Bertemu Guru Kompos di Bandung


Pak Sobirin dan saya berdiri disamping komposter aerob bata terawang. Foto dijepret menggunakan Casio Exilim Z75, di rumah Pak Sob, Jalan Alfa 92, Cigadung II, Bandung, Jawa Barat.

Pak Sobirin dan saya berdiri disamping komposter aerob bata terawang. Foto dijepret menggunakan Casio Exilim Z75, di rumah Pak Sob, Jalan Alfa 92, Cigadung II, Bandung, Jawa Barat.

Bertemu seorang guru kompos yang telah mengajarkan berbagai ilmu kompos mengompos dan semacamnya, bagi saya, amat membahagiakan. Semua berawal dari pesan pendek ayah saya pada 2 Juli silam. Isinya meminta saya untuk menghadiri resepsi pernikahan saudara di Gedung Seskoad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, pada 27 Juli lalu.

Kesempatan itu saya gunakan untuk sekalian saja bertemu dengan Pak Sobirin, akrab dipanggil Pak Sob, di rumahnya, Jalan Alfa No 92, Cigadung II, Bandung, Jawa Barat. Tulisan ini juga untuk melunasi “hutang” saya kepada Pak Sob. Soalnya setelah sekian lama, tulisan silaturahmi kompos ini urung terunggah. Jadi hutang saya lunas ya Pak Sob? hehehe…

Usai menghadiri resepsi saya segera menuju Cigadung. Setelah berganti sarana angkutan umum beberapa kali:angkot dan ojek, akhirnya sore itu, 27 Juli 2008, saya berhasil bertemu guru kompos saya itu. Seorang warga sekitar yang saya tanya langsung menunjuk ke sebuah rumah berhalaman rumput luas. Pak Sob sudah menunggu sembari duduk-duduk di halaman depan.

Jauh dari perkiraan saya. Pak Sob yang saya temui langusng ini, tampak jauh lebih muda, dan tentu saja sangat bersemangat serta energik.

Hanya sekitar satu jam saya bersilaturahmi dengan Pak Sob. Kesempatan itu saya gunakan untuk bertanya segala macam, dari prototipe mesin pencacah, pertanian dalam pot, komposter aerob dan an-aerob, hingga buku-buku kerajinan tangan yang menarik.

Pak Sob dan saya berdiri di halaman belakang rumah yang penuh dengan aneka tanaman dalam pot. Pak Sob selalu bersemangat dan energik setiap kali membahas soal lingkungan.

Pak Sob dan saya berdiri di halaman belakang rumah yang penuh dengan aneka tanaman dalam pot. Pak Sob selalu bersemangat dan energik setiap kali membahas soal lingkungan.

Pada saat itu Pak Sob memberi saya buah tangan berupa buku penjernih air limbah alami karya Ibu Ratna Hidayat, yang saat itu bekerja sebagai salah satu staf Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PUSAIR), Bandung, Jawa Barat.

Selain buku, Pak Sob memberi saya beberapa benih untuk ditanam. Benih itu kini diminta tetangga untuk ditanam di lahan pekarangan rumahnya. Pupuknya menggunakan MOL (mikro organisme lokal) cair buatan saya, yang dipelajari dari blognya Pak Sob di sini.

Sore semakin larut, saya pun mohon pamit karena harus mengejar jadwal travel Cipaganti menuju Jakarta. Alhamdulillah, keinginan saya untuk bersilaturahmi dengan guru kompos saya itu tercapai. Sampai kini saya masih berkorespondensi dengan Pak Sob, baik melalui email ataupun shout box yang ada di blognya ini dan ini. Pak Sob, semoga selalu dikaruniai kesehatan dan dalam lindungan Allah SWT. Amiiin.

4 responses to “Bertemu Guru Kompos di Bandung

  1. saya juga ingin berguru langsung pd yg berpengalaman sep pa sobirin, apa selalu ada di kediaman ga yah ..!

  2. Wah baik betul Pak Sob ya… kalau ada ilmu penjernih air limbah alami barangkali bisa dipraktekan buat menjernihkan air kolam ya

  3. Sudah dapat ilmu penjernih air limbah alami, ayo tunggu apa lagi… segera direalisasi. Aku ikut “ngompori” aja soalnya gak bisa bikin… sudah gak ada lahan sih….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s