3 November 2009

Apakah yang tradisional selalu tersingkir dijegal gaya modern? Yang baru kudu menggusur old model? Mari merenung sejenak. Seringkali segala sesuatu yang lama itu dibilang kuno, jadul, udik, ndeso. Tapi acap kali justru style tradisional itulah yang dalam beberapa situasi menyelamatkan manusia dari ganasnya alam.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Lingkungan Hidup, Renungan, Safety | Ditandai: jatnika, joglo, limasan, majalah tempo, perajin bambu, Renungan, rumah bambu, rumah kayu, rumah tahan gempa, rumah tradisional, Safety, sahabat bambu |
Permalink
Ditulis oleh nadi
28 Oktober 2009

Iseng nyari model helm-helm unik. Ada helm trail yang dilengkapi lampu sorot. Cocok bagi rider petualang yang butuh penerangan tambahan. Coba cek di sini untuk lebih lengkapnya. Hanya, saya agak sedikit bingung cara masang lampu-lampu itu. Memang disediain braket. Tapi sepertinya braket itu kudu “dibor” di cangkang (shell) helm. Kalau helmnya muahaaaal apa tega ngebooor?

Ada pula helm pilot yang dilengkapi sensor di sebagian besar muka helm. Jadilah tampang helm itu mirip sosok alien ala film Holywood. Kabarnya sih, sang pilot bisa melihat secara lebih jelas situasi di luar pesawat. Citra gambar akan mengikuti sesuai gerakan kepala sang pilot. Ya mirip-mirip fungsi spion itulah. Cuma, spion yang ini bisa menerawang ke semua penjuru medan.
Nah, kalau dibawah ini, apa bisa disebut helm masa depan?
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Auto Flash, Renungan, Safety | Ditandai: Renungan, safety riding, biker, riding gear, Depok, safety driving, safety gear, Margonda, helm unik, helm konyol, helm lucu, helm aneh |
Permalink
Ditulis oleh nadi
27 Oktober 2009

Inilah jajanan tradisional Solo. Penjualnya biasa beredar dari kampung ke kampung dengan tenggok (bakul gendong). Satu porsi (pincuk daun pisang) ditawarkan seribuan. Brambang asem ini terdiri dari daun kangkung tela (daun ketela, jlegor dalam Bahasa Jawa), yang dikukus setengah matang. Lalu di atasnya diguyur sambal cair yang rasanya manis pedas.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Travel Warning | Ditandai: brambang asem, jajan pasar solo, keplek ilat, wisata kuliner solo |
Permalink
Ditulis oleh nadi
26 Oktober 2009

Minggu siang yang ramai. Blitz Megaplex di Hotel Indonesia Kempinsky serasa parkiran berbagai klub motor. Pelataran parkir gedung pun penuh kuda jantan buatan Jepang, India, dan (mungkin) Italia. Ah, keramaian khas pemuja MotoGP.
Di dalam gedung, seorang rekan, berbisik sambil memaki, “Seharusnya MotoGP digelar di Indonesia. Kita lebih punya segalanya dibanding negara tetangga itu.” Kalau saja lampu hijau start belum menyala, sang teman pasti sudah nyerocos kemana-mana. Membandingkan ini-itu, sana-sini, bisa ini-bisa itu….
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Auto Flash, Renungan | Ditandai: biker, jorge lorenzo, valentino rossi, motogp, sentul, umbrella girl, blitzmegaplex, hotel indonesia kempinsky, juara dunia motogp 2009, casey stoner, italia |
Permalink
Ditulis oleh nadi
23 Oktober 2009

“Lewat jalur kanan saja mas. Kalau malam nggak ada polisi. Nggak bakal ditilang.”
Jlep! Haep…haep…
Itu saking susahnya menelan ludah. Saya semakin faham jika ketakutan dan kesadaran itu berdiri di lapangan yang berbeda. Di satu sisi sekelompok orang merayakannya dengan suka rela dan suka cita. Dengan spirit menyala mengabarkan kesadaran itu dari kampung ke kampung, dari bilik satu ke kamar lain.
Sementara di seberangnya, berjuta orang menghadapinya dengan was-was. Takut ditilang.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Renungan, Riding Experience, Safety | Ditandai: dakwah, jumat, lalulintas, polisi, Renungan, safety driving, safety riding, tilang |
Permalink
Ditulis oleh nadi