
Inilah jajanan tradisional Solo. Penjualnya biasa beredar dari kampung ke kampung dengan tenggok (bakul gendong). Satu porsi (pincuk daun pisang) ditawarkan seribuan. Brambang asem ini terdiri dari daun kangkung tela (daun ketela, jlegor dalam Bahasa Jawa), yang dikukus setengah matang. Lalu di atasnya diguyur sambal cair yang rasanya manis pedas.
Saya kurang tahu apa racikan sambal encer ini. Yang pasti, rasa manis dan pedas begitu dominant. Terutama rasa manis gula Jawa. Cara makan digado (tanpa nasi), menggunakan tangan (dipuluk). Begitu diemplok (dimakan), dikunyah, hmmm…..kreot, kreot, bunyi daun ketela (jlegor) yang dikunyah. Rasa sambal cair manis pedas pun menggoyang lidah.

Sekali waktu, jika brother sekalian berkunjung ke Solo, cobalah jajan pasar ini. Enak lho dimakan di siang hari. Bisa mandi keringat saking segarnya.
*Note : dari situsnya Pak Bondan Winarno, Jalansutra, bumbu brambang asem terbuat dari : gula merah, bawang merah, dan asam Jawa.



27 Oktober 2009 pukul 8:51 am |
kalimat terakhir eneh….saking segarnya koq malah bisa mandi keringat
27 Oktober 2009 pukul 10:57 am |
iku daun lung mas. Daun ketela rambat yang masih muda, bukan kangkung.
27 Oktober 2009 pukul 2:03 pm |
27 Oktober 2009 pukul 12:04 pm |
sruput sruput bikin ngiler nech mas…..
27 Oktober 2009 pukul 1:18 pm |
iya keknya daun ketela rambat, n biasanya uraban seperti itu pakenya daun ketela rambat… makanan rakyat yang hot!!
27 Oktober 2009 pukul 2:53 pm |
manis pedes dominan aroma bawang sambil senam mulut sb godhong jlegornya agak liat
kesimpulan segernya maknyosssss
28 Oktober 2009 pukul 3:27 am |
rasane pancen mirip kangkung, luwih enak neh yen mangane nganggo kupat
1 November 2009 pukul 5:37 pm |
mau dong….jadi kepingin pergi ke solo….laper liat gambarnya…