Mudik Kuliner (7) : Brambang Asem, Jlegor Sambal Pedas Manis. (Update)


brambang_asem_solo.jpg

Inilah jajanan tradisional Solo. Penjualnya biasa beredar dari kampung ke kampung dengan tenggok (bakul gendong). Satu porsi (pincuk daun pisang) ditawarkan seribuan. Brambang asem ini terdiri dari daun kangkung tela (daun ketela, jlegor dalam Bahasa Jawa), yang dikukus setengah matang. Lalu di atasnya diguyur sambal cair yang rasanya manis pedas.

Saya kurang tahu apa racikan sambal encer ini. Yang pasti, rasa manis dan pedas begitu dominant. Terutama rasa manis gula Jawa. Cara makan digado (tanpa nasi), menggunakan tangan (dipuluk). Begitu diemplok (dimakan), dikunyah, hmmm…..kreot, kreot, bunyi daun ketela (jlegor) yang dikunyah. Rasa sambal cair manis pedas pun menggoyang lidah.

brambang_asem_solo.jpg (1)

Sekali waktu, jika brother sekalian berkunjung ke Solo, cobalah jajan pasar ini. Enak lho dimakan di siang hari. Bisa mandi keringat saking segarnya.

*Note : dari situsnya Pak Bondan Winarno, Jalansutra, bumbu brambang asem terbuat dari : gula merah, bawang merah, dan asam Jawa.

About these ads

9 responses to “Mudik Kuliner (7) : Brambang Asem, Jlegor Sambal Pedas Manis. (Update)

  1. iya keknya daun ketela rambat, n biasanya uraban seperti itu pakenya daun ketela rambat… makanan rakyat yang hot!!


    • Yup, bener. Itu daun tela. Di Sala, biasa disebut jlegor. Mungkin daerah lain punya istilah berbeda. OK, thanks koreksinya. Langsung saya edit.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s