Riding in Heavy Rain


Adalah lumrah sebagian besar biker berteduh kala hujan. Entah tidak membawa rain coat atau malas menerabas guyuran air langit. Hanya sebagian kecil pengendara motor yang – dengan berbagai alasan; diburu waktu atau pekerjaan –  meneruskan perjalanan kala hujan deras.

Saya salah satu diantaranya. Bukan untuk mengejar tenggat atau jadwal rapat. Tetapi karena memang saya menyukainya. Riding in heavy rain, bagi saya merupakan sensasi yang tiada duanya. Seperti massage langsung dari alam.🙂

Tentu saja rain gear memegang peran utama agar rider merasa nyaman menembus derasnya hujan. Cuaca seperti itu juga membuat jarak pandang menjadi terbatas. Motorcyclecruiser menyebut dua hal penting kala menembus hujan: traction dan vision.

Traction: biker benar-benar tahu batas kemampuan motor dalam menjejak jalanan berair. Dalam hal ini kombinasi putaran mesin, kecepatan, dan traksi ban.

Vision : rumus seeing  and being seen (melihat dan terlihat) wajib dipatuhi. Kenakan rain coat warna terang dan atau dilengkapi pemantul cahaya (scotchlite) serta menyalakan lampu utama.

Nekat? Gila? Kurang kerjaan? Ah, nggak juga. Riding saat hujan itu memang berbeda menyikapinya bagi setiap orang. Ada yang membencinya setengah mati. Namun tak kurang banyak yang menikmati. Like me!🙂

“Kontradiksi” itu pula yang menjadi ispirasi Shirley Manson, vokalis Garbage, band post-grunge asal Wisconsin, Amerika Serikat. Pada 1995, dia begitu suka citanya kala hujan hingga melantunkan  I’am only happy when it rains …

16 responses to “Riding in Heavy Rain

  1. Naik motor saat Hujan memang punya sensasi tersendiri..Yang penting keselamatan harus di utamakan…Aku juga sangat menikmati naik motor saat hujan…

  2. Kalau pas pulang kerja tak trobos kalo ujan gede…
    Tpi kalau pas berangkat yo…Ngeyop..
    tpi hati2 kalau pas bawa ponsel harus di off dulu karna ada kejadian org naik motor tersambar petir gara2 hp di on nin pas menerabas hujan gede…

  3. @LEKDJIE
    lho lagi ngerti to?
    heehhehe😳
    aku nek kudanan tapi tujuane mulih, malah kadang ra nganggo mantel. udan-udanan tenan, tekan ngomah adus banyu anget, nyruput teh anget, dikancani gedhang goreng, karo internetan.
    tambah nak nan, yen karo dipijeti bojone
    wisss ta laa, uenake puol

    lho….iki ngomong udan apa medang to

  4. Kalo aku lihat tujuan,
    Kalo “berangkat” mendingan berteduh alias “Nunut ngiyub kula nunut ngiyub, ajeng mantuk ra nggawa payung”😉
    **didi kempot mode**
    Kalo “pulang”, amankan barang2 elektronik, terus, goooooo…..terjang itu hujan…tapi very very defenssive riding

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s