Mudik Kuliner (8-Habis) : Cabuk Rambak, Bumbu Wijen Segar Wangi.


cabuk_rambak_solo.jpg (1)

Ini tulisan terakhir seri mudik kuliner Lebaran lalu. Sebenarnya, di Solo, masih ada makanan tradisional atau jajan pasar, yang menurut saya layak untuk diposting. Ambil contoh; ketan juruh, klepon, cenil, karak, maupun gendar.

Hanya saja, waktu mudik Lebaran silam, saya tidak sempat mencari makanan-makanan itu. Lain waktu, jika ada waktu dan kesempatan, Insya Allah akan saya tambah lagi tulisan soal kuliner dari Solo.

Edisi mudik kuliner ini saya tutup dengan Cabuk Rambak, yang menurut saya termasuk jajanan khas tradisional. Biasa didagangkan pagi sebagai cemilan. Satu pincuk berisi karak (kerupuk nasi), gendar (sejenis uli dari beras), dan bumbu sambal wijen.

Yang menarik adalah sambal bumbu wijen ini. Saya tidak tahu persis campurannya. Yang jelas ada biji wijen, cabai, dan irisan daun jeruk.

cabuk_rambak_solo.jpg

Bagaimana rasanya? Hemmmโ€ฆ..kriuk-kriuk gurih wangi. Saya sendiri paling suka jika karaknya sudah melempem dan menyatu dengan sambal wijen. Ho..ho..hoโ€ฆsatu pincuk bakal kurang.

cabuk_rambak_solo.jpg (2)

Harganya juga sangat murah meriah. Bakul cabuk rambak langganan rumah saya (di Solo) menjualnya seharga seribu per pincuk. Murah kan?

8 responses to “Mudik Kuliner (8-Habis) : Cabuk Rambak, Bumbu Wijen Segar Wangi.

  1. tambahi lagi khas kuliner Solo yg patut buat wisata kuliner ; ketan bubuk kacang, wedang dongo, timlo, krasikan, sate koyor, selat, bakmi toprak, sambel tumpang, bestik, wedang ronde, lentho, rawon, nogo sari, garang asem, semar mendhem, gempol pleret, tahu kupat, bubur kacang putih, serabi, intip, sego kucing, sego gudhang, sego liwet, soto ndok puyuh dll๐Ÿ˜†

      • oh iyo, leedree makanan favoritku klo nongkrong begadang sama temen2 di hik ( angkringan kali bahasa indonesianya ); ketan panggang setengah gosong isinya potongan pisang tipis & parutan kelapa, trus dilipet, dimakan sbg temen teh nasgitel, wah mantap, jd inget masa2 sma๐Ÿ˜€

  2. nah iki sing tiap mudik selalu ada, dipasar banyak yang jual, biasanya sama nasi gudhangan godong kates๐Ÿ˜€

  3. weh … tulisan kuliner terakhir yaah?? moga2 ada reportase kuliner yg lainnya.mmm..bener2 njawani, eunaaak tenaaann… ditunggu postingan kuliner yg lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s