
Saya tak bisa ngaji. Baca huruf Arab pun gelagapan. Saya juga tidak tahu kadar keimanan berapa persen. Apakah condong ke akhirat atau alam fana. Atau tidak dua-duanya. Biarlah itu menjadi rahasia Ilahi. Saya hanya berdoa agar Allah SWT selalu menjaga keimanan saya sesuai ajaran yang disampaikan melalui Rasululloh SAW.
Semalam saya mendapat cerita yang membuat saya terenyuh. Dikabarkan, demi “mengobati” si fulan agar kembali ke jalan lurus, bertemulah family si fulan dengan seorang yang diklaim ulama, ustad, kyai, atau sebutan-sebutan terhormat lainnya.
Ditulis oleh nadi 

