Hukum Pasta Gigi?


Hari ini, sejarah hukum Tanah Air mencatat dengan kemilau : Prita bebas murni. Bebas dari segala dakwaan perbuatan mencemarkan nama baik.

Tempointeraktif memberitakan, Ketua Majelis Hakim, Artur Hangewa, membacakan putusan,

“Menyatakan tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar pasal yang dituntutkan.”

Fiiiuuuh, perlu proses yang amat panjang dan melelahkan hingga putusan itu dibacakan tadi siang di Pengadilan Negeri Tangerang.

Beberapa saat saya tercenung. Masih terngiang di kepala dukungan yang mengalir deras dari masyarakat terhadap ibu dua anak ini. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan seluruh lapisan masyarakat melalui jejaring dunia maya yang menuntut pembebasan Prita. Masyarakat menilai, keadilan tidak berpihak kepadanya, dan itu patut didukung.

Saya lantas teringat pasta gigi yang ada di kamar mandi. Untuk mengeluarkan pastanya perlu ditekan.

Malah dipencet agak keras jika isinya sudah hampir tandas.

Saya menjadi berpikiran: apa perlu ditekan bertubi-tubi, dipencet agak keras, agar isi (keadilan) itu keluar?

Ah, semoga prasangka ini hanya menjadi bunga tidur di siang hari. Justice is blind!

6 responses to “Hukum Pasta Gigi?

  1. pasta gigi? odol?
    jadi ingat asongan nawarin dagangan,..tahu-tahu,sabun-sabuunn…,sikat..odol-odol..njerone…
    xi..xi..xi

  2. Peribahasa yg sangat menyegarkan:hukum pasta gigi.semoga saja mengandung kalsium dan fluoride,biar giginya kuat+putih.cling!πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

    Hiiiiishh, wengi-wengi malah sikatan……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s