Safety yang Bukan Basa Basi


riding boncengan

Seorang rekan datang ke kantor dengan kaki pincang. Lututnya memar. Mata kaki kirinya lebam dan tergores. Dedi, sang teman, itu, mengaku terpeleset ketika menikung di pertigaan Jalan Antasari TB Simatupang, Jakarta Selatan. Sambil meringis memegangi kakinya, dia bergumam :

”Padahal saya kenal betul jalan itu, karena tiap hari lewat.”

Menurut Jusri Pulubuhu, training director dan founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), kelalaian adalah faktor penyebabnya. Secara psikologis seseorang akan terbiasa dengan lingkungan berbahaya walaupun tingkat bahayanya tinggi (high risk expossures). Jika selalu berintraksi sehari-hari dengan kondisi tersebut, akan mengalami imune (kebal).

Seperti yang dikatakan Jusri :

”Pada saat itulah tingkat kewaspadaannya akan menurun dan lengah.”

Pada saat lengah, ujar penyandang master instructor in on-off road defensive and skill driving for Schlumberger Group di North America, Europe, Australia dan Asia, itu, segala kualitas kemampuan juga ikut menurun, maka tidak heran kecelakaan pada kondisi ini terjadi. Jusri menyebut :

”Solusinya, tanamkan dibenak untuk selalu waspada dan waspada.”

Rekan tadi mungkin sedikit lebih beruntung dibandingkan korban kecelakaan lalu lintas yang tinggi di Indonesia. Data Kepolisian Republik Indonesia, yang dikeluarkan Departemen Perhubungan, mengungkapkan rata-rata kematian di jalan raya mencapai 36 ribu orang per tahun dan 80 persen melibatkan pengendara sepeda motor. Menurut Jusri, kesalahan utama pengendara adalah salah mengantisipasi.

Wakil Direktur Lalu Lintas Mabes Polri, Kombes Pol A.K Adjar Triyadi, punya ungkapan menarik soal sepeda motor. Ibaratnya, kata dia :

“Motor itu besi yang dibungkus daging (orang). Berbeda dengan mobil yang dagingnya dibungkus besi.”

bebeker berhelm cetok

Helm cetok, masih banyak pengendara yang menggunakan. Walau secara kualitas dan perlindungan, sangat meragukan.

Jusri yang kenyang pengalaman safety riding di luar negeri ini menegaskan, seorang biker harian harus sadar apakah dirinya layak untuk mengendarai mobil atau motor hari ini? Dan apakah kendaraan siap dan laik jalan? Terakhir adalah selalu fokus dan waspada. Jusri menegaskan :

”Karena mengemudi adalah full time job. Kalau hanya sekedar iseng, atau Anda sedang sakit jangan berkendara.”

Killing Field Di Jalan Raya

Data Asian Development Bank (ADB) yang dilansir pada 2004 menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Indonesia mencapai 30 ribu jiwa per tahun, atau 82 orang per hari. Data juga menyebutkan :

Total kerugian akibat kecealakaan tak kalah besar, Rp 41 triliun setahun, setara 2,91 dari Gross Domestic Product (GDP).

Sementara data jumlah kecelakaan dari kepolisian pada 2007, tercatat 16.548 kasus dengan kerugian materil mencapai Rp 103,29 miliar.

cityriding

Pantas jika Wakil Presiden Jusuf Kalla merasa miris, karena jumlahnya jauh lebih besar dari korban flu burung. Kalla mengatakan, seperti dikutip tempointeraktif, dalam Peresmian Pekan Nasional Keselamatan Jalan Raya, akhir April silam.

“Flu burung selalu menjadi perhatian besar di dunia, kita sering dimaki, padahal korban flu burung cuma seratus orang per tahun.”

Menurut Kalla, kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat semakin banyaknya jumlah motor yang beredar di jalanan, ditambah mobilitas penduduk yang tinggi dan jalan yang rusak. Saat ini, kata dia, ada sekitar 35 juta sepeda motor beredar per harinya.

Kalla mengatakan :

“Ditambah dengan teknologi kecepatan sepeda motor yang dulu 50 kilometer per jam, sekarang 100 kilometer per jam.”

