Pelangi di LA


Satu demi satu lampu-lampu itu menyala. Ratusan jumlahnya. Dia datang dari kota besar menuju pemukiman pinggiran yang kini sesak oleh kaum urban. Maghrib belum lagi menjelang dan hujan pungkas meleleh di ujung langit. Pekan lalu, dalam sebuah Rabu yang remang.

Secarik lukisan menjulang tinggi, mengingatkan dongeng kuno selendang bidadari yang tercuri. Ah, betapa hiasan megah itu kini sangat jarang menampakkan diri di kota ini? Kalah dengan ingar bingar lampu yang berkejaran dijalanan? Atau, inikah yang disebut Umar Kayam dengan Seribu Kunang-Kunang di Manhattan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s