Bentor = Becak Motor. Sayang Tanpa Rem Depan.


bentor gorontalo
Selasa dua pekan silam, saya bersama dua orang rekan mendapat undangan ke Gorontalo. Ini kedua kalinya saya menginjakan kaki ke bumi penghasil jagung ini. Kunjungan pertama, awal tahun ini dengan obyek lapangan seputar Provinsi Gorontalo. Saat itu saya tertarik dengan moda transportasi angkutan yang dikenal dengan sebutan bentor (becak bermotor) itu. Sayang, saat itu, saya tak sempat cari tahu lebih dalam soal bentor.

 Nah, dua minggu lalu, kesempatan itu datang ketika staff Pemerintah Kota Gorontalo mengajak kami mengunjungi sentra industri bentor di Jalan KH Agus Salim, Kal. Dulaluwo, Kec. Kota Tengah. Kami diterima dengan baik oleh Bapak Budi Alibasa, pemilik Cahaya Karya. pabrik perakitan bentor.

Pak Budi menjelaskan, secara garis besar bentor terbagi menjadi tiga kelas berdasarkan harga. Pertama bentor seharga Rp  2,25 juta (tanpa lampu di bemper), disusul kelas Rp 2,6 juta (bemper tebal tanpa lampu) dan bentor termahal seharga Rp 2,8 juta (dilengkapi bemper tebal berikut lampu laiknya mobil).

nyoba-bentor.jpg

Harga itu hanya kepala bentornya saja, tidak termasuk sepeda motor. Rata-rata sepeda motor yang digunakan adalah Honda (Fit X dan Revo). Alasannya, klasik, irit dan onderdilnya gampang. Jadi kalau dihitung total biaya pembuatan bentor adalah Rp 13-14 jutaan, tergantung harga sepeda motornya. Kapasitas penumpang 1-4 orang dewasa. Penumpang depan – bila hujan – terlindungi kaca plastik yang dapat dibuka tutup dengan mudah.

Ongkos naiknya pun terhitung murah. Sekali jalan rata-rata Rp 3000, sedangkan anak sekolah lebih murah lagi Rp 500 – Rp 1000. Angkutan ini lebih manusiawi dan hewani dibanding becak atau bendi, karena gak perlu nasi atau rumput.

Sayangnya para pembuat bentor tidak memusingkan soal safety. Contohnya, semua bentor yang beredar di Gorontalo tidak dilengkapi REM DEPAN!bentor-non-rem.jpg

Bentor hanya menggunakan rem belakang motor yang berjenis drum brake itu. Soal ini, Pak Budi menjelaskan, karena faktor biaya. “Bila dilengkapi rem depan cakram, harganya menjadi lebih mahal. Orang gak mau pesan,” akunya.

Sayang memang. Uniknya naik bentor harus saya tebus dengan was-was sepanjang jalan. Apalagi gak ada “safety belt” terpasang, takut njungkel bila nabrak sesuatu. Dari sisi ekonomi, bentor cukup banyak men-safety-kan periuk nasi warga Gorontalo. Yaaa..seperti ojek di Jakarta, cuma yang ini sedikit lebih nyaman.

Iklan

7 responses to “Bentor = Becak Motor. Sayang Tanpa Rem Depan.

  1. berarti di Gorontalo masih murah ya pada tahun2007 sekarang di Baturaja Sumatra selatan harga kepala Bentor mencapai Hampir 6jtan

  2. baru tadi saya merakit bentor dari gorontalo, baru jadi langsung di try drive oleh pak Edy, dan memeng tak ada safetynya sama sekali, sampai bentor dari gorontalo terbalik, karena pengereman tidak maksimal,kayaknya kontruksinya kurang memuaskan. mohon bagi pembuat bentor tolong keamanan dan kenyamanan bg pengendara dan penumpang di perhatikan, maaf bila komen saya tak berkenan…. anggap saja sebagai masukan yg membangun.

  3. selaku warga gorontalo saya merasa nyaman menggunakan bentor karena rem belakang sudah distel (dibuat khusus)untuk bisa mengeremnya. saya rindu naik bentor karena sekarang ini saya lagi dirantau. malah saya berpikir akan ikut belajar membuat atau menjual bentor

  4. bisa minta contact person bapak budi alibasa pemilik cahaya karya nggak? penting! tlg mail ke e mail saya ya nice_poetcha@yahoo.com makasiiiiiiiiiih banyaaaaaak,.,.,

    Putri yang baik, maaf nomor telepon yang kamu minta gak ada. Soalnya udah hampir 1 tahun lalu saya kesana. Terus saya cari di arsip dan catetan perjalanan, juga udah hilang. Maaf ya. Plis cek email kamu. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s