Balada Biker Semprul dan Co-Driver Sontoloyo


ilustrasi3

Senin dan Selasa ini kok banyak near miss-accident menimpa saya. Dua kejadian pada Senin siang dan tengah malam. Pertama di Jalan Raya Lenteng Agung, depan pertigaan Stasiun Lenteng Agung, arah Pasar Minggu. Kondisi lalu lintas padat merayap karena banyak orang nyebrang dan angkot/bus yang ngetem.

Saya berjalan pelan disamping kiri belakang Honda Jazz warna silver plat B 2171 UP. Jendela penumpang depan dan belakang sedikit terbuka. Mendadak sebiji puntung rokok dilempar keluar. Nyaris kena tangki. Kaget, saya pun rem mendadak. Untung motor dibelakang tak menabrak saya.

Spontan saya kejar mobil sontoloyo itu, jari tengah pun mengacung ke penumpang depan, yang ternyata seorang wanita muda – mungkin mahasiswa. Saya hanya ingin bilang ke co-driver kampungan itu melalui jari tengah “Bodoh, kamu nyaris bikin celaka!”.

Dari spion saya melihat si cewek malah ketawa-ketiwi sambil nunjuk-nunjuk ke arah saya. Kali ini saya benar-benar tak dapat menahan diri. Motor saya pelankan, begitu mini MPV kampret itu mendekat kembali saya acungkan jari tengah cukup lama.

Eh, si cewek masih ketawa-ketawa, sementara drivernya nggak bereaksi sama sekali – mungkin dia serba salah dengan kelakuan penumpang di sebelahnya itu. Penumpang di belakang, seorang cowok remaja, melambaikan tangan ke arah saya.

Mobil kampungan itu kembali saya kejar dan pepet. Kaca helm saya buka, dan teriak “Kampungan kamu. Maksudnya apa ha?!”. Si cowok yang tadi melambaikan tangan berkata – saya tak mendengar persis, hanya menafsirkan kalau dia minta maaf atas kejadian tadi.

Ya sudah. Saya tak mau memperpanjang persoalan. Saya anggap case is closed, cause penumpang Jazz sudah minta maaf – walau si cewek tak berucap sepatah katapun kecuali raut muka bloon yang aneh.

Peristiwa ini mirip dengan yang menimpa rekan saya Bro Caplang di sini.

ilustrasi

Kejadian kedua, Senin tengah malam di Jalan Raya Lenteng Agung, jalur satu arah dekat Effendi Motor. Lajur kanan terdapat rombongan truk yang berjalan pelan. Di depan saya, BMW seri 5 bermaksud mendahului truk dari kiri. Saya pun mengikuti ritme BMW itu.

Dari depan, sebuah motor melaju melawan arah. Tentu saja lebar jalan tidak mencukupi. Karena BMW dan saya berada di jalur yang benar tentu saja tidak memberi jalan ke biker semprul itu. Oalah, setelah kepepet di badan jalan, si biker – tampangnya sih mirip mahasiswa, malah memaki-maki BMW.

Lha iki siapa yang benar, siapa yang salah?! Kok yang salah lebih galak! Wuediyan….!!! Dunia sudah kebalik-balik. Saya yang merasa terganggu, memperingatkan si biker dengan klakson. Weeeladalah… malah makin ngeyel. Yo wislah, tengah malam nggak bagus ribut di jalan. Bye…bye…. biker ndeso.

Yang ketiga, Selasa pagi tadi, di Jalan TB Simatupang lampu merah United Tractor. Arah Pondok Indah lampu lalu lintas masih menyala hijau. Saya dan biker yang ada di depan melaju cukup kencang. Tiba-tiba, dari arah KKO Cilandak, yang lampu lalin masih merah nyelonong sebuah motor bebek.

Pengendaranya seorang ibu-ibu yang memboncengkan anaknya di depan. Ibu itu mungkin mengira lampu sudah hijau karena dia berhenti jauh di depan garis putih. Gawatnya, beberapa biker di belakang ibu turut bergerak maju.

Sontak, motor yang ada di depan saya kelimpungan mengendalikan diri. Ibu-ibu tolol sukses menerobos sambil dimaki-maki rider depan saya. Sementara biker di belakang si ibu langsung stop begitu motor depan saya ridernya galak.

ilustrasi2

Ealah, belum juga satu kilometer dari perempatan itu, saya lagi-lagi hampir celaka gara-gara biker kampret. Dia memotong jarak aman saya dengan sebuah truk boks. Tipis banget jaraknya, karena dia sempat ragu untuk menyalip saya.

Sebelum motornya masuk  ¾ motor saya, sudah saya beri peringatan (klakson) agar tidak memaksa menyalip. Tapi dasarnya biker dongo, dia cuek saja mengambil jarak aman saya dengan truk boks.

Hhhffff….. benar-benar dua hari yang “horror” bagi saya.

Brother, sejauh mana ride with horror bagimu?

Iklan

7 responses to “Balada Biker Semprul dan Co-Driver Sontoloyo

  1. kejadiannya tadi pagi saat mau gawe .. saya dibonceng sama suami, kami dari arah Bekasi menuju Cempaka Putih
    sekitar 30 m setelah pertigaan PTC (PuloGadung Trade Center), ada mobil barang yang panjang (mirip mobil container) mau memutar arah, awalnya mobil itu dalam keadaan parkir di sisi kiri, lalu langsung motong patah untuk berputar. karena mobil itu tiba2 dan juga tidak mungkin berhenti (krn kl berhenti pasti kena bagian belakang mobil) akhirnya diklakson sebagai tanda tahan sebentar krn mau lewat dulu, sesaat mobil itu sepertinya mau berhenti, tapi begitu setengah roda depan sudah di depan supir, tiba2 mobilnya jalan, untung suami dan saya sempat meliukkan badan ke kanan, kalau tidak jaket sudah pasti tersangkut dibagian besi mobil itu ..
    so pasti saya dan suami marah2 .. buka helm, marah sambil acungin jari tengah .. cb kl sempat tersangkut, jatuh dan tergilas .. amit2 jangan sampe ..

    Cara Membuat Website

  2. kalau di korea biker rata2 semprul,itu tuh abg2 yang jadi pengantar makanan yang pake obrog seperti box givi.Motornya bebek,jalannya slonang slonong,ealahh..dasar yo tas isi numpak montor!!!!

  3. Jakarta bro..banyak orang pake motor tapi banyak yg belum paham dgn aturan berkendara motor dan sopan santun berlalu lintas.gw aja pernah crash gara2 peristiwa yg mirip ma cerita BMW td..

  4. sing waras mending ngalah mas…sebagian besar bikers diIndonesia memang seperti itu, yang paling ngeselin kalo pas jalanan macet padat merayap trus ada bikers kampret yang slonang slonong senake udele dewe… tapi setelah masuk dijalan yang kosong, sibiker kampret itu malah berjalan pelan…memble deh…

  5. Hal seperti itu tidak cuma di dapat di Jakarta lho dimanapun bisa, dasar orang ngawur tidak tahu

    Hehehehe emangnya di Surakarta ada yang berani melawan becak dengan acungan tangan ke atas, seolah berkata :”aku Hitler jalan kota Solo”
    kalo ada yang berani ya silahkan, yen aku mending ngerem sik, nunggu becak-e liwat, rasah misuh, terus lanjutkan perjalanan

    Iko kok tkomentar lanjutane dedel duwel koyo ngene? Dicoret-coret ampe gak kebaca. Sepertinya marah yang terpendam. Hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s