Teknologi yang semakin berkembang tersebut, tentu menuntut ketrampilan dan perhatian ekstra bagi penggunanya. Untuk itu, Kalla menegaskan perlunya harmonisasi dari semua pihak.

forwot touring 2

Jusri Pulubuhu menyebutkan, jalan raya tak ubahnya killing field. Pemahaman tentang keselamatan, kata dia, belum menyatu dengan individu. Peran leader, baik kepala pemerintahan maupun pimpinan perusahaan sangat penting. Menurut Jusri :

”Kepedulian soal safety jangan berhenti sebagai slogan. Itu harus dilakukan secara konsisten, dari pimpinan tertinggi turun ke petinggi dibawahnya.”

Kepedulian Bersama

Sejumlah pabrikan sepeda motor dan pelaku industri lain pun turut prihatin dengan tingginya angka kecelekaan sepeda motor. Salah satu produsen sepeda motor yang konsisten dengan program safety riding (keselamatan berkendara) adalah PT Astra Honda Motor (AHM) yang sejak 2002 mempelopori kampanye safety riding di Tanah Air.

Menurut Senior GM Technical Service Div./Safety Riding Center AHM A.S. Tedjosiswojo, sepeda motor memiliki kontribusi terhadap angka kecelakaan. Dan AHM sebagai produsen memiliki tanggung jawab melalui program safety riding yang menjadi tugas mulia dan berkontribusi terhadap keselamatan berkendara.

ahmsafety

Begitu pula Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) yang sejak lama menggelar program Yamaha Safety Riding Science. Dyonisius Beti, Wakil Presiden Direktur YMKI menjelaskan, program itu merupakan bukti komitmen perusahaan terhadap keselamatan berkendara pengguna motor di Indonesia dan sejalan dengan gerakan safety riding yang dikampanyekan dunia.

yamahasafety

Sedangkan Shell Indonesia juga mempelopori kampanye keselamatan dengan serangkaian program yang mendidik. Diantaranya dengan meluncurkan kampanye Child Safety atau Keselamatan Anak-Anak yang bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua dan anak-anak mengenai bahaya yang mungkin terjadi di sebuah SPBU.

Pada akhir Maret 2008 lalu, Shell menggelar kampanye keamanan berkendara di Blitz Megaplex, Jakarta. Sejumlah klub motor besar dan komunitas sepeda motor meramaikan acara yang dibarengi nonton bareng MotoGP. Menurut Ria R Christina, Brand & Communication Manager Shell Indonesia, acara itu untuk meningkatkan kesadaran keamanan para pengendara motor Tanah Air.

shellsafety

Bintarto Agung, Ketua Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC), salah satu pembicara yang dihadirkan Shell, menyebutkan, persoalan keselamatan dan keamanan bersepeda motor sangat tergantung kondisi mental seorang biker. Bintarto mengatakan :

“Saya kira, dengan saling respect antar sesama pengguna jalan, mematuhi peraturan lalulintas yang berlaku, akan mampu mengurangi kecelakaan di jalan.”

Akhir Mei lalu, Shell juga meluncurkan program ”Road Safety: Think Safety, Act Safely” dengan melibatkan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) di Jakarta. Program yang merupakan bagian dari investasi sosial/CSR Shell Indonesia ini bertujuan memberikan kontribusi secara aktif terhadap keselamatan dan keamanan berkendara di jalan.

Klub roda dua yang sudah mapan, seperti Honda Tiger Miling List (HTML), Forum Safety Riding Jakarta (FSRJ), Yamaha MX Club Indonesia (YMCI), Depok Tiger Club (Detic), Yamaha Vega Mailing List (YVML), Suzuki 2 Wheels Community (S2W), dan lain-lain melengkapi diri dengan aturan baku organisasi mengenai keselamatan berkendara. Pelan tapi pasti kesadaran untuk mengutamakan keselamatan di jalan mulai menjadi kebiasaan. Walau baru sebagian kecil yang melakukan, setidaknya ada yang peduli, dari pada tidak sama sekali.

