Biker Warisan


balap mini trail

Tiap kali ngomongin safety riding, biasanya disertai contoh perilaku semprul para biker-driver di jalanan. Lengkap dengan foto-foto pendukung. Tentu agar tidak dianggap postingan hoax. Seperti situs maludong.com ini yang mendokumentasikan perilaku para pengguna jalan. Juga ada beberapa blog yang rutin membahas keselamatan berkendara seperti milik Bro Edo dan Bro Andry ini.

Kadang, saya juga kerap membahas persoalan yang sama. Namun, lama-lama saya berpikir, sepertinya para pengendara semprul itu mendapat warisan semprul dari lingkungan sekitarnya. Dan yang paling kuat pengaruhnya adalah keluarga! Terutama para orang tua.

Saya sedikit melakukan riset lapangan mengenai warisan semprul ini. Anak-anak itu ternyata mendapat contoh dan “bimbingan” semprul justru dari orang tuanya. Nah, orang tuanya ini, mungkin juga meneruskan kesemprulannya itu dari kedua orang tuanya.

Apa sih contohnya? Pasti brother sering melihat anak kecil dibonceng tanpa helm oleh orang tuanya yang juga tak berhelm. Tidak hanya di dalam komplek, tapi juga di jalan raya. Apalagi kalau bapaknya berpotongan ABCD (Abri Bukan Cepak Doang), badan gede, item, dagu tegak, serasa dibekingi raja jalanan itu si anak.

Atau pernahkan melihat seorang ibu yang memangku anak balita di jok depan mobil? Parahnya tanpa memasang sabuk pengaman pula. Safety belt diciptakan tentu dengan pertimbangan dan riset yang mendalam. Bukan sekadar disampirkan di pundak dan melintang di pinggang.

mio non helm

Kita tahu, anak itu paling mudah meniru lingkungan terdekatnya. Nah, jika yang ditiru sudah keliru, dan dibiarkan terus menerus, anak akan merasa bahwa yang keliru itulah yang benar. Begitu seterusnya. Berulang dari generasi ke generasi.

Menurut saya, solusinya adalah dengan sosialisasi pentingnya keselamatan berkendara di keluarga masing-masing. Saya pun berusaha keras mengkampayekan safety riding bagi anak dan istri di rumah. Minimal kenakan helm ketika berkendara, berapapun jaraknya. Selanjutnya ditingkatkan dengan memakai sepatu, jaket, dan sarung tangan, jika bepergian agak jauh.

Saya berharap, anak saya akan mewarisi kebaikan berkendara kepada keturunannya kelak. Amiiin.

Iklan

5 responses to “Biker Warisan

  1. Waduh..tadi pas traffic light (bw anak gw), pas lampu hijau gw mau jalan, eh.. tiba2 ada bikers nerobos lampu merah dengan santainya. Dengan reflek, gw teriakin bikers semprul itu “Guoblokkk”… nanti anak gw niru suka neriakin bikers semprul ga ya?.. gw jadi nyesel…

  2. Ping-balik: Tweets that mention Biker Warisan « alonrider -- Topsy.com·

  3. Setujuhhhhhhh…..!!!
    Warisan semprul dari orangtua semprul harus dihilangkan dengan seksama dalam tempo sesingkat-singkatnya…
    Tapi,klo blogsemprul cukup dibaca saja deh..
    😀 😀 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s