Mudik Kuliner (5) : Soto Gedek, Cungkrungan, Klaten.


soto_cungkrungan_klaten_2009.jpg (1)

Warungnya kecil, kurang dari setengah lapangan badminton. Dinding depan dari gedek (anyaman bambu). Atapnya genteng dipadu seng. Lantai dari tegel kembang-kembang yang sudah kusam karena sering diinjak orang. Tiga meja makan dan kursi dari kayu bentuknya memanjang, khas warung pinggiran.

Warung soto sederhana ini berada di Cungkrungan, salah satu desa di wilayah Klaten. Tepatnya berada di pinggir Jalan Raya Delanggu – Klaten. Kilometernya saya tidak ingat persis. Mungkin sekitar 3-4 kilometer setelah Delanggu arah Klaten.

soto_cungkrungan_klaten_2009.jpg (2)

soto_gedek_cungkrungan

soto_cungkrungan_klaten_2009.jpg

soto_cungkrungan_klaten_2009.jpg (8)

Namun jangan remehkan soto gedek ini dalam soal pendapatan harian. Selama musim Lebaran lalu pendapatan harian bruto mencapai Rp 5,3 juta. Setelah dikurangi pengeluaran, si pemilik mengantongi hasil bersih Rp 3 jutaan per hari. Wuiiiiih….

soto_cungkrungan_klaten_2009.jpg (3)

Hari-hari biasa, menurut pengakuan si pemilik, Bu Titik (kalau tidak salah dengar), pendapatan bersihnya berkisar Rp 1,5 juta. Glek!

Apa sih istimewanya soto gedek ini hingga orang berbondong-bondong mampir makan? Jujur, dalam soal rasa, soto gedek tidak istimewa. Baik rasa kuah maupun campuran sayur didalamnya. Namun, jika soto ini dimakan dengan tahu pong, ditambah lauk ayam kampung goreng dan rempela ati, wooooh…..semangkuk bakal kurang.

soto_cungkrungan_klaten_2009.jpg (5)

soto_cungkrungan_klaten_2009.jpg (7)

Menurut saya, lauk soto gedek inilah yang istimewa. Terutama ayam goreng kampungnya. Rasa gurih begitu menancap dalam daging ayam yang kenyal namun lunak itu. Tulangnya – jangan bandingkan dengan ayam KFC yang banci itu, sungguh keras, khas ayam kampung ndeso.

soto_cungkrungan_klaten_2009.jpg (6)

Berapa harganya? Saya tidak ingat persis satuannya. Kalau tidak salah, harga sotonya cukup murah, Rp 3000. Tahu sebiji gopek. Nah, ayam gorengnya yang rada mahal, Rp 10 ribuan per potong. Ingat per potong ya? Bukan per ekor. Misal sepotong sayap, sepotong paha dan ceker, masing-masing dihargai ceban.

Ya sebandinglah dengan rasanya yang guuurrriiiih nyam-nyam itu.

Iklan

6 responses to “Mudik Kuliner (5) : Soto Gedek, Cungkrungan, Klaten.

  1. beuh… iki toh oleh”e pas mudik wingi hehehe
    mangtab kang, lanjutkan………

    Ho oh, lanjut kabinet berikutnya….

  2. mmmm…soto…oh soto…pasti enaklah dikau… btw kenapa fried chickennya mahal amiir???! (delanggu klaten, jadi inget masa kecil di sono…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s