Phoenix Worm, Pakan Ikan dari Hasil Komposting


Phoenix worm menjadi perbincangan hot antara saya, istri, serta sahabat kompos saya: Pak Sob dan Christine.

Ini bermula dari gunjingan tetangga sebelah rumah yang usil. Dia berkomentar dan memprovokasi tetangga saya lainnya, kalo dirinya gak suka dengan kegiatan komposting di rumah saya yang menurut dia menjijikan itu. Bahkan, tetangga lain ikut ngomporin dengan mengatakan “Orang pinter kok malah ngurusin sampah!”.

Karena saya merasa masih bodoh, komentar negatif itu saya anggap gonggongan anjing di gurun pasir yang ngiri melihat khafilah berlalu. Hehehehe…..

OK, back to topic. Saya pun segera berselancar di dunia maya, nanya-nanya mbah google segala hal soal belatung. Termasuk mengirim email ke sahabat kompos saya Pak Sob dan Christine. Siapa tahu mereka berdua punya info menarik soal belatung komposting ini.

Dari kakek google saya mendapat info secuil, kalo di Semarang ada yang telah menjual belatung jenis ini untuk pakan reptil piaraan dan semacamnya. Lebih lengkapnya dapat dilongok di sini. Menariknya belatung yang dipasarkan itu mirip dengan belatung yang dihasilkan komposter an-aerob di rumah saya.

Kemudian, dari Pak Sob dan Christine, saya mendapat link soal belatung yang dinamakan phoenix worm ini. Cukup komplit infonya. Silakan berkunjung ke sini dan di sini, untuk lebih jelasnya.

Ternyata, belatung yang ada di dalam komposter an-aerob rumah saya itu dijuluki phoenix worm. Kandungan proteinnya yang besar membuat belatung jenis ini disukai reptil piaraan dan ikan air tawar.

Pantesan, kalau malam hari, disekitar komposter an-aerob saya itu berkeliaran sejumlah kodok. Ternyata para kodok itu sedang ber-gala dinner dengan menyantap si phoenix worm.

Saya mendapat pelajaran berharga dari kasus ini. Sebaiknya tidak membalas gunjingan atau komentar negatif yang ditujukan kepada kita dengan emosi dan membalas mencela. Tunjukkan kalo kita lebih bermartabat dibanding kaum pencela. Rasulullah SAW bersabda:segala amal perbuatan kita itu tergantung niatnya.

4 responses to “Phoenix Worm, Pakan Ikan dari Hasil Komposting

  1. kami menjual bibit lele berbagai ukuran.dan kami juga menjual limbah roti.sangat cocok untuk pakan ayam kampung,bebek,ikan.kami menjual perkarung Rp.40.000.berat perkarung kurang lebih 25kg bila ada yang minat hub : 085211127767 REY REGENSIL BOGOR

  2. masih penasaran nih ama mahluk yg satu ini ….

    Pak Putut yang baik,
    Ada sekolah di wilayah Sukabumi yang sudah mengolah mahluk ini. Dari hasil googling, diceritakan jika phoenix worm (belatung) itu diolah sedemikian rupa untuk dijadikan tepung pakan ikan.

    Nah, saya sendiri belum sempat berkunjung kesana. Namun, sudah kontak-kontak by email dan telpon dengan kontak personnya.

    Ini alamatnya, siapa tahu malah Pak Putut yang berkunjung kesana duluan. Salam.

    SDN Pakujajar CBM
    Jln RH Didi Sukardi N0.205
    Sukabumi
    Telp: 0266 220 465

    Kontak person : Ibu Yucke Lasmara
    HP : 0815 7262 7778

  3. pak, bisa minta informasi dimana saya bisa membeli phoenix worm? sy sdg breeding reptil kecil2an. sy coba akses link dari artikel anda di atas, tidak bisa di buka. apabila anda berkenan, bisa kita berhubungan lewat e-mail saja? sy bisa dihubungi melalui aquaplantae@gmail.com

    terima kasih.

  4. wah…. phoenix worm kuwi opo kewan sing arane gendon, mas? kalau bener, binatang itu banyak tumbuh di batang-batang pohon membusuk. orang irian jaya mempunyai menu khusus untuk binatang itu. katanya yang pernah nyoba sih enak. dibakar doang sama orang irian jaya (menurutku tidak menjijikkan karena orang jawa pun ada yang suka makan walang sangit) memang benar tuh proteinnya sangat tinggi, tapi sampai saat ini untuk diolah jadi makanan manusia belum ada yang improvment kecuali orang irian jaya tadi
    btw, sekarang dia juga dipakai campuran “pelet” ikan, dicambur dengan udang, katul sama konsentrat. ikan yang makan makanan itu tumbuhnya cepat dan tidak berbahaya “tanpa mengurangi rasa dari daging tersebut” (berbeda dengan konsentrat yang membuat dagingnya lebih lembek dan rasanya tidak gurih). kebetulan teman ada yang punya empang dan menggunakan phoenix worm itu. hasilnya lumayan bagus
    Nah, mas Nug yang baik, apakah benar phoenix worm itu ya gendon itu? kalau liat tampangnya sih hampir sama…. thanx atas infonya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s