Nembus Seribu Kilometer


vixi 1000 km

Tak perlu waktu lama bagi Vixi The Grey untuk mencatat 1000 kilometer. Motor datang pertama kali pada 10 Juli silam, dan langsung saya easy break-in (in-reyen) hari itu juga. Usai serah terima STNK, The Grey pun menjadi tunggangan harian Cibinong – Jakarta. Jadi hanya butuh waktu kurang dari tiga minggu untuk menggapai seribu kilometer.

Hari ini odometer persis menunjuk 1000 dan trip meter pada angka 12,8 kilometer. Begitu tahu odometer akan berputar mendekati angka 1000, trip meter langsung saya set 0 dari rumah. Akhirnya,  seceng kilometer itu dicapai 12,8 kilometer dari rumah. Lalu di mana lokasinya?

vixi 1000 km (5)

Detik-detik menanti angka 1000, bagi saya, menimbulkan sensasi sendiri. Mirip countdown peluncuran Colombia. Di jalan, saat odometer bergerak dari 990, 991, ……… motor saya pelankan sambil melirik situasi jalan. Odometer terus bergerak 996, 997 ….. mata melihat kiri kanan sambil mengira-ira lokasi bakal berhenti di angka 1000. Apakah di masjid itu? Wah lewat. Apa di rumah bersalin ini? Lewat juga. Jangan-jangan di pertigaan depan sana?

vixi 1000 km (10)

Motor semakin saya pelankan ketika angka menunjuk 998, 999…. Apakah di pertigaan depan itu? Wooo….lewat dikit, akhirnya kilometer 1000 berhenti persis di papan RW Siaga, Jalan Raya Parung Serab, Depok, Jawa Barat. Tepatnya di RW 01, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya.

vixi 1000 km (4)

Buka tank bag, keluarin camera digital, poto-poto speedometer. Selanjutnya, turun dari motor dan meneruskan memfoto lokasi Vixi The Grey kilometer 1000 dari berbagai sudut.

Termasuk foto ngawur yang ini.

vixi 1000 km ngarang

Saya sempat merenung, kenapa pencapaian 1000 kilometer itu tepat berada di depan papan RW Siaga? Saya hanya yakin, bahwa ini memang sudah kehendak Allah SWT. Mungkin hikmahnya, agar saya selalu SIAGA ketika berkendara. Insya Allah.

10 responses to “Nembus Seribu Kilometer

  1. mungkin memang ada hubungannya ama siaga bro ….
    salah satunya biar ikutan jadi suami siaga, or jadi motor siaga, untuk kegiatan desa siaga ….ha ha ha

  2. Sekali2 bikin video top speed dong bro. kaya punya gw dimari http://www.youtube.com/watch?v=dGmK7-po1e0&feature=related


    Waaah, ora wani mas (tidak berani). Lha wong saya ini bukan penghamba kecepatan, cuma pemuja kenikmatan kok. Kalaupun toh membuat bike-on road recording – yang sudah menjadi rencana saya – lebih kepada dokumentasi: bagaimana tipikal biker di Jabodetabek. Mungkin banyak yang bisa kita ambil dari dokumentasi semacam itu. Salam nikmat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s