Timang-timang Antivirus


virus cartoon3

Terus terang saya bingung ketika harus menentukan pilihan program antivirus yang akan saya pasang di komputer.  Ada seabreg antivirus lokal maupun buatan luar yang tersedia di pasaran. Dari yang gratis hingga berbayar.  Nah, kalau ada yang gratis kenapa harus beli? Begitu mungkin asumsi orang.

Begitu pula saya. Sejak dua tahun terakhir, saya enjoy dengan antivirus ini. Dari yang versi 7.5 hingga 8.5. Cukup unduh dari situsnya, install di komputer, updating, dan gunakan untuk memprotek komputer personal (PC) atau laptop selama satu tahun.

Meski demikian, proteksi yang diberikan dibatasi. Idiom lama tetap berlaku “Ono Rego, Ono Rupo” alias harga enggak bohong. Lha wong mau fasilitas lebih ya musti bayar to? Seperti pepatah Jawa yang tetap berlaku selama ini “Jer Basuki Mowo Beyo” – Jika mau baik ya harus mempunyai modal. Itulah yang menimpa komputer saya beberapa pekan terakhir.

Sejumlah file yang saya kopi ke flashdisk menunjukkan terkena virus. Folder-folder diubah menjadi .exe. Anti virus yang terinstal di dalam komputer tak mampu mendeteksi “penyakit”. Muncul niat untuk update versi full, tapi rasanya bakal repot karena harus pakai kartu kredit segala macam.

Seorang teman menyarankan untuk menggunakan antivirus lokal . Karena menurut dia, virus yang ada di komputer dan flashdisk saya buatan anak negeri. Karena tersedia gratis, saya pun langsung unduh dari situsnya. Instal di komputer dan scan. Manjur!

Virus lokal terdeteksi dan tereliminasi dari Virus Idol. Bahkan, antivirus ini juga menyediakan kunci ganda, mencegah autorun terinveksi ulang. Sampai di sini saya merasa cukup. Hanya saja, untuk updating-nya belum tersedia secara on-line. Jika pun ada, tidak setiap hari. Hanya periode tertentu saja.

Dari sini saya kembali bingung. Ndilalah, ada undangan untuk diskusi seputar antivirus dengan Kaspersky yang saya peroleh dari sini. Cepat-cepat saya konfirmasi ke penyelenggara. Akhirnya pada Sabtu, 13 Juni lalu, sekitar 10 blogger mengikuti diskusi yang menghadirkan Gun Suk Ling, Director of Channel South East Asia Kaspersky dan Erwin Yovianto, Product Manager Astrindo Starvision Distributor resmi Kaspersky di Indonesia.

Mengawali acara, Suk Ling secara singkat menceritakan siapa itu Eugene Kaspersky si pencipta anti virus asal Rusia itu. Ada yang menarik dari pengakuan Ling, bahwa blogger Malaysia jumlahnya berkisar 40 ribu orang. Dia mengaku kaget ketika tahu  blogger Indonesia diperkirakan mencapai  1 juta orang hingga 2009. “Wah saya beruntung bisa ngobrol bareng dengan blogger Indonesia,” kata dia.

Saya sendiri datang bersama Bro Ferry Hardono dan Bro Rio Octaviano yang tergabung dalam milis Komunitas Blogger Otomotif Indonesia (KOBOI). Sayangnya Ketua RT KOBOI, Bro Stephen Langitan berhalangan datang. Mungkin takut tertular virus. Hehehe….

Gun Suk Ling, Director of Channel South East Asia Kaspersky

Gun Suk Ling, Director of Channel South East Asia Kaspersky

Suk Ling pada kesempatan itu memaparkan jika harga retail Kaspersky berbeda-beda di setiap negara. “Disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi setiap negara,” kata Ling. Harga di Indonesia terhitung murah dibanding kawasan Eropa atau Malaysia. “Karena proses produksi CD dan pengemasan dilakukan di Indonesia,” ujar Suk Ling. Harga Kaspersky paling murah, lanjut Suk Ling, dipasarkan di Cina.

Untuk menghindari penyelundupan keluar wilayah negara asal, Kaspersky telah memberikan sandi khusus tiap negara. “Pertama kami lakukan di Cina,” kata Suk Ling.

Bagaimana dengan virus lokal? Tak kalah ganas dengan virus impor kata Erwin Yovianto. “Setiap hari kami mendapat kiriman 15 virus baru dari Indonesia,” kata Erwin. Total virus yang terdeteksi hingga saat ini, Erwin menuturkan, mencapai 25 juta virus di seluruh dunia.

Erwin Yovianto, Product Manager Astrindo Starvision

Erwin Yovianto, Product Manager Astrindo Starvision

Sementara kerugian akibat infeksi virus paling besar terjadi pada 2004, menurut data Erwin,  sebesar 17,5 juta dolar. Pada 2005 menurun menjadi 14,2 juta dolar. Data terbaru 2006 menyebutkan, kerugian akibat virus komputer turun hingga 13,3 juta dolar.

Diperkirakan kerugian financial akibat virus menurun setiap tahun. Meski begitu, serangan virus komputer tetap harus diwaspadai. “Karena tabiat virus kian pintar saat ini,” kata Erwin.

Pintar? Siang itu, saya membayangkan bagaimana jadinya jika virus-virus itu sedemikian cerdasnya hingga mampu menipu si pembuatnya.  Mirip kisah Terminator.

foto bareng blogger with  kaspersky team

Nah, agar tak ngeri-ngeri amat membayangkan era Terminator, silakan longok foto-foto dibawah ini. Mungkin foto-foto ini sudah terkena virus, sehingga komentarnya pun kacau balau bin ngelantur.

gun suk ling said biker blogger

Rio Ferry Blink

erwin astrindo

blogger said

biker blogger with hada

Iklan

6 responses to “Timang-timang Antivirus

  1. Kaspersky emang juara Bro.. cuma satu masalahnya.. virus emangke basmi.. tapi folder yang sudah keburu terhidden… itu kaga bisa lagi dibuat no-hidden….
    kalo di properties.. Pilihan Hidden/no-hidden sudah ter-lock. nah bagaimana ya bro??

    Salam kenal
    Robby-Tangerang

  2. huehehe .. bagus komen2 di fotonya, om. gw sampe ngakak sendiri …. 😀

    btw, kok KAV yg dijanjiin blom muncul di rumah ya? udah terima blom om …? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s