Charger Bernama Mudik


kali_anyar_solo_sunrise_lebaran2009

Mudik Lebaran? Hmm, terus terang, bertahun lalu saya agak meremehkan aktivitas tahunan ini. Kala itu, saya memandang mudik lebaran menjadi sesuatu yang merepotkan: sebelum, selama, dan sesudah mudik.

Gambaran jutaan motor yang mengaum dari Jakarta menuju Jawa Barat, Tengah, dan Jawa Timur, ribuan mobil yang berjalan bak keong di jalur selatan maupun utara, membuat saya bergidik melakoni mudik.

mudik2009

Tahun ini, sebelum Ramadan datang, entah kenapa, sayup-sayup ada yang berbisik “mbok kowe mulih sedelok, coba temonono sedulur seko ibumu” (coba kamu pulang sejenak, temui saudara dari ibumu). Bismillah, saya niatkan kuat untuk mudik. Bukan mudik ala kadarnya, alias cuma beberapa hari, seperti tahun-tahun lalu. Tapi mudik yang benar-benar mudik.

Beruntung, saya mendapat cuti yang cukup dari kraton tempat saya mengabdi. Jadi punya waktu lumayan panjang untuk bersilaturahmi pasca perjalanan puluhan jam. Inilah yang menurut saya mudik yang sebenarnya: supoyo ora kepaten obor (agar obor tidak padam: ungkapan yang berarti agar tidak kehilangan sanak saudara).

mudikkarangpandan2009-1

Tidak hanya agar tidak kepaten obor, tapi mudik kali ini serasa charger bagi saya. Ya, charger itu adalah mudik. Energi itu saya rasakan begitu kuat usai bersilaturahmi dengan keluarga dari almarhumah mama saya yang ada di Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah.

Bagaimana tidak? Sudah belasan tahun saya tidak pernah sowan kepada keluarga besar ini. Apalagi nyekar ke makam mbah buyut yang ada di bukit tengah sawah.

mudikkarangpandan2009

Saya merasa agak bersalah, telah melalaikan kerabat yang sebagian besar tinggal di area persawahan dan tegalan ini. Baterai obor yang perlahan padam itu sontak discharge penuh saat bersilaturahmi. Kesempatan itu saya gunakan pula untuk mendokumentasikan silsilah keluarga besar. Alhamdulillah,  dapat terdokumentasi  dalam bentuk tertulis.

mudiknayu2009-1

Perasaan saya begitu lega telah menuruti kata hati untuk sowan ke keluarga besar almarhumah mama. Sore lepas ashar, mendung yang menggantung sedari siang di Karangpandan seketika turun ke bumi. Bau khas tanah kering yang diguyur hujan pun menyebar. Tanah desa memang lain dibanding tanah kota.

kali_anyar_solo_sunrise_lebaran2009-2

Bagaimana? Apakah mudik brother juga memicu energi? Atau juga merasakan bau khas tanah yang diguyur hujan?

Iklan

2 responses to “Charger Bernama Mudik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s