Melawan Plastik dengan Plastik?


kantong plastik carefour

Plastik dilawan dengan plastik. Apa bisa? Ini saya temukan tak sengaja waktu saya iseng jalan-jalan ke Carrefour Cibinong, awal Desember ini, dan baru beberapa hari dibuka umum. Laiknya laron-laron yang berebut mendatangi cahaya lampu, begitu pula warga dan masyarakat sekitar Cibinong-CIieureup yang berbondong-bondong menyerbu “lampu” van Perancis itu.

Antrean di kasir lumayan panjang. Butuh sekitar setengah jam sebelum saya bisa membayar barang yang dibeli, dua buah karpet karet kamar mandi. Di depan kasir inilah, saya melihat sesuatu yang aneh. Di dekat meja kasir (lihat foto) ada tumpukan plastik besar yang dicentelkan. Warnanya hijau bertuliskan “Selamatkan Lingkungan untuk Hari Esok yang Lebih Baik”. Dibawahnya ada logo Carrefour berwarna kuning. Plastik itu dihargai Rp 2000 per lembarnya.

Saya bertanya ke kasir. “Itu plastik buat apa?”. “Oh, itu buat naruh belanjaan, biar hemat plastik,” katanya (mungkin asal jawab). Terlepas dari jawaban si petugas kasir – dan saya juga tidak konfirmasi dengan petinggi Carrefour (Lha buat apa, wong buat nulis di blog kok?) – saya merasa itu merupakan “pembodohan” publik. Atau, mungkin itu hanya “akal-akalan” manajemen toko yang mencoba “memanfaatkan” gelaran United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang sedang berlangsung di Bali, pada 3 – 15 Desember lalu?
Bisa jadi. Lha setiap menjelang lebaran, natal atau tahun baru, sebagain besar perusahaan akan “latah” dengan kampanye hari raya semacam itu.

Sebenarnya, bila mau kampanye pengurangan plastik belanjaan, menurut saya, tak tepat caranya. Itu sama saja fight fire with fire. Kobong kabeh, gak ada solusinya. Masa meniadakan plastik (tas belanjaan) dengan menyediakan tas plastik juga? Malah membeli seharga Rp 2000.
Ini sama saja pemborosan 2X. Buang duit beli tas, dan buang plastik yang sudah dibeli. Saya tak yakin, para pembeli tas plastik itu akan menyimpannya untuk kemudian digunakan kembali sewaktu berbelanja di kemudian hari.

Alternatif lebih bagus dengan menyediakan tas daur ulang yang berasal dari kertas dengan harga setara tas plasti itu. Kita tahu, tak bisa hancur di alam. Butuh ratusan tahun untuk “membusuk”. Beda dengan kertas yang hanya perlu waktu beberapa minggu atau bulan untuk dapat diurai tanah. Atau bila tak mau rugi, pasang aja pengumuman “Demi Kelestarian Lingkungan Hidup, Mohon Membawa Tas Belanjaan Sendiri.” Atau kalimat ajakan lainnya.

Lalu bagaimana saya berbelanja di hypermarket selama ini? Saya bawa dua backpack (ransel). Setelah belanja, barang saya masukkan ke ransel. Plastiknya, bila tak diperlukan, saya kembalikan ke toko. Begitu pula bila belanja di toko kecil (mini market semacam alfa/indomart). Bila barangnya kecil, saya masukkan saja ke kantong jaket atau celana.

Bagaimana menurut Anda?

4 responses to “Melawan Plastik dengan Plastik?

  1. mari bersama sama kita perangi plastik guys..

    mohon doanya saat ini saya sedang mengerjakan juklak panduan bali bebas sampah plastik melalui balai lingkungan hidup provinsi bali .

  2. Mas adhi, ikut nimbrung nih…. Menurut saya, mendingan CAREFOUR belajar sama MAKRO aja karena disana walaupun menjual tas plastik tapi tetap menyediakan dos2 bekas yang dapat dipakai para pelanggannya untuk membawa barang belanjaan.

  3. para pembeli tas plastik itu akan menyimpannya untuk kemudian digunakan kembali sewaktu berbelanja di kemudian hari…..
    malah gw yakin juga tempat belanja itu bulan depan atau bahkan minggu depan ngeluarin plastik lagi dgn tulisan lain dan konsumen disuruh beli lagi seharga yg tertera disana…..
    apa hematnya klo kayak begitu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s