Ilmu Kacang Panjang


Tiap akhir pekan saya selalu membuat MOL tapai untuk starter kompos maupun bahan campuran pupuk cair. Pupuk ini, selain saya gunakan sendiri, juga saya berikan ke tetangga yang hobi dan “butuh” tanam menanam di lahan yang tersisa di belakang rumahnya. Bagaimana hasilnya?

Ini e-mail kepada guru kompos saya Pak Sobirin.

Selamat malam Pak Sobirin, maaf lama tak memberi
kabar. Ya begitulah kesibukan saya sebagai seorang
buruh…hehehe…

Saya mau berbagi cerita dan foto soal MOL tapai nih.
Ceritanya, tetangga tertarik untuk aplikasi pupuk MOL
tapai. Setelah saya beritahu caranya – 1 bagian MOL
dicampur dengan air 15 bagian – dia mulai gunakan
untuk memupuk tanaman kacang panjangnya.

Walau agak kurang percaya dia coba juga. Sebagai
perbandingan dia tidak menggunakan MOL seluruhnya.
Setengah lahan pakai MOL, dan setengah lahan lainnya
tidak digunakan apa-apa.

Sekitar minggu kedua, dia bercerita kalau daun kacang
panjang yang diberi MOL tapai ukurannya lebih besar
dibandingkan yang tidak pakai MOL. Sore tadi (22/3),
atau kira-kira sebulan setelah dia tanam kacang
panjang, saya menengok tanaman kacangnya.

Ternyata benar, daun kacang panjangnya kelihatan lebih
hijau segar dan lebar-lebar dibandingkan lahan yang
tidak disiram MOL tapai. Dia mengaku tidak begitu
rajin menyiramnya. Namun hasilnya sudah berbeda.

Itu pengakuannya kepada saya dan istri saya yang
menengok lahan kecil di belakang rumahnya. Terus
terang saya bahagia mendengarnya. Tak ada yang paling
membahagiakan saya di dunia ini ketika ilmu yang kita
dapat bermanfaat bagi orang lain.

Kebetulan tetangga saya itu bukan orang berkecukupan.
Rumahnya pun “menumpang” punya saudara yang kosong dan
minta untuk dirawat dengan baik. Tetangga saya itu
sejak mula memang hobi menanam. “Anak saya banyak,
kalau sayur saya tanam sendiri, panennya bisa
mengurangi pengeluaran,” katanya.Sebuah alasan yang
sangat rasional.

Saya berharap, dengan lahan yang tak seberapa dia
punyai itu, tetangga saya bisa hidup lebih mandiri.
Saya membayangkan, kedepannya, bila dia istiqomah,
selain mampu mencukupi kebutuhan masakan sayur
keseharian, tetangga saya itu bisa sedikit berjualan
di sekitar kompleks.

Dengan harga yang sama, tapi sayurnya lebih segar dan
besar, pasti orang akan tertarik membelinya. Bukan
begitu kan pak?

Berikut saya lampirkan foto-foto kacang panjang pakai
MOL dan kacang panjang non MOL. Oh, iya tulisan ini
nantinya setelah Pak Sobirin up-load, juga akan saya
unggah di blog saya.

Salam,

Foto-foto :

Kacang MOL
Kacang panjang MOL

Kacang Non MOL
Kacang panjang non MOL

Tambahan :
Rabu lalu (26/3) tetangga saya itu bilang kalau kacang panjang yang pakai MOL lebih panjang sekitar 15 cm dibanding yang tidak pakai MOL.

5 responses to “Ilmu Kacang Panjang

  1. salam..

    saat ini saya menjual CD cara bertani kacang panjang yang benar, hanya dengan harga 60 ribu/CD (sdh msk ongkos krm). CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknya langsung di lapangan. dan ada juga buku panduannya (berwarna + bergambar) harga 60 ribu.

    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.

    terima kasih

  2. Mas Rahadi, itu namanya kambing garong….
    Eh, sampeyan wong Palur ya? Perum opo mas? Morotua saya tinggal di Nusa Indah Baru 2.

  3. waduhhh…. tapi rasanya gmn , mas alone? apakah lebih enak? saya suka makan oseng kacang panjang pake tempe, atau kacangnya dipencok (makanan khas sunda yang rasanya sipp soalnya pedas)… kalao lebih enak, saya juga mu dong MOLnya, ntar saya kasih bapak saya biar kalau berkebun pake MOL, biar tanaman lainnya lebh subur pula…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s