Persiapan Riding

Naik motor itu mudah. Putar kunci kontak, starter, masukan gigi, gas, dan…go! Namun apakah segampang itu riding? Setidaknya ada sejumlah aturan mendasar yang wajib dipatuhi seorang biker yang bertanggung jawab. Kenapa bertanggung jawab? Ya, sang biker, selama berkendara, harus mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.

ktmrider

Langkah sederhana, namun ternyata sulit dilakukan bila tidak dibiasakan:selalu memeriksa kondisi motor sebelum digunakan.

Ini yang saya lakukan saban hari sebelum menunggang motor. Hal ini perlu saya lakukan mengingat jarak tempuh yang cukup jauh sekali jalan menuju ke tempat kerja: 42 kilometer.

Riding Gear :

Helm fullface with balaclava.

helmfullface

Sepatu biker.

sepatubiker

Knee protector.

kneeprotector

Glove with protector.

glove

Full bodyprotector.

fullbody

Jaket.

jaket

Cek Motor :

Head lamp harus nyala.

lampudepan

Lampu belakang dan rem menyala.

lampubelakang

Cek rem depan belakang.

remdepan

Sein kiri-kanan depan-belakang nyala.

sein

Cek tekanan angin dan kondisi ban.

tekananangin

Tegangan dan kondisi rantai.

cekrantai

Cek posisi spion.

spionok

Setelah OK, lakukan pemanasan / peregangan tubuh.

pemanasan

Satu lagi yang sangat penting, yaitu sikap berkendara :

Mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku. Dan respect terhadap pengguna jalan lainnya.

Servis Rutin: Wajib!

Disamping cek harian, rutin servis di bengkel juga perlu dilakukan. Biasanya setiap 1500 kilometer. Jarak tempuh sejauh itu saya capai dalam waktu kurang dari sebulan. Servis rutin selalu dibarengi dengan penggantian oli. Pelumas standar pabrikan sudah mencukupi untuk digunakan di motor standar.

Lalu apakah tidak boleh menggunakan oli selain pelumas standar? Tentu boleh dan bisa dilakukan. Hanya saja, konsumen wajib mengetahui kualitas oli pengganti tersebut. Cara paling mudah: beli pelumas bermerek yang populer, semacam: Pertamina, Shell, Castrol, Repsol, Petronas, dan lain sebagainya.

Shell Advance misalnya, yang dilengkapi DPA (Dynamic Performance Additive). DPA merupakan teknologi pendukung yang terbukti dan dipercaya dapat membantu mengatur oksidasi di dalam mesin yang membuat pelumas tetap “young and fit” , sehingga para pengendara sepeda motor dapat merasakan daya respon yang lebih dari sepeda motor mereka.

shell advance

Shell Advance juga mencegah penguraian didalam mesin, sehingga pelumas terus bekerja sampai saat penggantian pelumas yang berikutnya. Selain itu Shell Advance juga memiliki detergen khusus yang mendukung kebersihan komponen dengan melepaskan kemudian meluruhkan partikel karbon hitam yang membandel secara aman. Kelebihan-kelebihan tersebut dapat membantu meningkatkan kinerja mesin motor sehingga menjadi lebih prima.

Keunggulan dari performa dan teknologi yang dimiliki Shell Advance telah diuji di ajang balap internasional oleh Ducati. Shell Advance telah berhasil meraih kepercayaan dari tim Ducati pada ajang MotoGP dan Superbike.

Terus oli apa yang saya gunakan? Sampai hari ini saya masih setia dengan oli pabrikan: Yamalube 4T. Selain harganya terjangkau, juga ada edisi khusus kemasan Yamalube Goes To MotoGP: Valentino Rossi sedang ngepot ditikungan.

yamalubemotogp

Iklan

4 responses to “Safety yang Bukan Basa Basi

  1. bro..kalo gak salah oli yamalube di atas entuh gambarnya Jorge Loranzo..perhatikan wear pack,helm,dan nomer start..

    @cing_roy
    xoy masih hidup gak bro?xixixixixi…

  2. Mas, perlengkapan safety yg mas pake dibeli di mana? sangat berminat nih. terutama jaket dan full body protector. maklum, baru mau jadi biker.oh ya saya tinggal di jakarta selatan. nuwun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s