Mudik Kuliner (6) : Dawet Bayat, Prambanan, Manis Gurih.


dawet_bayat_prambanan_2009

Dawet ini memang unik. Dikenal sebagai dawet Bayat, karena penjualnya berasal dari Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Namun jualannya di Jalan Raya Prambanan, puluhan kilometer dari tempat asal si penjual.

Warung dawet (di Jakarta biasa disebut es cendol) ini juga unik. Cukup berada di pinggir bahu jalan, sekitar satu kilometer setelah Candi Prambanan. Pengendara arah Yogyakarta biasa mampir di warung dawet kiri jalan ini.

dawet_bayat_prambanan_2009 (3)

Sejak belasan tahun silam dawet ini sudah ramai pembeli. Konsumen kebanyakan para mahasiswa atau pelajar yang ulang-alik Solo-Klaten-Yogyakarta. Terutama para mahasiswa pengendara motor. Mereka mampir untuk sekadar menghilangkan dahaga dan rehat barang sejenak.

dawet_bayat_prambanan_2009 (6)

Lebaran lalu, bersama keluarga, saya sempatkan mampir ke dawet kaki lima ini. Wiiiih, dari jauh terlihat antri sejumlah mobil. Pengunjungnya cukup banyak. Setelah beberapa lama barulah gelas berisi dawet saya cicipi.

dawet_bayat_prambanan_2009 (1)

Rasanya? Woooo…..manis gurih, paduan gula Jawa (merah), cendol dari beras, dan santan kelapa, plus dinginnya es. Manisnya pas banget. Suuuueeegeeer….tenan!

Penjual juga menyediakan tapai ketan putih yang dibungkus daun pisang. Pembeli yang suka tapai dapat mencampur kedalam gelas dawet. Rasanya tentu berbeda. Lebih “sangar”.

dawet_bayat_prambanan_2009 (2)

Harganya sangat terjangkau. Satu gelas dijual dua ribu rupiah. Satu bungkus tapai, Cuma gopek. Dawet campur tapai dijual Rp 2500. Selama musim Lebaran, si penjual mengaku dapat menjual 2000 gelas per hari! Sedangkan pada hari-hari biasa, rata-rata terjual seribu gelas per hari. Hmmm…

13 responses to “Mudik Kuliner (6) : Dawet Bayat, Prambanan, Manis Gurih.

  1. keknya eunaak banget neh, nie minuman favo-q, sayang di cirebon jarang jumpai dawet dengan cendol yg tbuat dari tepung beras, n terlalu banyak gula biangnya, cuma ada 1 yg enak, yaitu yg mangkal di pasar kanoman, harganya sm kek dawet bayat, 2500rp.

    • Wooo, sakdurunge mbok wenehi link, wis tak tlusur neng mbah gugle. Lha podo wae nemune. Kirana kuwi adik kelasku kuliah. Tak woco-woco karo tak tonton fotone (dawete lho, dudu uwonge) reportasene kurang gurih. Penasaran pengen nyoba ngiras gempol pleret ki.

  2. nyeger meneh,
    OOT eh aku jane penasaran karo seng jenenge Gempol PLeret ki apa to?


    Aku kerep krungu panganan kuwi, tapi durung tau nyoba (opo wis tau nanging lali yo?). Dadi yo rung wani nulis, lha rung (lali) tau rasane. Opo maneh poto-potone. Neng mbah google sih ono, tapi ora afdol nek urung nyoba dewe.

    • Di Pasar Gede juga ada mas. Saban hari jualan. Dawet selasih Yu Dermi. Waktu mudik kemarin nggak inget kalo Solo ada juga dawet enak. Next time laaah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s