Trashion, Bungkus Sabun pun Jadi Dompet*


Seruan untuk mengajak orang memikirkan isu sampah boleh jadi akan menjadi angin lalu bila tak disertai dengan tindakan nyata. Sekelompok ibu rumah tangga perajin daur ulang punya solusi cerdas untuk menyikapi hal itu.Berbekal pelatihan yang diberikan oleh Unilever bekerja sama dengan mitra Jakarta Green & Clean, mereka berhasil mengembangkan produk trashion (trash fashion).

Selain berniat mengurangi dampak sampah bagi lingkungannya, mereka mampu melihat peluang ekonomi di balik sampah. Usaha mereka bahkan telah menembus pasar ritel modern, Hypermat, karena selain berdesain menarik, produk trashion memang memiliki nilai jual.

Peluncuran program trashion dilakukan kemarin (23/7) di Hypermarket Puri Indah, sekaligus menandai dimulainya Trashion Bazaar Roadshow di beberapa lokasi Hypermarket. Usaha untuk menembus pasar ritel modern tersebut dimulai berkat keaktifan ibu-ibu ini mengikuti bazar diberbagai tempat.

Diawali dengan pelatihan pembinaan kewirausahaan tahun lalu, program trashion ini mampu menyerap 10 kader yang dipilih dari 5 wilayah di DKI Jakarta. Ibu-ibu perajin produk daur ulang ini diberi pelatihan mengolah sampah kering menjadi produk bernilai jual. Mereka belajar mulai dari memola, menjahit, mendesain, serta pelatihan mengenai motivasi dan kiat kewirausahaan. Agar usaha mereka berkembang, para kader ini juga diberi dana stimulan berupa mesin jahit dan modal awal.

Program ini terus berkembang. Hingga saat ini telah tercipta 100 kader baru. Kini mereka telah terampil mengolah limbah kemasan sabun cuci piring atau kemasan cairan pelembut dan pewangi cucian menjadi aneka produk sehari-hari. Selain tas belanja, sampah-sampah itu pun “disulap” menjadi payung, tas laptop, dan dompet dalam berbagai ukuran.

Dengan diluncurkannya kegiatan ini, Hypermart juga ingin mengajak konsumen untuk mengurangi penggunaan plastik dengan membawa sendiri tas belanja dari rumah, di mana salah satu alternatifnya adalah menggunakan tas belanja trashion. Sebagai langkah awal, selama proyek trashion ini berlangsung, konsumen Hypermart dapat menukarkan sampah bekas kemasan produk Unilever dengan cenderamata dari Sunlight.

*NOTE : dikutip utuh berikut foto, dari Kompas.com yang ditayangkan pada Kamis, 24 Juli 2008 | 11:38 WIB

Iklan

9 responses to “Trashion, Bungkus Sabun pun Jadi Dompet*

  1. saya berniat bberjualan tas dr bungkus pelembut tersbt di wil gresik.alamat jelas pengrajinnya dimana?sistem pembayaran gmn? bisa retur?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s