1 Lubang 20 Menit


“Tusuk pelan-pelan, posisi tegak lurus, biar gampang.”
“Jangan diputar dulu sampai ujungnya nggak nampak.”
“Setelah masuk boleh diputar. Pelan saja dulu.”
“Putar searah saja, hemat tenaga.”

Itulah segepok nasehat yang saya terima paska ijab kabul beberapa waktu lalu. Saya sudah tak sabar untuk mempraktekkan seperti apa yang diwasiatkan kepada saya itu. Hemmmm…..bagaimana rasanya ya? Membayangkannya saja, sudah sangat bergairah.

Ngebor sedalam 1 meter. Ada tanda batas kedalaman di batang bor.

Ngebor sedalam 1 meter. Ada tanda batas kedalaman di batang bor.

Benar! Usai ijab kabul pembelian bor biopori dua pekan lalu, kiat pertama pun dilaksanakan : posisi perkakas tegak lurus dengan permukaan tanah. Lhaaa..kalau miring ya bukan ngebor namanya!

Mata bor beraksi di dalam tanah.

Mata bor beraksi di dalam tanah.

Selanjutnya, tusuk permukaan tanah, pelan tapi agak keras. Putar ke kanan, searah mata pisau bor. Terus putar hingga mata bor tertanam dalam.

Angkat setelah penuh tanah, mata bor dibersihkan. Biasanya dua kali putar mata bor sudah penuh dengan tanah.

Angkat setelah penuh tanah, mata bor dibersihkan. Biasanya dua kali putar mata bor sudah penuh dengan tanah.

Jika telah penuh tanah, angkat. Bersihkan tanah menggunakan potongan kayu atau sendok pasir. Ulangi hingga kedalaman 1 meter.

Biopori siap digunakan.

Biopori siap digunakan.

Akhiri dengan memasukan sampah organik (sampah dapur, potongan rumput, daun, dan lain-lain) ke dalam lubang biopori.

Masukan sampah organik kedalam lubang biopori.

Masukan sampah organik kedalam lubang biopori.

Jangan lupa untuk membersihkan mata bor dari tanah usai membuat biopori. Cuci dengan air dan sikat hingga tak ada lagi tanah yang menempel.

Biar awet mata bor wajib dibersihkan usai digunakan.

Biar awet mata bor wajib dibersihkan usai digunakan.

Setelah kering olesi dengan sedikit oli pada mata bor. Ini agar mata pisau bor awet.

jari-jari tangan kaku, telapak memerah. Kalau keseringan bisa kapalan nih.

Efek samping ngebor pertama kali: jari-jari tangan kaku, telapak memerah. Kalau keseringan bisa kapalan nih.

Iseng saya berhitung, untuk menyelesaikan 1 lubang sedalam 1 meter, perlu waktu 20 menit. Cukup untuk membuat keringat menetes. Badan pun terasa lebih segar. Apalagi kalau dilakukan di pagi hari. Ayooo….tekan…puter….angkat….puter lagi!!!

Iklan

13 responses to “1 Lubang 20 Menit

  1. kalo pengin lebih cepat, lubangnya dibasahin ama air. apalagi kalo mbikinnya musim kering dan tanahnya bekas sawah. akan lebih mudah dan enteng ….???????? boleh dicoba. kemaren saya bikin 8 lubang biopori dihalaman rumah.

  2. Mas NAdi,

    Terima kasih atas dibuatnya artikel ini, ya, Mas ….

    Sedikit banyak terjawab sudah bbrapa ptanyaan ttg pembuatan lubang biopori ini.
    Soale mau sore, awa’qu takon nang Kang TauHid ttg biopori. De’e ngandani yen awa’ku perlu takon nang Mas NAdi ….

    JazaakALLOoHu khoyron katsiir, ya, Mas ….

    • Ok Mas Laksito. Semoga lingkungan sekitar kita semakin hijau dan hidup tambah berkah. Amiiin.
      Jika ada yang perlu ditanyakan silakan saja lho mas. Bisa mengisi kolom kontak yang ada di sisi kanan atas. Atau langsung komentar juga boleh. Salam,

  3. wekekeke…. judule maknyus…

    “untuk menyelesaikan 1 lubang sedalam 1 meter, perlu waktu 20 menit. Cukup untuk membuat keringat menetes”
    makane olah raga no mas ben ora gampang kesel
    xixixixixi… kaaabbbooorrr….
    :topdah

  4. wah… ternyata lumayan mahal juga ya… 🙂
    maklum… bukan orang kaya…
    nek nganggo linggis wae piye mas?
    kan murah meriah… he3X

    Linggis? Iso wae. Cuma lengen, geger, karo tanganmu mrotholi…hehehehe…

  5. Hebat! Efek ngebornya langsung kelihatan ya… hanya dlm 20 menit urat2 tangan sudah pada keluar, gak perlu fitness!
    Btw, aku udah punya bor tp blm buat lubangnya. Pernah nyoba susah banget, tanahnya keras trus jd males.. Besok nyoba lg ah…

    Kalo musim ujan, ngebor gampang. Coba diguyur air biar tanahnya agak lunak. Tekan mata bor dengan bantuan kaki sambil diputar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s