MK : Blogger Sejajar dengan Jurnalis


Bro Stephen

Meski berita lama, awal Mei silam, namun informasi ini penting untuk dibagikan kepada blogger Tanah Air. Sebagai ikhtiar untuk saling berbagi dan mengingatkan. Intinya, Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan kado istimewa kepada blogger: memiliki peran yang sama dengan pers sebagai kontrol sosial. Lebih lengkapnya silakan baca di sini.

Dengan demikian, blogger pun rasanya perlu lebih memperhatikan kode etik jurnalistik. Nah, Bro Stephen Langitan pernah memposting soal kode etik ini di milis Komunitas Blogger Otomotif Indonesia (Koboi), silakan dibaca di sini.ย  Pun begitu bagi biker blooger yang sudah punya rumah di sini atas prakarsa Bro Taufik.

riding aprilia rs 125

Konsekuensi sebagai wujud kedaulatan rakyat itulah yang membuat postingan Bro Triatmono mendapat respon pro-kontra luar biasa dari jagat 2-wheeler. Salah satu tanggapan pun muncul di sini. Tanggung jawab lebih besar kini berada di tangan brother semua. Ready?

15 responses to “MK : Blogger Sejajar dengan Jurnalis

  1. Ping-balik: Blogger? Citizen Journalism? Press? – StephenLangitan.com·

  2. Ping-balik: Blogger? Citizen Journalism? Press? « stephenlangitan.com·

  3. Ping-balik: prado2.com » Blog Archive » KETEMU TRIATMONO DI GP MONO·

  4. gw tuh sebenarnya mau cerita, tapi panjang.. lebih baik kita anggota KoBOI ketemuan aja deh di acara diskusi UU ITE. Itu kan forum blogger, sekalian jati diri KoBOI di perkenalkan.. sampai jumpai di forum UU ITE

  5. @nadi
    hm..kadang sifat sok kenal,sok akrab lebih ampuh ketimbang sebuah kartunama.tapi mungkin lebih tepatnya relasi yang banyak..
    soal blogger = jurnalis
    gak 100% tepat soalnya memang diperlukan identitas kewartawanan yang resmi.gak cuman kartu nama,id card buatan sendiri
    (pengalaman semua coy..)

    Yup, setuju. Soal kartu dll itu adalah hardware. Software, tools, itu memang yang lebih utama. Seperti istilah yang sampeyan bilang – sok akrab, sok kenal, good relations, kecakapan, dll, itulah software-nya.

    Jurnalis, menurut sejarahnya merupakan “tulisan perjalanan”, yang kemudian hari menjadi profesi dengan sebutan wartawan, reporter, jurnalis, dsb. Saya berpendapat, di masa kini “tulisan perjalanan” itu berevolusi menjadi weblog (blog) sebuah “catatan perjalanan” yang juga menjadi “tulisan perjalanan”.

    Ketika MK menegaskan bahwa blogger itu sepadan dengan jurnalis, tentu MK juga mempunyai pertimbangan sangat kuat. Itulah sebabnya dalam postingan saya itu, disertakan sumber-sumber terkait. Istilahnya, saya hanya meng-amplify kabar menggembirakan itu.

    Memang sampeyan benar, tidak 100 persen blogger = jurnalis. Dalam situasi tertentu misalnya acara kenegaraan, pastilah ada protokeler kenegaraan yang wajib dipatuhi. Begitu pula dalam acara corporate seperti undangan AHM beberapa waktu lalu kepada para blogger.

    Namun, tidak menutup kemungkinan, seperti yang sampeyan bilang, karena good relationship dan sudah tahu kapabilitas dan integritas sampeyan, bisa jadi sampeyan diundang ke istana negara. Kalaupun tidak, minimal dapat beramah tamah dengan presiden, wapres, menteri, anggota dpr/mpr dalam suasana informal.

    Senior saya dalam dunia blog dan beberapa blogger kondang lain bahkan diundang wapres untuk beramahtamah. Tentu rekan-rekan itu datang sebagai blogger (individual) bukan mewakili corporate. Dengan demikian tak ada salahnya toh membuat kartu nama pribadi (blog). Masa menyodorkan kartu nama corporate?

