Tentang Memilih Jalan


semarang_jalur_mudik2009

“Lewat jalur kanan saja mas. Kalau malam nggak ada polisi. Nggak bakal ditilang.”

Jlep! Haep…haep…

Itu saking susahnya menelan ludah. Saya semakin faham jika ketakutan dan kesadaran itu berdiri di lapangan yang berbeda. Di satu sisi sekelompok orang merayakannya dengan suka rela dan suka cita. Dengan spirit menyala mengabarkan kesadaran itu dari kampung ke kampung, dari bilik satu ke kamar lain.

Sementara di seberangnya, berjuta orang menghadapinya dengan was-was. Takut ditilang.

Bagi saya, riding a motorbike, mirip-mirip ketika kita menjalani hidup. Ada begitu banyak jalan dan pilihan. Jalan yang lurus tidak selamanya terbentang horisontal. Ada kalanya dia sedikit menikung, ada rambu-rambu, dijaga malaikat (polisi), atau justru berkelok-kelok.

sirion_testdrive

Pun jalan sesat, tidak juga harus berliku. Bisa jadi dia mengejawantah berupa jalan pintas di depan mata. Lurus kasat mata, tapi menggendong bahaya di setiap sentinya. Jalan pintas (yang sesat) itu rawan menumpulkan nalar, membutakan mata hati, mengamini mayoritas kekeliruan.

Ah, saya kok menjadi sok suci begini? Apa ini hari Jumat sehingga saya berani berdakwah? Tak taulah. Pastinya, jalan ke kraton dari kadipaten tempat saya tinggal begitu berliku. Enak banget untuk riding.

husqvarna_cileungsi

Suci atau bukan, saya patuh bukan karena takut ditilang. Tapi karena ingat keluarga tersayang.

Bukan begitu sobat?

4 responses to “Tentang Memilih Jalan

  1. @nadi
    bro,jeneng sampeyan Nugroho Adi aja kan? bukan Suci Nugroho Adi? Amit2 jabang bayi…

    @all
    for your information,memilih jalan juga bisa via sms ke bro Nadi.selama ini,Alhamdulillah tokcer dan mak nyus…
    semoga informasi ini berguna..

    • Yoi, Suci Sang Primadona (1977). Sutradara: Arifin C. Noer. Pemain: Dorman Borisman, Joyce Erna.

      Eh, ojo disebar sms-e. Tagihane mbludak cak.

  2. iya neeh bikin ngiri klo pengendara lewat jalur yg salah trus smpnya duluan, tp seneng klo kita duluan karena tuh pengendara ke tilang hehehe…
    sadar diri aja d….

  3. ” Saya patuh bukan karena takut ditilang. Tapi karena ingat keluarga tersayang ”

    Kalimat di atas itu “Gue banget”, memang ketaatan harus timbul dari kesadaran bukan ketakutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s