Sampah KPP Cibinong


Asap pembakaran sampah mengepul di sudut lahan parkir Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Cibinong. Entah sudah berapa lama sampah aneka rupa itu tertimbun di sana.  Sampai-sampai bak sampah ukuran besar itu tak muat menampungnya. Sungguh nelangsa orang yang ada di sekitar bak sampah itu. Asap pembakaran yang sangit itu membuat mata pedih dan baju bau tengik.

Kondisi itu saya temui Rabu pekan lalu (23/12), saat menyerahkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Yang membuat saya terenyuh, cara penanganan sampah secara sembarangan itu berbanding terbalik dengan apa yang selama ini dikampanyekan Pemerintah Kabupaten Bogor: penanganan sampah dengan cara 3R (reduce, reuse, recycle).

Padahal Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor, sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap penanganan sampah, lokasinya tidak terlalu jauh dengan KPP Cibinong. DKP pulalah yang setahun belakangan ini gencar menyerukan kepada masyarakat umum untuk melakukan pengelolaan sampah mandiri  melalui program 3R.

Melalui sejumlah fasilitator yang mempunyai minat dan kemampuan mengelola sampah mandiri, DKP memberikan pelatihan, edukasi, dan bantuan bagi warga masyarakat yang ingin mengelola sampahnya sendiri.

Sayangnya, program bagus itu sepertinya belum menyentuh kantor-kantor dinas di sekitarnya. Artinya , belum dapat merangkul para pejabat pemerintah setempat untuk bersama-sama peduli penanganan sampah.

Bisa dimengerti jika masyarakat pun sulit untuk mengubah mindset soal sampah. Selama ini sampah dikonotasikan bau, tidak bermanfaat, tidak ada nilai ekonomis, dan segenap stigma negatif lainnya.

Untuk mengubah pola pikir itu, warga perlu contoh langsung dari para pemimpin formal dan non formal, para key opinion leader (KOL), para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan sebagainya.

Jika saja para pemimpin itu melakukan contoh dengan tindakan nyata: mengelola sampah mandiri di lingkungan tempat tinggalnya seperti yang dikampanyekan, efeknya akan langsung terasa di masyarakat.

Warga akan berpikir “Waaah pak bupati, camat, lurah, ustad, pendeta, ketua parpol, ketua RW, ketua RT, mau mengelola sampah. Mereka tidak hanya omong doang. Yuk kita dukung ramai-ramai!”.

Bukankah rakyat itu sebagaimana pemimpinnya?

Iklan

4 responses to “Sampah KPP Cibinong

  1. untuk yang ini follower gak ada ruginya kok….

    salam teromol, biar teromol bisa jadi anak mol (disambung2in,maksa dikit..)

    Oalah Cak Giri, blognya semaput terus nyampah disana-sini. Bisa-bisa didaur ulang sampahnya. :mrgreen:*teromol yang bukan dodol

  2. bagaimana kalo sampeyan jadi blogger PertamaX yang memelopori di cibinong?
    wah,bro nadi yang rem belakang masih teromol aja mau berkotor ria….

    Ooo … jangan salah bro, saya dan keluarga first mover mengolah sampah rumah tangga sejak 3 tahun lalu. Jauh sebelum Kab. Bogor gembar-gembor 3R. Karena itulah, istri saya direkrut menjadi fasilitator 3R di Cibinong.
    Kalau sampeyan sempat jalan-jalan ke Kantor DKP Kab. Bogor, beberapa foto komposter itu berasal dari saya. Hehehehehe….
    Oh iya, olah sampah itu tidak harus kotor lho! Khan pakai APD (alat pengaman diri). Tetap safety first. *Biar teromol asal tidak trondol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s