    Mengutip nasihat senior saya itu,”Ini jamannya personal branding.” Tunjukkan jika diri kita berkualitas, mempunyai kecakapan, dan integritas.

    Setiap kita berkenalan dengan orang baru (teman, relasi dsb) pasti ditanya hal mendasar : nama, tinggal dimana, kerja dimana, sebagai apa, dll. Orang yang baru kita kenal kan membutuhkan kepercayaan. Ini bisa didapat antara lain dengan memberikan informasi yang benar. Itulah integritas.

    lagipula, bukankah setiap orang wajib ber-KTP?

    BTW, ada undangan menarik tuh, soal diskusi UU ITE. Ada di milis KOBOI.
    Salam,

  6. Ping-balik: MK : Blogger Sejajar dengan Jurnalis ยซ alonrider | Bisnis Online·

  7. iya sepertinya begitu, ga lanjut.. hehe kita sensor aja bhs p*j*k, takyut dibaca yg b’wenang ntr mlh jd obyek mrk.. hehe..

    salam knl jg mas, terusss menulis๐Ÿ™‚

  8. hehe iya benar bro yg dongeng geologi.. pak RDP๐Ÿ™‚
    dulu beliau pernah crita di milist.. tp ga tau kelanjutannya gmn..

    Sepertinya tidak berlanjut ya? Amiiin kalau begitu. Kalau tidak kan infonya pasti sudah beredar kemana-mana. Secara Pak RDP (Randy De Puniet ya? hahahahaha..) kan ngetop di jagat web. Salam.

  9. Kartu Pers . . . mungkin tepatnya Kartu Blogger

    kayaknya aku tau deh blogger yang buat Kartu Nama yang dimaksut mas adi . . .

    * ngelirik Pak Langitan๐Ÿ˜›

    • Yup, seperti yang saya tulis, kartu pers dalam tanda kutip. Eh, bukan Bro Stephen doang lho. Kalau di koboi sih iya, dia yang duluan hehehehe…..

  10. senior sy sampe di telpon ditjen pajak bro, karena blognya (ttg energi) dianggap bisa mendatangkan uang, jadi mo di kenai pajak atas blog nya.. ga tau deh gmn kelanjutannya…

    Apakah senior sampeyan itu yang suka mendongeng geologi? Kalau benar, saya kenal dengannya waktu Pesta Blogger I 2007 lalu. Waktu itu saya ngobrol bareng Bro Ilham Kafemotor.
    Mau dikenai pajak? Wah, kok aneh-aneh ya orang pajak itu? Saya malah baru tahu ini…..

  11. Berarti . . . kalo ada event . . . bisa masuk gratis dong . . .
    Blogger : “bisa nggak saya masuk event untuk foto2?”
    Panitia: “lho kamu siapa?”
    Blogger : “PERS pak ”
    Panitia : “dari harian apa”
    Blogger : “https://alonrider.wordpress.com pak”
    Panitia : “hah . . . apaan tuh”
    Blogger : ” Blog Pak”
    . . . . ceritera selanjutnya nggak ditulis lagi . . .kepanjangan๐Ÿ˜›

    Itupun sudah kepanjangan mas, hahahahaha….
    Kalau menurut saya, intinya bukan pada masuk gratis dan tidaknya, itu bonus lah. Tapi lebih kepada tanggungjawab personal, karena seorang blogger akan otomatis personal branding. Disinilah tantangannya: seperti apa branding yang diberikan? Apakah mau bergaya preman atau pengajian?

    Salah satu ikhtiar untuk personal branding yaitu dengan membuat kartu nama personal blog. Beberapa blogger sudah mengadopsi ini, jadi ketika ada undangan atau “nebeng undangan” kita sudah menunjukkan “jati diri”. Toh, pihak pengundang atau masyarakat, dengan gampang akan menilai (meng-klik blog di kartu nama), apakah tamu blogger tadi beneran atau “hantu gentayangan”.

    Bisa juga dengan membuat identitas diri, semacam “kartu pers”, yang dapat diperlihatkan jika ada yang meminta. Jadi bagaimana Mas Taufik? Sudah siap?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s