Bor Biopori


Mata bor masih terbungkus rapi.

Mata bor masih terbungkus rapi.

Meski rumah saya sudah mempunyai komposter an-aerob dan aerob, rasanya perlu juga membuat lubang resapan biopori (LRB) ala IPB. Minggu siang (11/1) saya janjian dengan staf Bapak Wahyu, anggota Tim Biopori untuk membeli bor LRB. Harganya Rp 195 ribu.

Mata bor warna hitam doff. Panjang bor LRB 4 ubin ukuran 30 cm (120 cm).

Mata bor warna hitam doff. Panjang bor LRB 4 ubin ukuran 30 cm, atau setara dengan 120 cm.

Meeting point di pool bis bandara Damri samping Botani Square,Bogor. Soalnya, kata Bu Liah, staf Pak Wahyu, itu, lokasinya lebih dekat dari Cibinong, rumah saya, dibandingkan ke Kampus IPB Darmaga.

Buku petunjuk penggunaan disertakan dalam paket pembelian bor LRB.

Buku petunjuk disertakan dalam paket pembelian.

Untuk sementara, saya posting dulu detail bor LRB ini. Tulisan pembuatan LRB akan saya unggah kemudian hari.

Diameter bor LRB kurang dari 10 cm.

Diameter bor LRB kurang dari 10 cm.

Penampang mata bor LRB. Kedua sisinya tajam.

Penampang mata bor LRB. Kedua sisinya tajam.

Penampang mata bor LRB dari bawah.

Penampang mata bor LRB dari bawah.

Stiker segel Tim Biopori.

Stiker segel Tim Biopori.

Stiker pembuat bor LRB.

Stiker pembuat bor LRB. Cap itu juga ada di kop kwitansi pembelian.

Pegangan bor LRB mirip handle setang sepeda.

Pegangan bor LRB mirip handle setang sepeda.

Bagaimana? Tertarik untuk membuat bor LRB sendiri?

18 responses to “Bor Biopori

  1. misi…
    saya dari balikpapan. mau tanya kalo harga alat ini dengan ongkir sampai balikpapan bisa kena berapa ya????
    kira kira berapa lama waktu pengiriman?
    trimakasih

  2. salam lingkungan buat semua ,tadinya saya mau aut tapi posting terahir kemarin ,jadinya saya tertarik ngisi sekedar salam “biopori” untuk semua yang cinta linkungan .

  3. maaf mba or mas,saya ad rencana untuk mengadakan kegiatan pembuatan biopori di lingkungan kampus dan lingkungan masyatakat setempat,kalau ingin memesan bor dengan siapa y????….ada rencana untuk pengadaan bor sebanyak 50 unit,kira-kira harganya bisa turun g ya,…..he…he…he…atau mungkin blog ini mau ikut andil menjadi sponsor????
    terimakasih.

  4. Saya Nyoman dari Bali, kalau di BAli boleh tahu tempat agennya sudah ada gak ya?
    Mohon info lebih lanjut, kontak saya 081338734993

  5. LRB yang disampaikan adalah menggunakan tenaga manusia, yang saya tanyakan adakah penggeraknya dengan tenaga mesin. artinya pembuatan lobang tersebut dengan mesin, kalau ada kami KPLH akan memesan, terima kasih

    Pak Iwan, sepengetahuan saya, bor biopori yang pakai mesin itu modifikasi sendiri. Memang sih, untuk areal luas seperti perhutani, bor biopori manual tidak efisien
    coba kontak saja tim biopori di IPB, linknya ada di tulisan saya.
    terima kasih sudah mampir ke blog saya.
    salam,

  6. Bor Biopori hanya sebagai alat (tools) untuk membuat Lubang Resapan Biopori (LRB) dengan menggunakan peralatan lainnya juga bisa digunakan, yang terpenting kesadaran untuk mengelola lingkungan seperti sampah, banjir, sumber air tanah dan sebagainya. Bor biopori dibuat agar memudahkan kita bekerja membuat LRB, harga bor menjadi murah apabila kita berbagi dengan lingkungan sekitar kita (misal 1 bor dipakai untuk 1 RT). Bayangkan jika dirumah kita memiliki 10 LRB, maka kita dapat menabung air. Di beberapa tempat sumber air tanah sulit didapat, di Jakarta sudah merasakan dampaknya seperti konstruksi bangunan miring, intrusi air laut dsb. Mari kita mengelola lingkungan secara mandiri, agar berbuah kebaikan dikemudian hari.

    PRIMADIA
    CV.EPRISTARI
    Telp: 021 9382 9785 / 0816 160 7263

    Produk kami a.l. :
    Komposter (Bioreaktor), Bor utk Biopori, Pencacah Sampah Organik Mini, Keranjang TAKAKURA.

    http://cv-epristari.blogspot.com

  7. di trubus emang 220 rb.Tp klo beli di ipb ini 195 rb plus ongkir ke solo pasti jatuhnya malah lbh dari 220 rb ya
    (jadi inget waktu kontak mau coba beli promi nya pak isroi…sama bag penjualannya beli 2 kg promi + 2 kg promo ongkir 100 rb.Alasannya krn brg cair.Waduh!Balik lg ke MOL nya pak Sob…lho jd curhat.He..he…)

  8. weh, kok murah… aku beli di trubus 220rb je… Oya, tuh penggaris cantik banget hehehe..

    Kalo beli di pusatnya Rp 195 ribu. Mungkin di Trubus udah kena ongkos kirim. Penggaris? Minjem punya anakku…hehehehe…..

  9. ini namanya kadung tresna; karo sampah…hehehe, jadi gak boleh kemana-mana ya mas?

    Oooo….saya boleh kemana aja kok Mbak. Dari ujung timur ke barat. Sambil kampanye berkah sampah…hihihihihi……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s