Secangkir Kopi Seharga 8 Dolar AS


kopi-luwak

Saya bukan penggemar kopi. Minum kopi pun kalo lagi sreg. Tapi kalau ada yang nawarin kopi seharga US$ 8 secangkir rasanya patut dicoba. Kopi itu, menurut toko yang menjajakan, asli “buatan” luwak. Prosesnya memang rumit, karena butuh “fermentasi” di perut binatang sejenis musang itu.

kopi-luwak-civet-poop

Nah, saking ruwet dan langkanya itu biji kopi, tak heran harganya melangit. Di outlet kopi tempat saya icip-icip itu, harga secangkirnya, jika dikurs rupiah ya nyaris Rp 100 ribu. Di bungkusnya tertulis berat bubuk kopinya cuma 10 gram.

Bagaimana rasanya? Ini relatif. Menurut saya sih dari bau dan rasanya memang beda, karena saya minum tanpa dicampur gula. Pahit? Ya jelas, tapi pahitnya unik. Apalagi kopi ini pernah muncul di tayangan Oprah Wenfrey. Oh iya, di Amerika, harga 1 kantong kopi seberat 1 Lb (0,45 kilogram) dihargai US$ 350. Coba itung sendiri jika beli pakai rupiah. Mungkinkah kopi asal Indonesia ini menjadi yang termahal di dunia?

5 responses to “Secangkir Kopi Seharga 8 Dolar AS

  1. Biji kopi memang tdk hancur, tp dlm usus sdh mengalami fermentasi oleh enzim yg dihasilkan alat pencernaan luwak, jd biji kopi tsb sdh mengalami perubahan akibat fermentasi, apakah msh halal?

  2. Kriteria dalam Fikih untuk menetapkan hukum najisnya sesuatu yang keluar dari proses pencernaan adalah apabila sesuatu tersebut tercerna oleh pencernaan. Jika sesuatu tersebut tetap utuh alias tidak bisa dicerna maka secara hukum ia tidak dikatakan sebagai najis tetapi mutanajjis (terkena najis) yaitu kena najisnya kotoran yang tercerna dan bisa menjadi suci setelah dicuci.
    Sebagai contoh, seorang maling yang menelan berlian, karena berlian tersebut keluar utuh tidak tercerna maka berlian itu mutanajjis sehingga bisa dicuci dan dipakai lagi tanpa terkena hukum najis.
    Contoh lain adalah anak kecil menelan kelereng. Kelereng yang keluar utuh dia mutanajjis dan setelah dicuci ia menjadi suci lagi.
    Dalam hal kopi luwak ini, hampir serupa dengan dua contoh di atas. Buah kopi matang yang dimakan luwak hanya dicerna daging dan kulit buahnya saja, sedang biji kopinya tetap utuh tak tercerna. Karena itu biji kopi tersebut setelah dicuci hukumnya suci dan bila diolah menjadi kopi luwak maka ia halal untuk dikonsumsi.

  3. Setahu saya kotoran itu najis, dan najis itu haram dimakan ataupun diperjualbelikan. Kalo memang biji kopi tsb dimakan oleh luwak dan kemudian keluar dari (maaf) duburnya maka itu adalah kotoran. Bgmn bro apakah ada penjelasan lain, mohon penjelasan

    Mas Syukron, sepengetahuan saya yang masih awam soal ilmu agama ini, MUI tidak mengeluarkan fatwa haram Kopi Luwak tuh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s