Antara Omni, AHM, dan Edward Forrer


Pekan ini menjadi minggu terpanas pemberitaan Prita Mulyasari, seorang ibu yang disangka mencemarkan nama baik Rumah Sakit Omni International, Alam Sutera, Serpong, Tangerang. Meski kini telah bebas- ditahan sejak 13 Mei silam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita, Tangerang – atas perintah Jaksa Agung Hendarman Supandji.

Jika boleh, saya membandingkan ketidak puasan konsumen yang dialami PT Astra Honda Motor (AHM), Edward Forrer, dan RS Omni. Ketiga perusahaan tersebut ternama, bahkan berskala global. Namun, ketiganya sangat berbeda dalam mengadapi klaim konsumen.

ahm with blogger

Ketika AHM menghadapi kritikan bahkan hujatan yang sangat keras dari konsumen, komunitas, maupun biker blogger, pabrikan sepeda motor terbesar di Tanah Air ini menyikapinya dengan santun. Klub-klub motor yang merupakan salah satu perwakilan konsumen, diundang ke pabrik dan bertanya jawab dengan manajemen.

Begitu pula biker blogger yang diundang khusus untuk factory visit ke pabrik AHM di Cikarang pada 14 Februari silam. Saat itu, petinggi AHM datang komplit. Tidak hanya itu, kritik keras yang disampaikan rekan-rekan biker blogger mendapat tanggapan serius dan dijawab menggunakan data-data yang sudah disiapkan. Tak ada yang namanya debat kusir dan tuntut-tuntutan.

andry protes helm

ferry ahm

Saya, yang saat itu kebetulan menjadi salah seorang peserta bertanya dihadapan manajemen AHM. Intinya: Apakah AHM tidak takut mengundang konsumen (blogger) untuk bertemu langsung dengan manajemen? Bukankah blogger itu independen? Blogger itu adalah pemimpin redaksi, penulis, reporter, fotografer, merangkap lay-out? Blogger bisa menulis apa saja tanpa ada sensor dari redaktur, seperti media massa. Apa tidak khawatir menjadi bumerang?

ahm with blogger (1)

Lalu apa jawaban manajemen AHM? “Kami percaya dengan niat baik rekan-rekan blogger. Karena apa yang mereka tulis menjadi masukan yang berharga bagi kami,” kata Istiani Susiati, Kepala Divisi Honda Customer Care Center (H3C), yang diamini jajaran manajemen AHM. Tanpa bermaksud meng-endorse AHM, dan bukan pengguna motor Honda, saya salut dengan kebijakan AHM soal kritik.

Begitu pula ketika seorang konsumen Edward Forrer menulis di blognya karena merasa dikecewakan. Edward Forrer justru dengan sopan menulis surat ke si konsumen untuk bertatap muka dan bermaksud memberikan pelayanan yang lebih maksimal.

Saya bukan pengguna Edward Forrer. Namun saya memuji sikap manajemennya yang elegant dalam menerima klaim konsumen. Konsumen pun pada akhirnya merasa dihormati hak-haknya seperti yang tertulis di sini.

Sangat berbeda bukan jika dibandingkan dengan kasus yang menimpa Ibu Prita Mulyasari? Kamis (4/6) ibu dua anak ini akan menjalani sidang perdana. Jika Anda rela hati, siapkan dukungan sesuai cara dan kemampuan masing-masing, karena sidang tentu tak hanya berlangsung dua-tiga kali. Minimal mari kita berdoa, agar kezaliman itu segera luntur dari Bumi Pertiwi. Amiiin.

14 responses to “Antara Omni, AHM, dan Edward Forrer

  1. omni-nya sih ga begitu masalah. cuma penegak hukumnya yang bermasalah… tersangka pencemaran nama baik kok langsung ditangkap(ditahan), eh koruptor (bank Bali) kok bisa kabur….

  2. HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

  3. BREAKING NEWS !!!
    JAKSA AGUNG MEMERINTAHKAN MEMERIKSA PARA JAKASA YANG MENUNTUT PRITA, YANG MENURUTNYA
    TIDAK PROFESIANAL.

    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

  4. Td nonton di Chanel In*osi*r., ada 2 konsumen yg disidang krn mengkritik pengelola ITC (klw gk slh).,krn dianggap mencemaran nama baik..
    Mirip dgn kasus Ibu Prita..
    Kalau bgini apakh konsumen hrs bungkam terus & slalu dibodohi??

  5. Wah kebetulan saya juga pemakai sepatu edward forrer, memang kualitasnya sekarang2 menurun dari pertama kali saya beli (2thn lalu), sekarang sudah harga lebih mahal 2x lipat, barangnya cepat rusak! baru seminggu dipake, jahitan lidah pada putus, lidah jadi memble2 ke samping, ngga sampai sebulan tali karet sepatu (pengganti tali sepatu) sudah ada yg putus juga, pokoknya kecewa deh, tolong perbaiki kualitasnya agar sebanding dgn harga yg dibayar. tks.

  6. kenapa berbeda??? karena AHM dan EF sudah belajar marketing for customer satisfaction, sedangkan OMNI hanya belajar marketing for maximize profit tanpa peduli pasien kejepit…….

  7. Setuju sekali!! Seharusnya sebagai lembaga yang melayani publik, RS Omni dapat menanggapi keluhan konsumennya dengan bijak..

    Btw, sebagai salah satu staff Edward Forrer saya makasih banget lhoπŸ™‚ Mudah-mudahan bapak dapat menjadi konsumen kami ya pak.. Dicobain atuh produknya.. hehehehe..

  8. saya sebagai customer care Edward Forrer, mengucapkan terima kasih atas masukan yang telah diberikan kepada perusahaan kami. Bukan berarti kami akan merasa lebih baik, tapi ini merupakan tantangan bagi kami agar dapat melayani customer sebaik – baiknya.

    By the way bapak kan belum menggunakan produk EF, cobain atuh produknya…dengan datang langsung ke outlet atau bisa juga dengan cara memesan produk secara kolektif nanti kita akan berikan diskon dari 20% – 30%.

  9. aku salut ama AHM soal jawabannya . tapi ga pernah ada inovasi yg unik dan fungsional atas nama besar HondaπŸ˜€ . dari dulu bebek bebek bebek . motor ya yg batangan mega pro, tiger yg katanya legendaris? hahaha .

  10. Salut dg AHM, cara yg jitu unt menjawab kritik yaitu dg merangkul si pengkritik & memberikan jawaban scr kekeluargaan.

    Klo gw jadi menejemen omni, mesti di situ udah ada semacam dewan kehormatan dokter, si dokter yg sdg diperkarakan tsb dikaji apakah dia menyalahi aturan kedokteran/tdk. Klo memang terbukti ya dikasih sanksi yg tegas dan meminta maaf ke pasien yg jadi korbannya. Dan spt AHM, undang pasien yg mengeluh tsb ke omni, sambut dg kekeluargaan, jelaskan semua yg jadi keluhannya, klo memang terjadi kesalahan ya kasi ganti rugi sesuai dg kesalahannya. Image omni tetap baik, gitu aja koq repotπŸ˜€

  11. berbeda dunk emang dasar orang arogan X yah begitu deh apalagi kantong tebal apa sih yang ga bisa mereka beli……………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s