TIME dan ‘Kesaktian’ Instagram


Gambar

In the last few years I have discovered that my iPhone has allowed me to capture scenes without feeling that I am once again on the job.   (Benjamin Lowy – professional photojournalist)

Yes! TIME menggunakan foto Instagram untuk kulit muka majalah edisi terbaru yang mengupas tentang Badai Sandy, akhir Oktober lalu. Puluhan foto saat superstorm melanda sebagian daratan Amerika Serikat itu tampil dalam lightbox TIME – blog fotografi TIME.

Saya tidak begitu kaget dengan keputusan revolusioner TIME untuk memanfaatkan hasil foto Instagram sebagai cover. Hanya, saya tidak mengira majalah berita terkemuka di dunia itu begitu cepat mengambil keputusan radikal.

Itu karena selama ini mobilephone photography lebih sering dianggap mainan belaka. Jepret menggunakan ponsel, unggah di social media, dan….. menanti komentar atau ‘like’ dari jejaring teman.

Tapi dengan masuknya para fotografer profesional dan amatir-serius yang memanfaatkan Instagram – dan sejumlah kanal fotografi online lainnya, mau tak mau konten Instagram pun makin ‘berisi’.

Kira Pollack, kepala fotografi TIME mengaku jika pemanfaatan Instagram sebagai headline berita foto dan cover merupakan sebuah eksperimen. Kebutuhan akan kecepatan informasi.  “Kami hanya berpikir ini akan menjadi cara tercepat dalam menayangkan liputan sesegera mungkin,” kata dia seperti ditulis Jeff Bercovici, di Forbes, 1 November lalu.

Pollack menepis anggapan miring bahwa TIME sedang berakrobat dengan tren Instagram yang kini memiliki 100 juta lebih pengguna di seluruh dunia itu. “Bukan soal tren, ini hanya tentang seberapa cepat kami bisa mendapatkan gambar untuk pembaca,” tegas Pollack.

Tentu saja TIME tak main-main dengan eksperimen ini. Ketika badai Sandy mulai mendera, Pollack menugaskan lima fotografer dari wilayah yang dilanda badai. Mereka diberikan akses penuh untuk mengunggah ke Instagram TIME.

Kelima fotografer itu adalah Michael Christopher Brown, Benjamin Lowy, Ed Kashi, Andrew Quilty, dan Stephen Wilkes. Bukan kebetulan kelima orang itu adalah pengguna berat aplikasi buatan Kevin Systrom tersebut. Peleburan sempurna antara hobi dan kerja profesional.

Keputusan Pollack sungguh tepat. Akun Instagram TIME menarik lebih dari 12 ribu pengikut hanya dalam kurun waktu 48 jam sejak foto-foto Badai Sandy diunggah pertama kali.

Sedangkan di Instagram sendiri, menurut Kevin Systrom, terdapat 411 ribu foto Badai Sandy yang diunggah dalam waktu 11-12 jam. “Sepuluh foto per detik yang diunggah dengan tagar #sandy,” kata dia.

Yang bikin heboh, satu foto Benjamin Lowy – yang memotret menggunakan iPhone, bahkan terpilih untuk sampul muka TIME. Bagaimana dengan resolusinya? Pollack menjawab taktis,” It reproduced beautifully. There’s almost a painterly quality to it.”

Lowy sendiri di halaman blognya, tumblr, mengaku telah beralih dari fotografer tradisional ke fotografer ponsel (phone photography).

For years, I have worked with bulky digital cameras, always mindful of the technical maneuvers from setting the shutter speed and aperture to editing and toning on a computer screen. In the last few years I have discovered that my iPhone has allowed me to capture scenes without feeling that I am once again on the job. To “point and shoot” has been a liberating experience. It has allowed me to rediscover the excitement of seeing imperfections and happy accidents rendered through the lens of my handheld device.

Mungkin ada yang bertanya kenapa TIME berani bereksperimen secara radikal? Menyerahkan kendali editorial kepada fotografer untuk langsung upload ke Instagram TIME. Pollack menjawab,” You have to pick the right photographers.

***

*Foto-foto: Cover  TIME (Forbes) | Lightbox TIME

About these ads

14 responses to “TIME dan ‘Kesaktian’ Instagram

  1. memang menggunakan instagram membuat foto hasil jepretan jadi wah banget… kecanggihan instagram memang telah banyak di gunakan khususnya bagi pengguna smartphone atau pun android

  2. Ping-balik: Workshop Photography with Darwis Triadi by Astra Honda Motor « BroArdy's Perspective·

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s