
Inilah jajanan tradisional Solo. Penjualnya biasa beredar dari kampung ke kampung dengan tenggok (bakul gendong). Satu porsi (pincuk daun pisang) ditawarkan seribuan. Brambang asem ini terdiri dari daun kangkung tela (daun ketela, jlegor dalam Bahasa Jawa), yang dikukus setengah matang. Lalu di atasnya diguyur sambal cair yang rasanya manis pedas.
Saya kurang tahu apa racikan sambal encer ini. Yang pasti, rasa manis dan pedas begitu dominant. Terutama rasa manis gula Jawa. Cara makan digado (tanpa nasi), menggunakan tangan (dipuluk). Begitu diemplok (dimakan), dikunyah, hmmm…..kreot, kreot, bunyi daun ketela (jlegor) yang dikunyah. Rasa sambal cair manis pedas pun menggoyang lidah.

Sekali waktu, jika brother sekalian berkunjung ke Solo, cobalah jajan pasar ini. Enak lho dimakan di siang hari. Bisa mandi keringat saking segarnya.
*Note : dari situsnya Pak Bondan Winarno, Jalansutra, bumbu brambang asem terbuat dari : gula merah, bawang merah, dan asam Jawa.
@maskur
kupat po gathuk? gembus enake
mau dong….jadi kepingin pergi ke solo….laper liat gambarnya…
rasane pancen mirip kangkung, luwih enak neh yen mangane nganggo kupat
manis pedes dominan aroma bawang sambil senam mulut sb godhong jlegornya agak liat
kesimpulan segernya maknyosssss
iya keknya daun ketela rambat, n biasanya uraban seperti itu pakenya daun ketela rambat… makanan rakyat yang hot!!
sruput sruput bikin ngiler nech mas…..
iku daun lung mas. Daun ketela rambat yang masih muda, bukan kangkung.
kalimat terakhir eneh….saking segarnya koq malah bisa mandi keringat