
Sejauh pengalaman saya membuat kompos, menurut saya, ada dua jenis bahan organik yang dapat dikomposkan. Tentu pengomposannya memerlukan metode sendiri. Dua bahan itu saya namakan – agar gampang membedakannya – organik basah dan organik olahan.
1. Organik basah misalnya ; daun tanaman, rumput-rumputan, potongan sayur, dan sebagainya.
2. Organik olahan yang berasal dari sisa makanan seperti ; nasi, bekas sayuran, sisa roti, sisa masakan, dan semacamnya.
Di rumah saya menerapkan metode berbeda untuk kedua jenis bahan organik itu. Untuk bahan organik olahan saya menggunakan komposter an-aerob (tidak membutuhkan udara). Sedangkan untuk mengkompos organik basah saya menggunakan komposter aerob (perlu udara untuk proses kompostingya).
Sisa lahan di rumah saya relatif sempit, sehingga saya tak bisa menggunakan komposter bata terawang ala Pak Sobirin. Akhirnya saya mencoba mengakalinya menggunakan tong plastik ukuran besar yang
dibolong-bolong di sekujur dinding dan pantat tong. Hasilnya memuaskan, sejak saya gunakan sebulan lalu, kemarin (19/4) sudah panen, dan siap bikin kompos lagi.
Cara membuatnya mudah sekali :
1. Beli tong plastik ukuran besar minimal 90 liter berikut tutupnya.
2. Buat lubang di permukaan dinding dan pantat tong. Lubang seukuran pipa 3/4 inchi.
3. Di bagian dasar / pantat tong dibuat jendela kecil untuk mengeluarkan kompos matang. Sertakan engsel dan slot pengunci agar jendel gampang dibuka dan ditutup. Bila slot pengunci kurang kuat, karena volume wal kompos yang cukup besar, slot dapat diikat dengan kawat.

4. Taruh tong yang sudah jadi itu sedikit berjarak dengan tanah / lantai, agar sirkulasi udara juga dapat mengalir dari bawah tong.
Sekarang Anda punya komposter aerob sendiri di rumah. Kelebihannya tong ini dapat dipindah-pindah sesuai keinginan kita. Jauhkan dari sinar matahari dan terpaan hujan. Cukup letakkan di tempat yang berangin. Selamat mencoba.
Aku coba praktekan dirumah dgn menggunakan MOL tape, tapi sudah 2 bulan belum jadi2 ya.
Nyimak om.
Kalow yg pake karung gmana za, share donk. Soalnya kalow tong susah carinya, duitnya jg pres. Hehe
mas mau tanya, apakah tong seperti itu tidak akan jadi sarang semut. trims …..
Bagus. MMI nak mintak izin untuk di post kan dalam http://mmi09.forumms.net.
Untuk sampah basah saya sudah punya komposternya (bantuan dari DPKLH,dan sudah mencoba membuat kompos. Bagaimana untuk sampah organik olahan? bagaimana cara mengolahnya shngga jado kompos?
Trims.
Wah..iki cuma ngasih tau cara bikin tong nya aja ya, cara bikin komposnya lain lagi kale ya? yo wes aku nyobain yah? (eko.w0
salam kenal ya mas. saya tahu dari blognya mbak christine
saya pemula di kompos hehehe… baru praktek sebulan
pake keranjang takakura
ide tong bolong ini saya tiru ya mas
and blognya boleh saya link ya…
makasih
waksssssssssss… ide segar, tak tiru yo Mas
@christine, silaken ditiru mbakyu….
Mas, komposternya tak tiru ya…. tks.
@ Christine :
Yang bolongin suami asisten saya di rumah, biar gampang bolonginya saya pakai ukuran pipa PVC yang ada di rumah, 3/4 inchi. Bisa saja pakai yang ukuran lebih kecil, 1/2 inchi atau 1/4 inchi. Tapi bolongannya harus dibanyakin.
Kalo udah di masukin ke tong, komposnya gak lari-larian kok. Baru pas diaduk emang rada bececeran. Tinggal disapu, masukin lagi deh…
Bagus, bagus…..! Tapi Mas, yang atas bolong2nya memang gede gitu? Apa komposnya nggak lari? BTW, selamat panen kompos ya…..