Daya Pikat Narablog

Selarik pesan pendek masuk ke telepon genggam saya, kemarin sore. Dari seorang kawan. Dia menanyakan, kenapa sih narablog diundang duluan saat perkenalan New Jupiter Z, Minggu lalu? Kok, media massa malah belum dikasih tau sama sekali? Boleh tahu nggak alasannya? Begitu berondongan pertanyaan dari sang teman yang bekerja di media cetak ternama itu.

Selanjutnya, sang kawan, meminta pendapat  apa yang membuat seorang narablog begitu penting bagi pabrikan atau produsen? OK, saya coba jelaskan semampunya.

Menurut saya, ada perbedaan signifikan antara narablog dan pekerja media massa. Jika pekerja media (wartawan) liputan itu terkait dengan pekerjaan harian. Suka nggak suka, jika ditugasin bos, ya harus datang meliput.

Sedangkan narablog? Mereka menulis karena hobi akan sesuatu. Bisa soal motor, mobil, makanan, tanaman, lingkungan, dan sebagainya. Jika sudah hobi, maka hasrat (passion) akan demikian besar. Para narablog juga memiliki antusias tinggi karena berangkat dari kesenangan. Nah, kesenangan ini tidak dapat dibayar dengan apapun.

Saya juga geli ketika Mas Tri ditanya seorang pekerja media yang heran dengan peralatan tempur narablog berjuluk Mas Penembahan ini. Si reporter nggak habis pikir, kok mau-maunya ngerekam pakai handycam, turing lintas negara, foto-foto pakai DSLR canggih, terus dibagikan begitu saja melalui blog?

Saya ngakak mendengarnya. Lha gimana tidak? Tampaknya si reporter lupa (atau justru tidak tahu?) bahwa esensi narablog itu adalah berbagi (sharing). Dengan berbagi, maka ilmu akan berkembang dan bertambah.

Ini mirip ketika orang sedang jatuh cinta. Tiap ada rejeki pasti sang pacar dibelikan hadiah yang terbaik. Roman kesehariannya bisa dipastikan akan selalu ceria. Pipinya merona merah jika bercerita soal pujaan hati. Matanya berbinar saat mengirim sms ke sang pacar. Bahkan ketika pasangan idaman sedang kentut pun, akan bilang “Wah, kamu sedang sakit ya? Sini saya kasih obat.” Hehehe…..

Namanya juga jatuh cinta, maka hubungan pasangan pun – dalam hal ini konsumen dan produsen – jika ada persoalan biasanya menemukan titik temu. Karena narablog merupakan representasi konsumen, maka tidak aneh jika sejumlah produsen memperlakukan narablog layaknya “premium customer”.

Seperti itulah narablog. Tak heran, jika mereka mendapat undangan yang terkait dengan hobinya, maka dengan langkah enteng akan hadir. Apalagi jika di acara itu bertemu dengan orang-orang yang hobinya sama. Wooo, waktu seakan cepat berlalu.

Segala informasi terkait hobi pun berseliweran. Ada yang ngerumpi soal pelek, SPG, UG, sepatu biker terkini, bahkan ada yang jualan tank bag seperti ini. Lagi pula, para pembaca blog, sepertinya lebih menyukai sesuatu yang beda di luar berita mainstream.

Memang postingan narablog cenderung pengalaman pribadi, bahkan soal yang remeh-temeh,seperti enaknya pakai sepatu ini, nggak enaknya servis di sini, makanan tradisional oke di sana, dan semacamnya.

Tapi harap ingat, yang remeh itu justru menarik pembaca. Karena para narablog menulisnya dengan hasrat menyala. Blogging with passion. Itulah kenapa barang-barang handmade (yang berkualitas) harganya super mahal. Karena ada “roh” si pembuat dalam produksinya.

Maka sangat tepat jika sejumlah produsen menaruh perhatian besar kepada para narablog. Karena mereka, narablog, mengutip wejangan Ndoro Kakung, menulis dengan hati.

13 Tanggapan ke “Daya Pikat Narablog”

  1. elsabarto Berkata:

    panjenengan pancen leres mas

  2. MR Berkata:

    kula tumut komentar kados mas sabar to le

    Huahaha…lucu tenan iki, sabar to leee, sing sareh sing sabar….huahahha….

  3. dpouwel Berkata:

    –bahkan ada yang jualan tank bag seperti ini–

    belum ngeklik tapi udah tahu pasti dia :lol:

  4. Lekdjie,dab! Berkata:

    Kulo nulise ngagem tangan pak…
    :-D :-D :-D

  5. Taufik Berkata:

    Setuju !!!
    nulis dengan keyboard mas mosok’ dengan Hati.. :mrgreen:

  6. Plat_R Berkata:

    nulisnya make tangan + keyboard dunk :)

  7. syd Berkata:

    tersentuh akuuu

  8. Taufik Berkata:

    “Ada yang ngerumpi soal pelek . . . ., sepatu biker terkini” . . . hmmm pengalaman pribadi niy . . .

    naih kayak ginih nih suasananya :

    http://i33.tinypic.com/2r2taib.jpg

    siapa coba yang kira2 ngomongin sepatu xi xi xi xi

  9. ndoro kakung Berkata:

    mantap! posting ini pasti juga ditulis dengan hati :D

  10. girifumi Berkata:

    tumben nih gak ada yang bahas soal cakram?
    bukannya menulis dengan tangan bro?
    fotonya gak jelas semua,gak fokus ke kamera yang membidik..

  11. nadi Berkata:

    @ Mas Sabarto : mboten wonten sanese mas, sabar niku kekasihipun Gusti Alloh.
    @ Taufik : nggak di warung Mas Tri, di toko sendiri pun dikerjain. Apeeesssss tenan.
    @ Ndoro Kakung : wiiihhh, dewanya narablog rawuh. *menjura
    @ Cak Giri : cakram emang bisa buat stoppie?

  12. Stephen Langitan Berkata:

    ini yg ngomong wartawan atau blogger? hehehe.. :-)

    pengalaman yg sama, pernah ditanyain orang koq blogger bisa dekat ama industri/perusahaan.. ya gimana ya? Ini kan jaman internet.. media blogger emang lebih rame..

Tinggalkan Balasan