allah berterimakasih padanya dan mengampuni dosa dosanya).

Allah tidak butuh jasa, tapi hamba ini telah berjasa kepada orang – orang yang akan lewat di jalan. Mungkin muslim, mungkin non muslim, mungkin hewan dan lainnya. Tapi Allah lihat jiwa yang baik, Allah lihat perbuatan yang indah dan mulia yang dicintai oleh Allah.

Alhamdulillah, saya sudah melakukan ikhtiar ini sejak setahun lalu. Pertama kali melakukannya memang terasa “aneh”. Tapi lama-lama dada ini terasa lapang. Cobalah sobat. Semoga karunia dan berkah Allah SWT menyertai kita semua. Amiiin.

Iklan

4 responses to “Iman Sebatang Duri

  1. bagaimana jika yg dimaksud adalah sepanjang perjalanan hidup kita jangan menjadi duri bagi orang lain… sebisa mungkin mengikis kebiasaan2 buruk yg ada pd diri kita sehingga tdk merugikan orang lain atau diri sendiri….. misal: kalo biasa pethakilan kebut2an dijalan ya mulai diubah jangan pethakilan biar ndak mencelakakan orang lain….. jd tidak hanya sekedar makna yg ada dr membersihkan duri dijalan … tetapi bagaimana kita menempa diri membersihkan hati kita dr perkara2 yg membuat kita menjadi duri yg melukai orang lain sehingga menjadi lebih baik lagi…..
    mudah2an begitu….. salam sejahtera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s