Tamu yang Seharusnya Mampir


ROSSI06.original

Minggu siang yang ramai. Blitz Megaplex di Hotel Indonesia Kempinsky serasa parkiran berbagai klub motor. Pelataran parkir gedung pun penuh kuda jantan buatan Jepang, India, dan (mungkin) Italia. Ah, keramaian khas pemuja MotoGP.

Di dalam gedung, seorang rekan, berbisik sambil memaki, “Seharusnya MotoGP digelar di Indonesia. Kita lebih punya segalanya dibanding negara tetangga itu.” Kalau saja lampu hijau start belum menyala, sang teman pasti sudah nyerocos kemana-mana. Membandingkan ini-itu, sana-sini, bisa ini-bisa itu….

ROSSI07_0.original

Diam-diam saya juga merindukan balap motor purwarupa itu menderum di Tanah Air. Dalam diam, saya membayangkan betapa riuhnya puluhan ribu penonton memadati sirkuit (Sentul)? Diam-diam, saya menerawang efek berantai ekonomi jika balap bergengsi itu mengaspal di Indonesia.

Diam-diam, pipi saya merona merah, membayangkan umbrella girl lokal dengan kostum terawang, tak kalah dengan gadis payung jiran.

Diam-diam, saya juga ngedumel, ini nonton bareng kok relay dari stasiun ini? Bukan langsung satelit? Kelas capung dan seperempat liter pun lewat. It’s ok, yang penting laga kelas premium tuntas dinikmati.

motogp_in_blitzmegaplex_ghi

Diam-diam, saya merenung, apa ada yang kurang dari manajemen olahraga di negeri ini? Dalam diam, saya bermimpi, saat gelaran MotoGP, gedung-gedung bioskop, mal-mal, café-café, menjadi sunyi sepi. Para pecinta MotoGp beralih kopdar bareng di sirkuit nasional yang menjadi tuan rumah MotoGP seri kesekian.

Lalu kapan dan dimana? Ya ndak tahu, lha wong saya bisanya cuma diam.

Iklan

10 responses to “Tamu yang Seharusnya Mampir

    • Cak Giriiiii…….akhirnya meminang KLX 250 ya? Benar, diam adalah cakram ganda. Dan, benar juga SENTULoyo tenan.
      *melu anyel

  1. @nadi
    maaf mas,motor saya sekarang depan-belakang disc. terima kasih atas pengertiannya..

    @all
    mungkin perlu ditegaskan ke rekan yang berbisik,kita itu sebenarnya punya apa? Sentul?
    apa yang bisa dibanggakan dari Sentul? salah satu penyebab GP Mono mandek,Sentul itu sendiri !!
    benci aku…

  2. mohon maaf sebesar-besarnya buat semua..
    karena satu dan lain hal saya tak bisa mampir kesini..
    sekali lagi saya mohon maaf.terima kasih atas pengertiannya..

    Nggak apa-apa Mas Giri. Kami semua tahu, motor balap sampeyan terkendala masalah rem tromol…..

  3. Tapi sirkuitnya kurang nantang..ikutan mbayangin ah,gimana kalo punggawa purwarupa itu diajak balap ketahanan 12 jam mudik jakarta-solo…kuat ga ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s