Tambalan Sia-sia


tambal-aspal-pondok-rajeg

Foto diambil menggunakan Casio Exilim Z-75 pada Selasa (5/5/2009)

Tikungan itu berada di Jalan Raya Pondok Rajeg, Depok, Jawa Barat. Lokasinya sekitar 200 meter dari palang pintu kereta api stasiun Cibinong. Jalan itu kerap rusak, baik di tikungan maupun sepanjang jalan yang kerap disebut Jalan Parung Serab. Dinas Pekerjaan Umum setempat, dalam hal ini Pemerintah Kota Depok, sering pula menambal jalan rusak itu dengan aspal panas (hot mix) maupun aspal curah.

Kenyataannya, begitu ditambal, berbilang minggu kemudian jalanan kembali rusak, berlobang, dan membahayakan para pemakai jalan. Saya setiap hari melalui jalan itu, jadi setidaknya tahu persis titik mana yang sering rusak.

Penyebabnya adalah genangan air hujan yang menggenang di sebagian jalur jalan. Tikungan itu, jika hujan, menjadi tempat favorit air berkumpul. Pun begitu di sepanjang jalan.

Yang mengherankan, kenapa di sepanjang jalan itu tidak dibuat saluran air atau drainase? Padahal kawasan itu dekat dengan sungai-sungai kecil dan besar seperti Sungai Cikumpa dan Ciliwung.

peta-lokasi-_pondok-rajeg

Panah hijau : Lokasi perbaikan jalan

Jika tidak dibangun sistem drainase yang benar, maka jalanan disepanjang Parung Serab itu akan terus-menerus ditambal. Selama tidak ada saluran air, jalanan akan tetap rusak. Meski diganti beton sekalipun, yang rusak bukan hanya jalan, tetapi lingkungan sekitar juga akan terkena imbasnya. Sudah hukum alam jika air itu selalu mencari tempat yang rendah untuk mengalir. Dia akan melawan apa saja yang menghalangi alirannya, tidak hanya aspal atau beton, bendungan pun bisa jebol.

Mungkin para petinggi Kota Depok lupa dengan kisah Khalifah Umar bin Khaththab ra. Beliau begitu gelisah memikirkan seekor keledai karena khawatir terperosok di jalan yang rusak. Khalifah Umar sangat takut terhadap pertanggungjawaban amanat yang diembannya kelak di akhirat.

Soal beban amanat, menarik untuk bisa mencontoh Presiden Iran Ahmadinejad seperti yang tertulis di sini. Bagaimana dengan saya? Sudahkah menjalankan amanat dengan baik dan benar?

Astaghfirullahal-ladzi la ilaha illa huwal-hayyul qayyumu wa atubu ilahi

(Aku memohon ampunan kepada Allah, Zat yang tiada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi Maha Menegakkan dan aku bertaubat kepada-Nya (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim).

Bacaan istigfar itu diambil dari sini.

3 responses to “Tambalan Sia-sia

  1. Jalanan dr arah KSU perempatan kota kembang smp pondok rajeg banyak lubang dan membahayakan pengendara motor…mohon utk ditambal oleh PU Depok..tks

  2. Saya salut. Tulisan dalam blog ini adalah catatan penting yang menarik untuk dibaca sekaligus dihayati. Semoga sukses bung!

    Amiiin!!!. Terima kasih Pak Larsono dan Pak Santoso. Sukses juga untuk Cibinong Agency. Salam.

  3. Memang betul bro, jalanan di daerah Bekasi (utara & barat) juga gak jauh berbeda, mungkin malah lebih parah ancurnya. Entah kenapa Pemda gak pernah turun tangan padahal kerusakan itu dah berlangsung >2th. Pertanggungjawabannya mana thd rakyat. Apalagi kalo sampe tjd kecelakaan yg merenggut nyawa (jangan sampe). Pertanggungjawaban di akhirat kelak gimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s