Pilkada Jabar dan Kisruh Bubur Merah


Poster Pilkada Jabar

Pasangan HD (Heryawan-Dede Yusuf) untuk sementara unggul 39,49 persen. Mereka mendulang 2.018.574 suara menurut perhitungan KPUD Jawa Barat (Detik.com, Senin 14/4).

Sementara pasangan Dai (Danny-Iwan) dan Aman (Agum-Nu’man), harus puas memperoleh 1.336.842 suara (26,15 persen) dan 1.756.740 pemilih (34,36 persen).

Di Kabupaten Bogor, tempat saya tinggal, dari hitung cepat LSI, pasangan HD melesat dengan meraih top speed (emang motor?) 51,87 persen atau mencatat 5,433 juta suara.

Lalu apa hubungannya dengan saya? Nothing. Karena saya tak menggunakan hak pilih pada hari pencoblosan, Minggu (13/4) lalu. Kenapa? Terus terang saya buta dengan ketiga kandidat calon Gubernur Jawa Barat, itu. Jadinya nggak sreg. Terus malas nyoblos.

Persoalan lain, kartu pemilih yang saya miliki, datanya salah. Nama salah eja. Yang paling parah data tempat tanggal lahir, SALAH BESAR. Di situ tertera saya kelahiran 1982! Waduuuh, saya lebih muda 11 tahun! Tahun lahir salah, begitu pula tanggal dan bulan lahir.

Kartu Pemilih

Padahal waktu pendataan beberapa bulan lalu, saya mengisi secara lengkap form data yang disodorkan. Eeee…lha dalah, begitu dapat kartu pemilih, salah datanya. Oh iya, kartu pilih itu juga baru datang dua hari sebelum hari H.

Ceritanya, kata Pak RT di blok saya, kartu pemilih yang pertama, datanya lebih ngawur lagi. Akhirnya ratusan kartu jatah komplek saya itu dikembalikan lagi. Kartu baru ternyata ya sama saja, cuma benar di alamat blok, RT/RW, kelurahan kecamatan, dan kabupaten saja.

Saya nggak tahu kenapa bisa kisruh data begitu. Apa input datanya yang salah? Atau ada oknum yang ngantuk waktu nginput? Memang tak mudah mendata warga Jabar layak pilih yang lebih dari 29 juta itu. Tapi di jaman IT seperti ini kok tingkat errornya menyedihkan? Bagaimana tidak? Lha wong warga satu blok dengan saya juga mengeluh data yang tertera di kartu pemilih ngawur.

Kartu Pemilih dan undangan nyoblos

Sambil cengengesan mereka bilang

“Yuk bikin bubur merah ramai-ramai. Khan kita punya tanggal lahir baru?”

Itu baru satu blok, belum satu komplek, kelurahan, kecamatan, kabupaten, kotamadya, se-Jabar? Waaaah…pasti yang bikin bubur merah semakin banyak….hihihihi….

Iklan

2 responses to “Pilkada Jabar dan Kisruh Bubur Merah

  1. Salam kenal MAs Adi..Di Bojongbaru tinggal di perumahan apa Mas..? Mas Adi lumayan dapet Kartu Pemilih..kalo di Desa Bojongggede nggak ada mas..ya pake undangan aja..
    ternyata kita satu kecamatan ya…tolong bagi ilmunya ya mas ttg bikin kompos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s